Archive for February, 2009
Setiap muslim wajib mengimani hari akhir atau hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadits-hadits shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di padang Mahsyar. Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa saja yang akan terjadi pada saat itu ?
Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya.
Karena Allah yang telah mengaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangatlah wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan.
Read the rest of this entry »
Bismillah… Alhamdulillah….Segala kemudahan datangnya dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Begitu pula kemudahan untuk meraup samudra ilmu yang luas tiada batas. Dengan adanya teknologi multimedia yang super canggih, menjadi jembatan penghubung antara pencari ilmu dan sumber ilmu.
Salah satunya dengan adanya fasilitas radio streaming online, para pencari ilmu dengan mudah mengakses radio-radio sunnah yang Alhamdulillah semakin hari semakin tumbuh subur. Beragam tayangan hiburan rohani penyejuk hati, seperti murotal, kajian-kajian islam dengan mudah dinikmati dimana saja dan kapan saja. Dan tentu saja tayangan hiburan tanpa melanggar syariat.
Ada beberapa radio sunnah yang insya Allah sudah eksis siaran rutin di internet, seperti Radio Rodja, Radio Hang Batam, Radio Assunnah, Radio Muslim, Radio Suara Quran, Ngaji-online.com, dan masih banyak lagi. Radio-radio tersebut selain dapat di akses melalui komputer/laptop, bisa juga diakses melalui PDA dan Handphone. Read the rest of this entry »
Rumah di pojok jalan itu memang sudah terkenal menyeramkan bagi penduduk kampung ini. Beberapa waktu lain, seorang pengendara sepeda terjatuh tanpa terpeleset ataupun terantuk batu. Ngakunya, dia terjatuh karena menabrak sesosok tubuh besar berkulit hitam. Sebelum itu, seorang warga sekitar juga melihat seorang wanita cantik bergaun putih bertengger di pagar rumah yang tingginya sekitar dua meter tersebut. Dan itu terjadi setelah lewat tengah malam.
Rumah setan memang telah menjadi komoditas cerita menarik dari masa ke masa. Media cerita seram yang dulunya dari mulut ke mulut kini sudah disabet production house untuk menjadi teman ngemil di malam hari. Walaupun sudah membosankan dan membuat mual, toh demi segepok uang cerita setan yang langka ini terus diproduksi.
Langka? Ditinjau dari kedudukan setan terhadap manusia, rumah setan sebenarnya bukan barang langka. Tak perlu menunggu rumah sampai kosong, berdebu, bersarang laba-laba, dan berlumut, sekarang juga rumah Anda bisa jadi rumah setan. Tapi semoga itu tidak pernah terjadi.
Read the rest of this entry »
Berkelakar atau bercanda merupakan hal lumrah yang dilakukan manusia. Bahkan, kadang berkelakar sudah menjadi semacam ‘bumbu’ dalam setiap pembicaraan. Namun, adakalanya kita menemui seseorang yang berlebihan dalam bercanda dan tertawa, dan di lain pihak ada pula seseorang yang selalu bermuka kelam tanpa dihiasi garis-garis senyum di bibirnya. Islam adalah agama pertengahan (wasath) antara dua kebathilan. Selain itu Islam juga merupakan agama yang komplit, yang mengatur segala sesuatu sampai dengan buang hajat dengan segala adabnya. Lalu,… bagaimana Islam membicarakan fiqh dalam bercanda ?
Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bercanda ketika memanggil shahabatnya :
يَا ذَا اْلأُذُنَيْن
“Hai yang mempunyai dua telinga “ [1]
Oleh: Abdurrahman ibn Abdil Ghaits
Orang yang meregang nyawa, di ambang pintu kematian mengalami rasa sakit yang bukan alang kepalang. Saat-saat kritis itulah yang disebut dengan sekarat atau sakratul maut.
Kematian yang wajar dan normal dapat dikenali dengan beberapa tanda. Di antara tanda-tanda datangnya kematian itu adalah:
1. Orang yang mau meninggal akan melihat malaikat maut. Jika dia termasuk calon orang yang berbahagia maka dia akan melihat malaikat maut dalam rupa yang bagus, dan melihat malaikat rahmat berwajah putih. Mereka membawa kafan dan tikar dari sorga. Mereka duduk dari padanya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut seraya duduk di sisi kepalanya dan berkata: “Keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya!” Adapun jika dia termasuk calon orang yang celaka, maka dia akan melihat malaikat maut dalam rupa yang lain, serta melihat malaikat adzab menghitam wajahnya. Mereka membawa kafan dan tikar dari api neraka. Kemudian datanglah malaikat maut seraya duduk di sisi kepalanya dan memberinya kabar gembira dengan kemurkaan Allah atasnya, dan dia melihat tempat duduknya di neraka. Berkatalah malaikat maut: “Keluarlah wahai jiwa yang keji, dan bergembiralah dengan kemurkaan dan kemarahan Allah!”
Read the rest of this entry »
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Firman Allah
Bismillahirrahmaanirrahiim
“Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.
Kita katakan (dalam kaidah bahasa Arab) bahwa jar majrur harus memiliki kaitan dengan kata yang tersembunyi setelahnya, karena keduanya adalah ma’mul. Sedang setiap ma’mul harus memiliki ‘amil.
Ada dua fungsi mengapa kita letakkan kata kerja yang tersembunyi itu di belakang.
Pertama : Tabarruk (mengharap berkah) dengan mendahulukan asma Allah Azza wa Jalla.
Kedua : Pembatasan maksud, karena meletakkan ‘amil dibelakang berfungsi membatasi makna. Seolah engkau berkata : “Aku tidak makan dengan menyebut nama siapapun untuk mengharap berkah dengannya dan untuk meminta pertolongan darinya selain nama Allah Azza wa Jalla”.
Kata tersembunyi itu kita ambil dari kata kerja ‘amal (dalam istilah nahwu) itu pada asalnya adalah kata kerja. Ahli nahwu tentu sudah mengetahui masalah ini. Oleh karena itulah kata benda tidak bisa menjadi ‘ami’l kecuali apabila telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
Read the rest of this entry »
Melihat kondisi umat Islam yang kian hari makin memprihatinkan, muncullah pertanyaan bagi mereka yang punya semangat berdakwah, “Apa yang mesti didakwahkan?”
Jawabannya ternyata beragam. Ada yang memulai dengan ingin menegakkan pemerintahan Islami, kemudian terjun ke politik atau menyerukan penegakan hukum Islam dengan turun ke jalan-jalan. Ada lagi yang berpindah-pindah dari masjid ke masjid, yang katanya bertujuan untuk amar ma’ruf nahi munkar. Namun, umumnya mereka semua menghindari masalah pemurnian akidah, sebab dianggap akan merintangi dakwah dan mengganggu persatuan umat.
MISI DAKWAH SEMUA RASUL
Jika kita mau menengok Al Quran, dalam surat Al A’raf saja akan terdapat beberapa ayat yang menyebutkan tentang misi dakwah para rasul. Di antaranya, “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).’” (Al A’raf: 59)
Read the rest of this entry »
Apa saja yang dapat dilakukan seorang hamba untuk menghapus dosa-dosanya? Tentu dengan bertobat dan banyak beramal shalih. Sebab amal-amal shalih bisa menghapuskan dosa-dosa kecil. Dan dengan tauhid yang benar, dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa. Mengapa bisa demikian?
Itulah salah satu keutamaan tauhid, mampu menghapuskan dosa-dosa seorang hamba, sehingga merupakan sarana kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhirat: Namun, tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi bagi seorang muslim yang ingin mendapat keutamaan tadi.
JAMINAN KEAMANAN
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kezhaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah.” (Al-An’am: 82)
Read the rest of this entry »
1. Syirik
2. Membunuh
3. Sihir
4. Meninggalkan Shalat
5. Tidak membayar zakat
6. Berbuka di Siang Hari pada bulan ramadhan tanpa udzur
7. Meninggalkan Haji Padahal Mampu
8. Mendurhakai Orangtua
9. Memutus Hubungan Kerabat
10. Zina
Read the rest of this entry »
Bismillah…
Taukah tentang kisah Ashabul Ukhdud, Raja Najasyi dan Ashabul Fiil? Kisah tersebut ada dalam 1 era zaman. Hasil ngobrol-ngobrol dengan seorang kawan baikku, yang katanya “setia” mengunjungi oryza.or.id… hehehe… Sampai-sampai segala perubahan dikomentari. Syukron yah. Dia nampak “takjub” waktu tahu bahwa kisah Ashabul Ukhdud, Raja Najasyi dan Ashabul fiil ada dalam 1 masa yang berdekatan. Karena udah janji mau bercerita, maka kali ini aku akan bercerita. Pendek saja.
=============
Ashabul Ukhdud, Insya Allah sebagian besar dari kita sudah tau kisah yang ada dalam Surat Al Buruuj 4-6.
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang
berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di
sekitarnya –Al Buruuj 4-6 –