Archive for the ‘Artikel Islam’ Category
Based on ad-Dhahabi’s famous work and The Path to Paradise by M.Tahlawi, Trans. By J. Zarabozo [IANA books (4)]
1. Associating partners with Allah (Shirk)
Great Shirk: worshipping beings other than Allah (proof all over Quran)
Small Shirk: Riya
The Prophet (saw), “Should I not inform you of that which I fear for you even more than the dangers of Dajjal? It is the hidden shirk: A person stands to pray and he beautifies his prayer because he sees the people looking at him”. (Sahih; Sunan ibn Majah)
2. Committing murder: (Furqan; 68)
3. Performing Sorcery (2: 102)
4. Not performing the Prayers (Maryam: 59)
5. Withholding the Zakat (Charity) (3: 180)
6. Breaking the fast of Ramadhan or not fasting in that month with a valid excuse.
Prophet (saw) said, “Islam is built upon five pillars: testifying that there is no true god except Allah and that Muhammad is the messenger of Allah, performing the prayers, paying the zakat, making the pilgrimage to the house, and fasting the month of Ramadhan” (Sahih al-Jami # 2837)
7. Not performing the pilgrimage when one has the ability to do so (above hadith)
8. Disobeying one’s parents (al-Isra: 23)
9. Cutting off the ties of relationships (Muhammad: 22)
10. Committing adultery or fornication (al-Isra: 30) Read the rest of this entry »
‘Aqidah (??????????????) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (?????????) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(?????????????) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (????????????) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (????????? ?????????) yang berarti mengikat dengan kuat.
[1]
Sedangkan menurut istilah (terminologi): ‘aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
Jadi, ‘Aqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah l dengan segala pelaksanaan ke-wajiban, bertauhid [2] dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang Prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.
[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Lisaanul ‘Arab (IX/311: ÚÞÏ) karya Ibnu Manzhur (wafat th. 711 H) t dan Mu’jamul Wasiith (II/614: ÚÞÏ).
[2]. Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Asma’ wa Shifat Allah.
[3]. Lihat Buhuuts fii ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (hal. 11-12) oleh Dr. Nashir bin ‘Abdul Karim al-‘Aql, cet. II/ Daarul ‘Ashimah/ th. 1419 H, ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (hal. 13-14) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd dan Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah fil ‘Aqiidah oleh Dr. Nashir bin ‘Abdul Karim al-‘Aql.
- http://www.almanhaj.or.id/content/1074/slash/0
- http://books.google.com/books?id=xuTGWJr8n18C&printsec=frontcover&lr=
Orang-orang Arab mengatakan, “Janganlah menikahi enam jenis wanita: (Annaanah – mannaanah – hannaanah – haddaaqah- barraaqah –syaddaaqah)
1. Annaanah:
Yaitu wanita yang terlalu banyak mengeluh sakit dan mengaduh, mengikat kepalanya setiap saat. Menikah dengan wanita sakit atau sakit-sakitan tidak ada baiknya.
2. Mannaanah:
Yaitu wanita yang banyak mengungkit-ngungkit kebaikannya kepada suaminya. Ia mengatakan, “Aku telah melakukan ini dan ini karena dirimu.”
3. Hannaanah:
Yaitu wanita yang mengasihi suaminya yang terdahulu atau mengasihi anaknya dari suami yang terdahulu, sehingga terlantarlah hak suaminya yang sekarang.
4. Haddaaqah:
Yaitu wanita yang suka melirikkan matanya kepada segala sesuatu, sehingga ia tertarik dan membebani suaminya untuk membelinya
5. Barraaqah:
Mengandung dua makna:
Pertama: Wanita yang sepanjang hari hanya bersolek merias wajahnya dan menghiasinya supaya wajahnya terlihat cerah
Kedua: Wanita yang suka marah terhadap makanan
6. Syaddaaqah:
Yaitu wanita yang cerewet
At-Tirmidzi telah meriwayatkan dengan sanad hasan bahwa Nabi SAW bersabda “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak adalah tsarsaruun , mutasyaddiquun dan mutafaihiquun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?” beliau menjawab: “Orang yang sombong.
(Tsarsaruun): Banyak berbicara yang menyimpang dari kebenaran
(Mutasyaddiquun): Ucapan yang meremehkan orang lain dan berbicara dengan suara lantang untuk menunjukkan kefasihannya dan bangga dengan ucapannya sendiri.
Dari Kajian Islam Net Room oleh Akhi Ahmad At Tibyan
Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Ibnu Sholeh Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul).
Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa sesungguh banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi mereka menyembah Malaikat, menyembah para Nabi, menyembah orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.
Pembagian Tauhid
Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa ada tauhid terbagi menjadi 3 aspek: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Nama dan Sifat Allah.
Yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dengan amalan dan penyataan yang tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Tuhan, Raja, Pencipta semua makhluk. Dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka. (Lihat Al Jadid Syarh Kitab Tauhid). Meyakini rububiyah yaitu meyakini kekuasaan Allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, misalnya meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan oleh Allah, Allahlah yang memberikan rizqi, Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Allah menggerakan bintang-bintang, dll. Di nyatakan dalam Al Qur’an:
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang” (Al An’am: 1) Read the rest of this entry »
Haji : Panduan Umum
Oleh : Kerajaan Arab Saudi Kementerian Haji

Ibadah Haji
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh dan berakal sekali saja seumur hidup.
Syarat-syarat wajib haji
Selain baligh dan berakal, syarat wajib haji yang terpenting ialah memiliki kemampuan untuk menunaikannya, sesuai dengan firman Allah:
“mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (Q.S. Al Imraan: 97).
Yang dimaksud dengan mampu di sini ialah: sehat jasmani dan memiliki harta untuk biaya selama perjalanan haji dan untuk nafkah keluarga yang menjadi tanggungjawabnya selama ditinggalkan.
Langkah-langkah dan prosedur
1. Berihram di miqat dan berniat haji samada ifrad, qiran atau tamattu’ serta mulai menghindari larangan-larangan ihram.
2. Thawaf qudum.
3. Berada di Mina pada hari Tarwiyah (hari kedelapan bulan Dzulhijjah) atau Arafat (tergantung kondisi jamaah haji atau mana yang lebih mudah dilakukan) sambil tetap mengumandangkan talbiyah.
4. Berada di Arafat pada hari kesembilan Dzulhijjah (berada dalam batas Arafat), karena inti ibadah haji adalah wukuf di Arafat. Selama berada di Arafat disunahkan banyak berdo’a.
5. Setelah matahari tenggelam pada hari kesembilan Dzulhijjah, bertolak menuju Muzdalifah. Sesampainya di Muzdalifah menunaikan shalat Maghrib dan Isya dijamak qashar dan menetap di sana (sesuai kondisi), sekalian memungut tujuh butir kerikil bila memungkinkan. Kalau tidak memungkinkan, boleh mengambilnya di Mina. Bagi yang berhalangan memasuki Muzdalifah seperti penuh sesak atau sebab lainnya, tidak dikenakan sanksi apapun.
6. Menuju perkemahan di Mina.
7. Kegiatan pada Hari Raya Qurban ada empat: Read the rest of this entry »
Makna Ash-Shirat
Ash-shirat sebagaimana yang difahami oleh para ulama salaf adalah titian (jembatan) yang melintas diatas Jahannam. Yaitu apabila manusia telah keluar dari mahsyar menuju kegelapan, sampai ketitian (jembatan). — Tahdzib Syarah Ath-Thahawiyah Dasar-dasar Aqidah Menurut Ulama Salaf, 2/65, At-Tibyan.
Keadaan Ash-Shirat Yang Gelap Gulita
Karena sangat gelapnya maka pada hari itu manusia amatlah butuh dengan cahaya agar mereka bisa melihat. Kondisi yang sangat mengerikan ini telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
”Yaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka, Pada hari ini ada berita gembira untukmu yaitu surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang kamu kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak (12)
Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu” dikatakan “kembalilah kamu kebelakang dan carilah sendiri cahaya”Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa (13)
Orang-orang munafik itu memanggil mereka seraya berkata “Bukankah kami bersama-sama dengan kamu”Mereka menjawab” Benar, tetap kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran)kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh syetan yang amat penipu (14)
Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali (15)” [Al-hadid ayat 12-15] Read the rest of this entry »
Bahan kajian untuk myQ Chat. diambil dari Majalah Nikah
Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” [Ali ‘Imran : 102] Read the rest of this entry »
Sering kali kita dihadapkan pada suatu masalah. Kita telah berusaha semaksimal mungkin namun masalah yang kita hadapi tidak kunjung juga terselesaikan. Ada rasa lelah, gundah, gelisah, dan lain–lain. Dan berharap–harap datangnya pertolongan dari Allah-Rabb semesta alam Yang bersemayam di atas Arsy. Bagaimana caranya agar turun pertolongan Allah ?
1. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.(Muhammad : 7)
2. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)
Di ayat ini dijelaskan bahwa syarat mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan cara menolong Agama Allah. Read the rest of this entry »