Pemerintah beberapa waktu lalu menurunkan harga BBM seiring turunnya harga minyak dunia. Harga BBM turun sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 1 desember 2008 dan 15 desember 2008. Sumber berita, lihat di sini.

Meski demikian, Coco Cola Indonesia malah menaikkan harga produk softdrinknya (Sprite, Fanta, Coca cola ukuran small). Tidak tanggung-tanggung naiknya, yaitu Rp 4000,- perkrat. Padahal tanggal 25 oktober 2008 lalu coca cola sudah menaikkan harga sebesar Rp. 1000,-. Tidak sampai 3 bulan sudah naik harga lagi… ck… ck… ck….

Mungkin kenaikan empat ribu rupiah (Rp. 4000,-) tidak menjadi masalah bagi pengusaha besar tetapi bagi penguasa kecil seperti warung makan pinggir jalan (kaki lima) sangatlah berarti. Hasil ngobrol-ngobrol dengan salah satu ibu-ibu pemilik warung makan, si ibu mengeluh naiknya harga softdrink produk coca cola. Memang harga baru mulai berlaku hari ini (sabtu, 17 Januari 2009), tapi tentu saja pedagang kecil harus perhitungan ulang dengan harga beli yang mahal. Si ibu tersebut berencana menukar krat produk coca cola dengan produk minuman botol buatan dalam negeri. Karena dia mengambil di agen, jadi bisa tukar menukar krat dengan mudah (apalagi kalau sudah sangat akrab dengan pemilik agen). Hehehe… apa sih yang tak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan di Indonesia raya.

Kenaikan harga produk coca cola yang cukup tinggi menimbulkan pertanyaan dan dugaan-dugaan. Kenapa di saat BBM turun, coca cola naik harga? Kenapa di saat serangan Israel ke palestine sedang gencar diberitakan, coca cola naik harga? Kenapa di saat beberapa umat muslim baik di Indonesia maupun luar negeri melakukan boikot, coca cola malah naik harga? Apa benar hasil penjualan mereka mengalir untuk mendanai serangan Israel ke palestine?

Himbauan boikot produk coca cola sebenarnya sudah gencar dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Salah satu website yang konsisten memberi wacana boikot adalah Innovative Minds (atau inminds). Mengenai kampanye boikot produk coca cola bisa dilihat di http://www.inminds.com/boycott-coca-cola.html

Perang memang membutuhkan dana yang besar. Dan kalau pun memang benar coca cola adalah salah satu penyandang dana Israel, apakah seruan-seruan boikot harus tetap harus dilakukan? Bukankah dulu kaum muslim juga membeli air dari sumur Yahudi, sampai akhirnya sumur tersebut dibeli oleh Utsman bin Affan. Kalaupun coca cola sangat dibutuhkan kaum muslim, ada baiknya perusahaannya dibeli oleh si muslim yang dermawan. hueheheh…. Kalau tidak dibutuhkan yah useless lah, mending minum es kelapa muda di pinggir pantai.

— sekedar coretan tanpa makna —

Leave a Reply