Archive for December, 2008

Judul : Advice to the Muslimah – Sisters in Islam
Durasi : 00:09:07
Bahasa : Inggris

Nasehat untuk muslimah yang disampaikan oleh Abu Muhammad Khalid Yasin dengan Bahasa Inggris yang ringan dan mudah dipahami. Insya Allah sangat bermanfaat untuk para muslimah sebagai (calon) ibu untuk generasi masa depan.

Seorang muslimah mempunyai tugas mendidik anak-anaknya. Ia bersama mereka 24 jam dalam sehari. Dalam keseharian, anak-anak memperhatikan tingkah laku serta kebiasaan ibunya. Mereka mendengarkan suaranya, melihat wajahnya, mengamati apa yang ibunya lakukan di pagi hari. Jika sang ibu tidak sholat, apakah anak akan sholat? Jika sang ibu selalu mengeluarkan kata-kata kotor, mengutuk, mengeluh, adalah wajar jika sang anak akan menirunya.

Selain itu dalam video ini juga dijelaskan tentang batasan Aurat untuk muslimah dan keutamaan mengenakan niqob, yang menjadi mustahabah – good for her.

Kurang lebih yang dibahas seputar
- Kebiasaan muslimah sehari-hari (terutama di depan anak-anaknya)
- Cara bertutur kata
- Cara berpakaian dan menutup aurat
- Kebiasaan berdandan dari memakai parfum sampai mencukur alis

Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Ibnu Sholeh Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul).

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa sesungguh banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi mereka menyembah Malaikat, menyembah para Nabi, menyembah orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.

Pembagian Tauhid
Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa ada tauhid terbagi menjadi 3 aspek: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Nama dan Sifat Allah.

Yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dengan amalan dan penyataan yang tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Tuhan, Raja, Pencipta semua makhluk. Dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka. (Lihat Al Jadid Syarh Kitab Tauhid). Meyakini rububiyah yaitu meyakini kekuasaan Allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, misalnya meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan oleh Allah, Allahlah yang memberikan rizqi, Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Allah menggerakan bintang-bintang, dll. Di nyatakan dalam Al Qur’an:
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang” (Al An’am: 1) Read the rest of this entry »

Informasi Kajian Umum dan Bedah Buku di Jawa tengah dan Jogja bersama Al Ustadz Abu Zubair Al Hawary dengan judul tema

1. Panduan Lengkap Nikah
Deskripsi : Pembahasan tuntas mengenai hukum-hukum pernikahan menurut Quran dan Sunnah.
Hari : Ahad, 25 Januari 2009
Jam : 08.00 WIB – Selesai
Tempat : Masjid Raya Karang Anyar, Surakarta – Jawa Tengah

2. Catatan Harian Mukmin Sejati
Deskripsi : Hidup hakikatnya ialah mengabdikan diri dengan beribadah kepada Rabb yang Maha Hidup dan tidak akan mati
Hari : Senin, 26 Januari 2009
Jam : 08.00 WIB – Selesai
Tempat : Masjid Pogung Raya Sinduadi Melati, Sleman – Yogyakarta

Haji : Panduan Umum
Oleh : Kerajaan Arab Saudi Kementerian Haji

Ibadah Haji
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh dan berakal sekali saja seumur hidup.

Syarat-syarat wajib haji
Selain baligh dan berakal, syarat wajib haji yang terpenting ialah memiliki kemampuan untuk menunaikannya, sesuai dengan firman Allah:
“mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (Q.S. Al Imraan: 97).
Yang dimaksud dengan mampu di sini ialah: sehat jasmani dan memiliki harta untuk biaya selama perjalanan haji dan untuk nafkah keluarga yang menjadi tanggungjawabnya selama ditinggalkan.

Langkah-langkah dan prosedur
1. Berihram di miqat dan berniat haji samada ifrad, qiran atau tamattu’ serta mulai menghindari larangan-larangan ihram.
2. Thawaf qudum.
3. Berada di Mina pada hari Tarwiyah (hari kedelapan bulan Dzulhijjah) atau Arafat (tergantung kondisi jamaah haji atau mana yang lebih mudah dilakukan) sambil tetap mengumandangkan talbiyah.
4. Berada di Arafat pada hari kesembilan Dzulhijjah (berada dalam batas Arafat), karena inti ibadah haji adalah wukuf di Arafat. Selama berada di Arafat disunahkan banyak berdo’a.
5. Setelah matahari tenggelam pada hari kesembilan Dzulhijjah, bertolak menuju Muzdalifah. Sesampainya di Muzdalifah menunaikan shalat Maghrib dan Isya dijamak qashar dan menetap di sana (sesuai kondisi), sekalian memungut tujuh butir kerikil bila memungkinkan. Kalau tidak memungkinkan, boleh mengambilnya di Mina. Bagi yang berhalangan memasuki Muzdalifah seperti penuh sesak atau sebab lainnya, tidak dikenakan sanksi apapun.
6. Menuju perkemahan di Mina.
7. Kegiatan pada Hari Raya Qurban ada empat: Read the rest of this entry »

Nada dering atau ringtone, penanda handphone sedang berbunyi. Banyak orang yang hobi menghias nada deringnya dengan beraneka macam bunyi-bunyian. Mulai dari suara lagu terbaru, suara hewan-hewan atau bahkan lantunan ayat-ayat suci Al Quran.

Kisah ini terjadi di toilet wanita masjid nabawi. Kala itu aku baru saja keluar dari kamar mandi nomer 314 dan hendak mengambil sabun untuk cuci tangan yang ditempel di tembok. Tiba-tiba di salah satu kamar mandi terdengar suara ringtone… Ironisnya suara Syaikh Sudais sedang membawakan Al Baqarah 255 atau ayat Kursi.

Beberapa wanita baik yang bercadar hitam maupun tidak, ribut-ribut mencari asal suara, kemudian menggedor-gedor pintu kamar mandi yang bersuara Syaikh Sudais. Mereka berkerumun di depan pintu. Kurang lebih ada 5 orang. Aku yang saat itu, tadinya hendak mengambil sabun, ikut bergabung dengan kerumunan.

Sepertinya yang di dalam kamar mandi sedang panik. Mungkin dia nyari handphonenya yang tidak ketemu-temu (terbukti dengan suara syaikh Sudais yang masih bunyi), ditambah gedoran pintu kamar mandi. Sementara yang di luar kamar mandi, tetap ribut-ribut berkomentar. Termasuk wanita Arab disebelahku. Aku cuma menangkap beberapa kata saja. Tapi Kurang lebih artinya, “ayat-ayat Quran seharusnya tidak dibawa ke kamar mandi” Aku mengangguk mengiyakan.

Akhirnya kamar mandi pun dibuka, seorang wanita muda berjas warna hijau telur asin keluar. “Aaahh…. orang Indonesiaaaa…” Batinku miris sekaligus gregetan. Salah satu dari wanita yang berkerumun itu memarahi wanita tersebut. Tepatnya mungkin menasehati tapi dengan nada yang keras. Sementara yang dinasehatin, wallahualam sepertinya juga nampak kesal. Entah kesal karena apa. Dia pun cepat-cepat pergi menerobos kerumunan.

Ini adalah sebuah tulisan kepada wanita-wanita penggenggam bara api dimana Nabi pernah bersabda tentang mereka,”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)

Tulisan bagi wanita shalihah lagi bertaqwa yang mengutamakan cinta dan perintah Allah Ta’ala dibanding mengekor Fulanah dan Fulanah, sehingga ia pun terasing di antara wanita lainnya.

Rasulullah bersabda,” Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana ia datang. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Sahabat bertanya,” Siapakah orang-orang asing itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,” Yaitu orang-orang yang tetap shalih ketika manusia telah rusak.”(Silsilah ash Shahihah 1273).

Wanita-wanita yang meninggalkan kelezatan hidupnya dan mengemban cita agama, sehingga Allah melipatgandakan kebaikan mereka, menghapus keburukan mereka, mengangkat derajat mereka.

Dialah ratu yang duduk di singgasananya,diatas dipan-dipan yang terbujur dan permadani-permadani, Hidup di antara keluarga yang mencintai dan menghormati, dengan pelayan-pelayan yang siap mengabdi.

Akan tetapi ia adalah wanita mukminah yang menyembunyikan imannya. Dialah Asiyah, permaisuri Fir’aun. Ia hidup dalam kenikmatan yang tak terhingga. Seorang permaisuri yang berada di antara semerbak parfum dan wewangian , cantik, ceria dan bahagia. Dengan gaun-gaun panjang dan dikelilingi para dayang. Read the rest of this entry »

Dialah wanita shalihah itu, yang hidup bersama sang suami dalam naungan kerajaan Fir’aun. Suaminya adalah orang dekat Fir’aun, sedangkan ia sendiri adalah pembantu dan pengasuh puteri – puteri Fir’aun.
Allah Ta’ala mengaruniakan keimanan kepada keduanya. Sang suami tidak sabar memberitahukan kepada Fir’aun, sehingga Fir’aun pun membunuhnya.

Sang isteri tetap bekerja di rumah Fir’aun sebagai penyisir rambut puteri – puteri Fir’aun. Ia menafkahi anak – anaknya dan memberi mereka makan sebagaimana kasih sayang seorang induk burung yang memberi makan anak – anaknya.

Suatu hari…, ketika ia menyisir rambut seorang puteri Fir’aun, terjatuhlah sisir dari genggamannya.
“Bismillah.” ucapnya.
“Allah,,,??? Kenapa bukan ayahku?” sergah sang puteri Fir’aun.
“Tidak, tetapi Allah!” Rabb-ku, Rabb-mu dan Rabb ayahmu.” jawab sang penyisir kepada puteri Fir’aun.

Namun sang puteri tidak rela apabila ada yang disembah selain ayahnya. Dan segera ia kabarkan hal itu kepada ayahnya. Fir’aun merasa heran ada orang di dalam istananya yang menyembah selainnya. Fir’aun pun memanggil sang penyisir rambut.
“Siapa rabb-mu?” tanyanya.
“Rabb-ku dan Rabb-mu adalah Allah.” jawabnya.
Dia pun menyuruhnya untuk segera murtad dari agamanya. Fir’aun kemudian mengurung dan memukuli sang penyisir, namun usaha Fir’aun tersebut tak juga membuat sang penyisir murtad. Fir’aun minta disediakan tungku/panci dari tembaga yang dipenuhi minyak lalu dibakar hingga mendidih. Read the rest of this entry »

Makna Ash-Shirat
Ash-shirat sebagaimana yang difahami oleh para ulama salaf adalah titian (jembatan) yang melintas diatas Jahannam. Yaitu apabila manusia telah keluar dari mahsyar menuju kegelapan, sampai ketitian (jembatan). — Tahdzib Syarah Ath-Thahawiyah Dasar-dasar Aqidah Menurut Ulama Salaf, 2/65, At-Tibyan.

Keadaan Ash-Shirat Yang Gelap Gulita
Karena sangat gelapnya maka pada hari itu manusia amatlah butuh dengan cahaya agar mereka bisa melihat. Kondisi yang sangat mengerikan ini telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

”Yaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka, Pada hari ini ada berita gembira untukmu yaitu surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang kamu kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak (12)

Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu” dikatakan “kembalilah kamu kebelakang dan carilah sendiri cahaya”Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa (13)

Orang-orang munafik itu memanggil mereka seraya berkata “Bukankah kami bersama-sama dengan kamu”Mereka menjawab” Benar, tetap kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran)kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh syetan yang amat penipu (14)

Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali (15)” [Al-hadid ayat 12-15] Read the rest of this entry »

Saudariku tampak pucat dan kurus. Namun sebagaimana kebiasaannya, ia tetap membaca Al-Qur’ an…

Jika Engkau mencarinya, pasti akan mendapatinya di tempat shalatnya, sedang rukuk, sujud dan mengangkat kedua tangannya ke atas langit… Demikianlah setiap pagi dan petang, juga di tengah malam buta, tak pernah berhenti dan tak pernah merasa bosan.

Sementara aku amat gemar membaca majalah-majalah seni dan buku-buku yang berisi cerita-cerita. Saya juga biasa menonton video, sampai aku dikenal sebagai orang yang keranjingan nonton.

Orang yang banyak melakukan satu hal, pasti akan ditandai dengan perbuatan itu. Aku tidak menjalankan kewajibanku dengan sempurna. Aku juga bukan orang yang melakukan shalat dengan rutin.

Setelah aku mematikan Video Player, setelah selama tiga jam aku menonton berbagai macam film berturut-turut, terdengarlah adzan dari masjid sebelah.

Akupun kembali ke pembaringanku. Wanita itu memanggilku dari arah mushallanya. “Apa yang engkau inginkan wahai Nurah?” Tanyaku. Dengan suara tajam saudariku itu berkata kepadaku: “Janganlah engkau tidur sebelum engkau menunaikan shalat Shubuh!” “Ah, masih tersisa satu jam lagi, yang engkau dengar tadi itu baru adzan pertama … ” Read the rest of this entry »

Nabawi – Magrib, 24 November 2008 – 27 Dzulkaidah 1429

Surat Ar-Rahmaan adalah salah satu surat favoritku. Sampai-sampai dulu pengen dapat mahar hapalan surat ini. Hamdulillah… Saat shalat Magrib imam Masjid Nabawi Syaikh Al Budair membacakan surat ini di rakaat yang pertama dan kedua. Bacaannya begitu syahdu dan menyentuh Qalbu. Tak terasa air mata meleleh sampai sesenggukan mendengar bacaan surat Ar-Rahmaan. Apalagi saat syaikh Budair membaca ayat

????? ???? ????????? ?????

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

yang diulang sampai 3x. Masya Allah…

Meski syaikh hanya membaca sampai di ayat 28 saja tetapi cucuran air mata dan getaran di hati tak dapat dibendung.

Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?