<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa Harus Tauhid</title>
	<atom:link href="http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/</link>
	<description>Berilmu untuk Meraih Jannah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 22:42:54 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/comment-page-1/#comment-723</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 07:14:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=214#comment-723</guid>
		<description>riya = syirik kecil, karena orang yang riya itu beribadahnya tidak ikhlas, bukan semata-mata karena mengharap wajah Allah Azza wa Jalla, tetapi karena ia mengharapkan pujian dari orang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>riya = syirik kecil, karena orang yang riya itu beribadahnya tidak ikhlas, bukan semata-mata karena mengharap wajah Allah Azza wa Jalla, tetapi karena ia mengharapkan pujian dari orang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ukhti ry</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/comment-page-1/#comment-713</link>
		<dc:creator>ukhti ry</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 12:35:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=214#comment-713</guid>
		<description>@ abu azzam, apakah riya = syirik? 
knapa bisa gitu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abu azzam, apakah riya = syirik?<br />
knapa bisa gitu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Marta</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/comment-page-1/#comment-709</link>
		<dc:creator>Budi Marta</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 16:09:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=214#comment-709</guid>
		<description>To Abu Khansa : Mencela penguasa muslim yg dzolim bukan merupakan bagian dari Ahlussunnah sedikitpun, karena prinsip menasehati penguasa  ala Ahlussunnah adalah dengan sirri ( bukan di  mimbar2 ). Al imam Al barbahari berkata dalam Syarhussunnah : &quot; ketahuilah !! barangsiapa yang mencela penguasa muslim maka dia adalah Ahlul bid&#039;ah, imam Ahmad bin Hambal juga telah menjelaskan juga di dalam ushulussunnah bahwa wajib selalu memnta&#039;ati waliyul amri dalam hal yg ma&#039;ruf......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To Abu Khansa : Mencela penguasa muslim yg dzolim bukan merupakan bagian dari Ahlussunnah sedikitpun, karena prinsip menasehati penguasa  ala Ahlussunnah adalah dengan sirri ( bukan di  mimbar2 ). Al imam Al barbahari berkata dalam Syarhussunnah : &#8221; ketahuilah !! barangsiapa yang mencela penguasa muslim maka dia adalah Ahlul bid&#8217;ah, imam Ahmad bin Hambal juga telah menjelaskan juga di dalam ushulussunnah bahwa wajib selalu memnta&#8217;ati waliyul amri dalam hal yg ma&#8217;ruf&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu khansa,,</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/comment-page-1/#comment-389</link>
		<dc:creator>abu khansa,,</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 04:20:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=214#comment-389</guid>
		<description>saya setuju dengan penulis...berdakwah memang harus dimulai dari tauhid,...karena mendakwahkan tauhid sama saja melakukan upaya perubahan dari dasar/awal..., jika kita melihat berbagai kemaksyiatan yang ada di masyarakat kita,,,...kemaksiatan yang terjadi saat ini sangatlah sistemik,,,karena kemaksiatan yang terjadi tidak hanya terjadi pada tataran individu yg kebanyakan muslim,...tetapi kemaksiatan ini juga terjadi pada tataran negara,..oleh karena itu dakwah harus di gulirkan dalam rangka merubah tauhid individu dan juga tauhid dari negara ini...dan ini tidak bisa tidak,...

kondisi yang dialami rasulullah nyaris sama  dengan yang terjadi saat ini... hanya saja yang membedakan pada masa rasulullah adalah kaum muslimin saat itu masih minoritas,sehingga dakwah kepada tauhid lebih bermakna dakwah untuk masuk kepada Islam... sedangkan sekarang kaum muslimin sudah cukup banyak,...hanya saja permasalahannya adalah di aqidah/tauhid nya yang kurang benar...seperti masih suka tahayul, tidak yakin dg rizki Allah, bahkan gemar mejalankan hukum2 kufur...
padahal tauhid yang benar itu di tandakan dengan kepasrahan/ketundukan diri terhadap segala ketentuan Allah, termasuk untuk berhukum dengan Hukum2 Islam....atau dalam istilah ulama dikenal tauhid ar-rububiyyah dan uluhiyyah....
ayat 2 terkait seperti:

 “Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir. (Ali ‘Imran: 32)
 
“Sesiapa yang mentaati Rasul maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (An-Nisa’: 80)
 
“Sesungguhnya jawapan orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, lalu mereka berkata: Kami dengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 51)

“Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, nescaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan sesiapa yang berpaling nescaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.” (Al-Fath: 17)
 
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggallah.” (Al-Hasyr: 7)
 
“Dan tidak patut bagi lelaki-lelaki mukmin dan bagi perempuan-perempuan Mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan, ada pilihan lain bagi mereka tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab: 36)
 
 “Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu  maka kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman dengan Allah dan Hari Akhirat.” (An-Nisa’: 59)

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.” (An-Nisa’: 65)
  
lalu pertanyaan nya sekarang, bagaimana metode mendakwahkannya???

untuk merubah tauhid individu, sebagaimana Rasul dan para sahabat menyerukannya dengan dakwah langsung, membacakan ayat2 dan menawarkan Islam di hadapan penduduk..sebagian menerima islam, sebagian menolak(tetap kufur)...bg yang menerima akhirnya di bina dalam kajian intensif di pengajian arqom....sampai akhirnya terbentuk pola pikir dan sikap islami di antara mereka yg akhirnya menjadi penguat dakwah Rasul kemudian......

untuk merubah tauhid negara...adalah dengan medakwahkan keburukan dari sistem kufur yang ada, mencela penguasa2 zalim,  serta rusaknya tauhid serta kebiasaan yang di amini di masyarakat kita,,,, dan menjelaskan tentang Islam itu sendiri sebagai ajaran yang sempurna....
hal ini di lakukan semata2 agar umat menyadari kekeliruannya dan kembali ke pada islam sebagai jalan yang benar...... meskipun pada fase ini sangat sulit, karena tentu saja berhadapan dengan penguasa zalim,...

tetapi ini lah yg dialami sebagaimana rasul.... 3 tahun setelah ada perintah Allah tuk dakwah terbuka dan menantang.... (kita bisa melihat dari ayat2 Al Quran yang turun pada masa itu).. begitu nyata pertentangan orang2 kafir quraisy... di timpuk, disiksa, , bahkan ada yg sampai di bunuh..hal ini terjadi  karena dakwah Rasul saat itu langsung menyerang secara terbuka terhadap punguasa dan budaya qurais yg rusak,...(sebagaimana turunnya surat Al-Lahab, dst..)

inilah yg menjadi keyakinan saya,...bahwa dakwah tauhid,.,,tidak hanya sebatas individu...tetapi juga ditujukan untuk merubah tauhid negara,.... dan masing2 ini memiliki karakter yang berbeda jika kita melihat kondisi 3 tahun awal dakwah rasul dan 3 tahun sesudahnya,,.,,,,

wallahu&#039;alam bishowab....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan penulis&#8230;berdakwah memang harus dimulai dari tauhid,&#8230;karena mendakwahkan tauhid sama saja melakukan upaya perubahan dari dasar/awal&#8230;, jika kita melihat berbagai kemaksyiatan yang ada di masyarakat kita,,,&#8230;kemaksiatan yang terjadi saat ini sangatlah sistemik,,,karena kemaksiatan yang terjadi tidak hanya terjadi pada tataran individu yg kebanyakan muslim,&#8230;tetapi kemaksiatan ini juga terjadi pada tataran negara,..oleh karena itu dakwah harus di gulirkan dalam rangka merubah tauhid individu dan juga tauhid dari negara ini&#8230;dan ini tidak bisa tidak,&#8230;</p>
<p>kondisi yang dialami rasulullah nyaris sama  dengan yang terjadi saat ini&#8230; hanya saja yang membedakan pada masa rasulullah adalah kaum muslimin saat itu masih minoritas,sehingga dakwah kepada tauhid lebih bermakna dakwah untuk masuk kepada Islam&#8230; sedangkan sekarang kaum muslimin sudah cukup banyak,&#8230;hanya saja permasalahannya adalah di aqidah/tauhid nya yang kurang benar&#8230;seperti masih suka tahayul, tidak yakin dg rizki Allah, bahkan gemar mejalankan hukum2 kufur&#8230;<br />
padahal tauhid yang benar itu di tandakan dengan kepasrahan/ketundukan diri terhadap segala ketentuan Allah, termasuk untuk berhukum dengan Hukum2 Islam&#8230;.atau dalam istilah ulama dikenal tauhid ar-rububiyyah dan uluhiyyah&#8230;.<br />
ayat 2 terkait seperti:</p>
<p> “Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir. (Ali ‘Imran: 32)</p>
<p>“Sesiapa yang mentaati Rasul maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (An-Nisa’: 80)</p>
<p>“Sesungguhnya jawapan orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, lalu mereka berkata: Kami dengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 51)</p>
<p>“Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, nescaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan sesiapa yang berpaling nescaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.” (Al-Fath: 17)</p>
<p>“Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggallah.” (Al-Hasyr: 7)</p>
<p>“Dan tidak patut bagi lelaki-lelaki mukmin dan bagi perempuan-perempuan Mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan, ada pilihan lain bagi mereka tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab: 36)</p>
<p> “Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu  maka kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman dengan Allah dan Hari Akhirat.” (An-Nisa’: 59)</p>
<p>“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.” (An-Nisa’: 65)</p>
<p>lalu pertanyaan nya sekarang, bagaimana metode mendakwahkannya???</p>
<p>untuk merubah tauhid individu, sebagaimana Rasul dan para sahabat menyerukannya dengan dakwah langsung, membacakan ayat2 dan menawarkan Islam di hadapan penduduk..sebagian menerima islam, sebagian menolak(tetap kufur)&#8230;bg yang menerima akhirnya di bina dalam kajian intensif di pengajian arqom&#8230;.sampai akhirnya terbentuk pola pikir dan sikap islami di antara mereka yg akhirnya menjadi penguat dakwah Rasul kemudian&#8230;&#8230;</p>
<p>untuk merubah tauhid negara&#8230;adalah dengan medakwahkan keburukan dari sistem kufur yang ada, mencela penguasa2 zalim,  serta rusaknya tauhid serta kebiasaan yang di amini di masyarakat kita,,,, dan menjelaskan tentang Islam itu sendiri sebagai ajaran yang sempurna&#8230;.<br />
hal ini di lakukan semata2 agar umat menyadari kekeliruannya dan kembali ke pada islam sebagai jalan yang benar&#8230;&#8230; meskipun pada fase ini sangat sulit, karena tentu saja berhadapan dengan penguasa zalim,&#8230;</p>
<p>tetapi ini lah yg dialami sebagaimana rasul&#8230;. 3 tahun setelah ada perintah Allah tuk dakwah terbuka dan menantang&#8230;. (kita bisa melihat dari ayat2 Al Quran yang turun pada masa itu).. begitu nyata pertentangan orang2 kafir quraisy&#8230; di timpuk, disiksa, , bahkan ada yg sampai di bunuh..hal ini terjadi  karena dakwah Rasul saat itu langsung menyerang secara terbuka terhadap punguasa dan budaya qurais yg rusak,&#8230;(sebagaimana turunnya surat Al-Lahab, dst..)</p>
<p>inilah yg menjadi keyakinan saya,&#8230;bahwa dakwah tauhid,.,,tidak hanya sebatas individu&#8230;tetapi juga ditujukan untuk merubah tauhid negara,&#8230;. dan masing2 ini memiliki karakter yang berbeda jika kita melihat kondisi 3 tahun awal dakwah rasul dan 3 tahun sesudahnya,,.,,,,</p>
<p>wallahu&#8217;alam bishowab&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jaisy</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/comment-page-1/#comment-388</link>
		<dc:creator>Jaisy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 03:28:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=214#comment-388</guid>
		<description>Saya kira ketika kita berbicara masalah metodologi dakwah Rasul maka kita harus place back dan baca sirah-sirah Rasul sebagai rujukan paling utama, sehingga kita memahami bahwa urgensi dakwah di awali dengan pondasi akidah yang kuat jutsru dengan akidah yang kuat itulah sehingga kita mampu untuk menggerakan langkah kita sebagai pengemban dakwah itu sendiri dari artinya saja dakwah (Menyeru) maka dalam hal ini Rasulpun tidak hanya mengatakan dakwah itu cuma Akidah saja, tetapi kita akan dapati bahwa Rasul Membina para sahabat dari mulai Akidah Ruhiyah sampai akidah siyasah. Sehingga bener Islam akan menjadikan sebuah Agama yang mengatur kehidupan, jikalau islam hanya berkutat masalah akidah saja saya kira Islam tidak akan berkembang seperti ini, menjadi lokomotif perubahan Masyarakat. Isyarat Nubuwah akan datangnya kemenangan Islam dan sebagai Aturan bagi Kehidupan....Allahu Akbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira ketika kita berbicara masalah metodologi dakwah Rasul maka kita harus place back dan baca sirah-sirah Rasul sebagai rujukan paling utama, sehingga kita memahami bahwa urgensi dakwah di awali dengan pondasi akidah yang kuat jutsru dengan akidah yang kuat itulah sehingga kita mampu untuk menggerakan langkah kita sebagai pengemban dakwah itu sendiri dari artinya saja dakwah (Menyeru) maka dalam hal ini Rasulpun tidak hanya mengatakan dakwah itu cuma Akidah saja, tetapi kita akan dapati bahwa Rasul Membina para sahabat dari mulai Akidah Ruhiyah sampai akidah siyasah. Sehingga bener Islam akan menjadikan sebuah Agama yang mengatur kehidupan, jikalau islam hanya berkutat masalah akidah saja saya kira Islam tidak akan berkembang seperti ini, menjadi lokomotif perubahan Masyarakat. Isyarat Nubuwah akan datangnya kemenangan Islam dan sebagai Aturan bagi Kehidupan&#8230;.Allahu Akbar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu azzam</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/02/mengapa-harus-tauhid/comment-page-1/#comment-237</link>
		<dc:creator>abu azzam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 03:06:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=214#comment-237</guid>
		<description>kita mesti ingat bahwa syirik itu banyak macamnya, riya&#039; juga termasuk syirik yang termasuk dosa besar.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita mesti ingat bahwa syirik itu banyak macamnya, riya&#8217; juga termasuk syirik yang termasuk dosa besar&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
