Archive for July, 2009

Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..

Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.

Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya…

Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu….. Read the rest of this entry »

pesawat

Wanita itu berkata, “Di kala itu aku adalah seorang gadis remaja. Aku menyukai kehidupan dan tidak suka mengingat mati!!

Aku segera meninggalkan majelis teman-teman wanitaku ketika salah seorang di antara mereka berbicara tentang kejadian yang menyedihkan atau kematian yang tiba-tiba, atau penyakit yang kronis!!

Aku selalu mengikuti perkembangan mode dengan kecintaan yang meluap-luap dan penuh kerinduan. Aku bersemangat supaya aku dapat mengejarnya dan tidak ketinggalan beritanya sehingga jubahku yang hitam tidak ketinggalan tren mode pada saat itu.

Aku telah terperdaya oleh kecintaan terhadap sesuatu yang baru. Aku mengikuti berbagai gaya dan cara berpakaian. Maka kadang-kadang aku meletakkan kerudung di atas pundakku agar aku dapat menampakkan perhiasanku dan sedikit leherku…. Read the rest of this entry »

Ini kisah tentang wanita Mesir yang bersama suaminya akan menunaikan ibadah haji. Mereka datang melalui jalan laut. Mereka tiba dan menunaikan manasik haji.

Mereka thawaf di Ka’bah, melakukan sa’i, meminum air zam-zam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mereka tiada henti-hentinya meneteskan air mata, hingga kembali pulang menuju negeri mereka melalui jalan laut. Suaminya berkata, “Kami berada di dalam sebuah ruangan kamar kapal laut. Ada saya, istri dan anak-anak saya.”

Ketika itu kami sedang bercengkerama, tiba-tiba terdengar teriakan keras dan hentakan telapak kaki. Saya pun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata semua orang berteriak dengan keras, “Kapal akan tenggelam. Kapal akan tenggelam!”

Dengan penuh ketakutan, saya secepatnya kembali ke kamar dan berkata kepada istri saya, “Kita harus segera keluar, kapal ini akan tenggelam, kapal ini akan tenggelam!” Tapi istri saya menolak, “Tidak, aku tidak akan keluar.” Read the rest of this entry »

Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nashr

Diambil dari buku Al-Munafiqoon (hal. 79-80) [Buku ini tersedia dalam bahasa Inggris]

1. Mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh
Tabarruj atau mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh pada siapa saja (non Mahram) adalah tanda wanita munafik

Sangat menyedihkan melihat wanita-wanita mempertontonkan aurat di depan khalayak umum seolah-olah mereka adalah ongokan daging yang menjajakan diri kepada orang-orang yang hanya ingin menikmatinya.

Perilaku yang mudah ditemui saat ini adalah kecantikan fisik wanita menjadi komoditas murah yang ditampilkan/dijajakan di pasar-pasar. Bahkan fisik wanita dianggap sebagai alat jual produk dan layanan.

Wanita yang tidak menjaga kehormatan dan tidak memakai jilbab adalah wanita yang tidak mentaati Allah dan Rasul-Nya. Perilakunya menunjukkan ketaatnya kepada iblis dan bala tentaranya. Perbuatannya adalah perbuatan wanita yang tidak punya keimanan dan pakaiannya adalah pakaian kesesatan meski ia mengaku mempunyai iman dan ketaqwaan. Read the rest of this entry »

Pertanyaan
Manakah yang harus didahulukan, Menuntut ilmu atau menikah? yang menjadi pertimbangan adalah, karena saya sudah tidak sabar ingin segera menikah.

Jawaban
Jika anda dapat bersabar, pilihlah menuntut ilmu dan bersabarlah. Seperti perkataan Umar RadhiAllahuanhu, “Carilah ilmu sebelum datang masa lemah”.

Dikarenakan, pernikahan dapat menjadi penghalang seseorang untuk menuntut ilmu. Setelah menikah, kebanyakan dari mereka berhenti menuntut ilmu serta ketekunannya berkurang.

Namun, jika Anda memiliki kemampuan (sanggup) untuk menggabungkan antara kedua hal yang bermanfaat tersebut, maka lakukanlah: Apabila anda takut terjatuh ke dalam perbuatan keji, zina, dll, maka menikahlah dengan tujuan mengharap ridho Allah. Supaya lebih menjaga diri, karena hal inilah yang lebih utama.

Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali
Sumber : www.rabee.net
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Abu Abdis Salaam Siddiq Al-Juyaanee
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Oryza.

Sumber : http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=29&Topic=8566