Archive for the ‘Coretanku’ Category
Bismillah…
Taukah tentang kisah Ashabul Ukhdud, Raja Najasyi dan Ashabul Fiil? Kisah tersebut ada dalam 1 era zaman. Hasil ngobrol-ngobrol dengan seorang kawan baikku, yang katanya “setia” mengunjungi oryza.or.id… hehehe… Sampai-sampai segala perubahan dikomentari. Syukron yah. Dia nampak “takjub” waktu tahu bahwa kisah Ashabul Ukhdud, Raja Najasyi dan Ashabul fiil ada dalam 1 masa yang berdekatan. Karena udah janji mau bercerita, maka kali ini aku akan bercerita. Pendek saja.
=============
Ashabul Ukhdud, Insya Allah sebagian besar dari kita sudah tau kisah yang ada dalam Surat Al Buruuj 4-6.
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang
berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di
sekitarnya –Al Buruuj 4-6 –
Masih seputar palestine yang dimana-mana menjadi salah satu bahan pembicaraan. Entah itu di warung makan, warung kopi, bahkan sampai di dunia chat. Seperti halnya tadi malam, seorang kawan melempar sebuah topik diskusi tentang palestina.
Ada 3 pemikiran menarik yang dilontarkannya, yaitu
1. Pasifnya sebagian besar rakyat palestine terhadap serangan Yahudi
2. Hamas yang terlalu mengusung bendera hamasnya saat melawan Yahudi
3. Tujuan rakyat palestine berjuang
Poin pertama dan kedua, kawan berargumen bahwa rakyat palestina saat ini semangat berjuangnya kurang. Sementara perjuangan hamas terlalu dibesar-besarkan media. Bukan perjuangan rakyat palestine itu sendiri, tapi perjuangan kelompok (Hamas). Tentu saja tidak semua rakyat palestine adalah Hamas. Seharusnya dalam keadaan seperti ini, bendera-bendara kelompok ditanggalkan, rakyat bersatu padu.
Masih menurut kawan tersebut, suara rakyat palestine terbagi-bagi, ada yang ingin damai saja, ada yang ingin berjuang sampai titik darah penghabisan serta ada yang hanya menunggu dan mengharap belas kasihan dan bantuan dari negara lain. Seharusnya tidak begitu ujarnya, mereka (rakyat palestine) harus berjuang dan melawan supaya tidak menjadi bangsa yang hina seperti sekarang.
Sempat juga aku menyanggah, “Tapi kan rakyat palestine adalah rakyat yang lemah. Kekurangan dalam segala hal, makanan, minuman, dan terutama senjata. Nt kan tahu gimana canggihnya senjata para zionist itu”
Dengan kalem dia menanggapi, “Percaya sama Allah kan?
Aku menjawab tanpa keraguan, “Ya”
Dia pun meneruskan, “Ingat di Afganistan? Batu ajah bisa jadi bom yang mematikan. Pesawat tempur bisa dilawan dengan burung atas kehendak Allah. Sesungguhnya kita orang yang lemah, senjata secanggih apa pun tidak bermanfaat. Tanpa seijin Allah.”
Itu mungkin yang tidak dipikirkan rakyat palestine. Oyah… berikut ini video bagaimana sebuah F16 yang jatuh karena seekor burung. Tentu saja atas ijin Allah.
Selanjutnya dia menambahkan tentang tujuan berjuang/berperang di atas panji Allah serta laa ilaha illallah. Dan tentu saja tidak lupa soal tauhid yang selalu dia nasehatkan kepadaku.

Bismillah…
Sering kali membeli buku ibarat membeli kucing dalam karung. Kalau boneka kucing dalam karung yang dijual di Corniche Jeddah sih lucu, apalagi kucing yang ukuran besar, bisa bergetar di tangan. Huehehe….
Back to topic, Buku yang dijual di kebanyakan toko buku biasanya tersampul plastik rapat. Dibuka saja tidak boleh apalagi diintip. Ditambah tulisan yang dipajang gede oleh si pemilik toko, “Membuka segel berarti membeli”. Akibatnya membeli buku hanya mengandalkan deskripsi singkat di belakang sampul. Itu pun sering kali “menipu”. Isi tidak sesuai yang diharapkan. Yaah… rumus Don’t judge a book by its cover sangat berlaku.
Jadi, kalau beli buku diusahakan minimal harus cek resensi. Atau kalau pedagangnya agak pintar dan tau isi bukunya, biasanya nanya dulu kepada mereka. Tapi kebanyakan sih engga pintar alias ndak ada waktu baca-baca barang dagangannya. Jangankan tau isinya, kadang si pedagang pun tidak tau judul buku yang kucari. Itu sih benar-benar amat sangat kebangetan. Ah… tapi kan sekarang ada komputer. hehehe… tinggal pencet-pencet aja, dalam sekian detik si pedagang tau judul bukunya. Bahkan pengarang dan penerbitnya.
Nah sukur-sukur kalau toko bukunya baik hati, ngasih 1 display yang tidak tersegel. Jadi si calon pembeli bisa bebas mengintip isinya. Kalau yang tipe pelid (n tak punya duid) bisa dapat bacaan gratis.
Mendapat gambaran isi bukunya beberapa halaman benar-benar sangat berarti. Karena resensi dan deskripsi di sampul belakang buku tidak lah cukup. Yang juga penting adalah cara dan bagaimana si penulis/penerjemah merangkai kalimat, hal tersebut menentukan nikmatnya sebuah buku untuk dilahap. Bahasan, tema dan topiknya bagus tapi rangkaian kalimatnya tidak terangkai indah, tentu saja mengurangi “cita rasa” buku.
Alhamdulillah sekarang google menyediakan fasilitas pencarian buku (google books search) yang menampilkan “contoh”/preview beberapa halaman dari bermacam-macam judul buku yang telah beredar di dunia. Namanya Google Books. Semacam katalog buku super lengkap. Buku-buku yang ditampilkan ada yang full version, ada pula yang hanya beberapa halaman saja. Google mengundang penerbit dan perpustakaan untuk menampilkan buku-buku mereka. Beberapa halaman dapat dibaca gratis di http://books.google.com/
Tentunya hubungan timbal balik seperti ini semua pihak saling menguntungkan. Pembaca atau book hunter dengan mudah mendapat gambaran isi buku yang akan dibeli, publisher/penerbit diuntungkan sebagai promosi gratis, serta tentunya untuk pihak google sendiri mendapat tambahan koleksi buku yang “halal” dan tidak ribet dengan masalah gugatan pembajakan.
Sebagai tambahan, para pengunjung yang memiliki account google dapat dengan mudah menambahkan buku-buku yang dimiliki google books ke dalam virtual librarynya masing-masing. Library virtual-ku ada di sini
Semoga kedepannya layanan Google Books semakin baik. Terutama untuk penataan librarynya.
Pemerintah beberapa waktu lalu menurunkan harga BBM seiring turunnya harga minyak dunia. Harga BBM turun sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 1 desember 2008 dan 15 desember 2008. Sumber berita, lihat di sini.
Meski demikian, Coco Cola Indonesia malah menaikkan harga produk softdrinknya (Sprite, Fanta, Coca cola ukuran small). Tidak tanggung-tanggung naiknya, yaitu Rp 4000,- perkrat. Padahal tanggal 25 oktober 2008 lalu coca cola sudah menaikkan harga sebesar Rp. 1000,-. Tidak sampai 3 bulan sudah naik harga lagi… ck… ck… ck….
Mungkin kenaikan empat ribu rupiah (Rp. 4000,-) tidak menjadi masalah bagi pengusaha besar tetapi bagi penguasa kecil seperti warung makan pinggir jalan (kaki lima) sangatlah berarti. Hasil ngobrol-ngobrol dengan salah satu ibu-ibu pemilik warung makan, si ibu mengeluh naiknya harga softdrink produk coca cola. Memang harga baru mulai berlaku hari ini (sabtu, 17 Januari 2009), tapi tentu saja pedagang kecil harus perhitungan ulang dengan harga beli yang mahal. Si ibu tersebut berencana menukar krat produk coca cola dengan produk minuman botol buatan dalam negeri. Karena dia mengambil di agen, jadi bisa tukar menukar krat dengan mudah (apalagi kalau sudah sangat akrab dengan pemilik agen). Hehehe… apa sih yang tak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan di Indonesia raya.
Kenaikan harga produk coca cola yang cukup tinggi menimbulkan pertanyaan dan dugaan-dugaan. Kenapa di saat BBM turun, coca cola naik harga? Kenapa di saat serangan Israel ke palestine sedang gencar diberitakan, coca cola naik harga? Kenapa di saat beberapa umat muslim baik di Indonesia maupun luar negeri melakukan boikot, coca cola malah naik harga? Apa benar hasil penjualan mereka mengalir untuk mendanai serangan Israel ke palestine?
Himbauan boikot produk coca cola sebenarnya sudah gencar dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Salah satu website yang konsisten memberi wacana boikot adalah Innovative Minds (atau inminds). Mengenai kampanye boikot produk coca cola bisa dilihat di http://www.inminds.com/boycott-coca-cola.html
Perang memang membutuhkan dana yang besar. Dan kalau pun memang benar coca cola adalah salah satu penyandang dana Israel, apakah seruan-seruan boikot harus tetap harus dilakukan? Bukankah dulu kaum muslim juga membeli air dari sumur Yahudi, sampai akhirnya sumur tersebut dibeli oleh Utsman bin Affan. Kalaupun coca cola sangat dibutuhkan kaum muslim, ada baiknya perusahaannya dibeli oleh si muslim yang dermawan. hueheheh…. Kalau tidak dibutuhkan yah useless lah, mending minum es kelapa muda di pinggir pantai.
— sekedar coretan tanpa makna —
Bismillah…
Berikut ini nama-nama syaikh yang menjadi Imam di Masjid Nabawi saat shalat Subuh, Magrib, Isya dan Jumatan dari tanggal 24 November 2008 – 5 Desember 2008. Nama surat yang dibacakan juga kucantumkan. Subhanallah… Hamdulillah… Senang rasanya shalat di belakang mereka dan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al Quran yang indah. Bahkan terkadang sampai membuat air mata bercucuran.
Tapi karena belum sempat diketik, jadi bentuk scan tulisan tangan ajah dari buku catatan harianku.

Masih tentang catatan perjalanan Haji. Aku lupa tepatnya kapan ini di tulis. Karena seluruh catatan perjalanan bercampur-campur dalam buku catatan kecil.
Kisah bermula pada hari nafar awwal, setelah kami melempar jumroh. Saat itu Imdad dikunjungi kawannya yang saat ini sedang belajar di negeri Yaman. Kebetulan tahun ini ia berhaji dan ikut rombongan kami (karena diajak Imdad tentunya). Sayangnya aku lupa siapa namanya. Wajah Imdad dan dia agak mirip, bahkan saking miripnya kukira keduanya bersaudara. Tapi bedanya, temannya ini sangaaat pendiam.
Entah gimana awalnya sehingga, teman Imdad mau membuka suaranya dan menceritakan kepadaku sedikit tentang kota Sanaa lama (old sanaa city) di Negeri Yaman, di mana Abrahah yang keji membangun gereja megahnya. Memang berhaji atau berumroh seakan menapak tilas perjalanan sejarah Islam.
Siapa yang tidak kenal dengan Abrahah. Tentulah dulu saat kanak-kanak maupun SD, guru agama atau guru ngaji pernah menceritakan tentang kisah Abrahah. Yang merasa tidak pernah diceritain/tidak tau kisah Abrahah, ah kasian sekali dirimu. Hehehehe….
Abrahah adalah seorang kristiani yang berasal dari Habasyah, yang kemudian menjadi penguasa negeri Yaman. Ia sangat iri melihat Ka’bah yang senantiasa ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai penjuru. Mereka datang untuk beribadah (thawaf) dan mengagungkan Allah. Sampai timbul keinginan Abrahah membangun sebuah gereja megah dan indah sebagai tandingan ka’bah, agar orang-orang tertarik untuk mengunjungi gerejanya dan meninggalkan Ka’bah. Gereja tersebut terkenal dengan sebutan Al Qalis. Rupanya rencana jahat Abrahah ini terdengar sampai ke kota Makkah, sehingga pada suatu malam salah seorang dari suku Quraishy, yang marah atas rencana busuk Abrahah, nekad mendatangi gereja Abrahah dan buang hajat (berak) di dalam gereja.
Begitu tau gerejanya dikotori oleh penduduk Makkah, Abrahah marah dan memerintahkan tentaranya menyerang kota Makkah serta menghancurkan Ka’bah. Mereka berangkat ke kota Mekkah dengan mengendarai gajah. Kemudian Allah menurunkan burung ababil dengan batu berapi di paruh serta kakinya, untuk melindungi Ka’bah dari serangan Abrahah dan pasukan gajah. Kemudian Abrahah pun terluka dan kembali ke negeri Yaman. Sesampainya di sana, dia pun mati dengan tubuh yang penuh luka mengerikan.
Saat ini bekas gereja Abrahah yang terletak di kota Sanaa lama (old sanaa city) menjadi tempat pembuangan sampah.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Abu Hurairah RadhiyallahuAnhu, dari Rasululullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung….
![]()
Abraj Al Bait… sebuah gedung tinggi yang mewah, berada di sebuah tanah suci umat muslim. Tegak berdiri tepat di depan masjidil haram. Sungguh mengerikan dan menakutkan membaca hadits di atas… lalu kemudian mengalihkan pandangan mata kepada gedung jangkung yang sedang dikebut pembangunannya.
Kengerian makin bertambah saat menempati gedung tersebut, tidur menginap di dalamnya dan memandang menara masjidil haram yang berada jauh di bawah…. kalah tinggi dengan jendela kamar salah satu tower komplek Abraj Al Bait. Air mata meleleh. Ya Allah… kenapa…. tanda-tanda kiamat yang telah dikabarkan oleh Rasulullah, utusan-Mu, sang pemberi peringatan…. kini nampak bertambah jelas. Berapa lama lagi umur manusia ini… Engkau genggam?
Pembangunan komplek tower Abraj Al Bait direncanakan dengan tinggi 595 Meter, serta dengan jumlah lantai sebanyak 76 lantai, diperkirakan akan selesai tahun 2010. Sebuah gedung tinggi, megah dan mewah dengan bangunan hotel bintang 5 serta pusat perbelanjaan kelas atas. Berada satu paket di dalamnya, Ada 7 tower yang dibangun, yaitu tower Hajar, Sara, Zamzam, Maqam, Marwa, Safa dan Tower Hotel. 4 diantaranya telah selesai dibangun dan disewakan untuk hotel jamaah haji.
Ironis memang… diantara kesakralan dan kesucian tempat kiblat ibadah umat muslim, berdiri di depannya sebuah komplek gedung angkuh… seakan menantang kekhusyu’kan ibadah. Ditawarkan di dalamnya berbagai kesenangan dunia yang melalaikan.
Qadarullah… Aku menginap di salah satu tower Abraj Al Bait, yaitu tower Zamzam tepatnya di lantai 22, kamar nomer 23. Dari jendela kamar, terlihat pemandangan masjidil haram yang begitu jelas. Menaranya yang kalah tinggi. Dari kejauhan terlihat pergerakan manusia hendak menuju maupun meninggalkan pusat kiblat umat muslim seluruh dunia.
Tidak itu saja, dari jendela pun terlihat pemandangan kota Mekkah serta terkadang ditambah sebuah pemandangan gunung batu yang tengah dihancurkan dengan dinamit, debu-debu yang berterbangan. Gunung-gunung tersebut sebentar lagi, entah 1 atau 2 tahun lagi akan berganti dengan gunung baru, yaitu gunung jangkung berbentuk bangunan hotel.
Ya Allah… Ampunilah kami, manusia-manusia yang senantiasa membuat kerusakan di muka bumi…
Mencermati tingkah laku Yahudi akhir-akhir ini sangat menarik. Tapi kali ini aku tidak sedang membahas serangan-serangan mereka terhadap orang palestine. Ada lagi yang juga penting diwaspadai, yaitu proyek besar penanaman pohon Gharqad di tanah suci Yahudi.
Pohon gharqad inilah yang nantinya akan melindungi, saat mereka (Yahudi) dikejar-kejar pasukan/orang muslim menjelang akhir zaman. Lengkapnya silakan merujuk buku-buku tentang hari Kiamat.
Yahudi sejak lama mengetahui keutamaan pohon Gharqad dan tentu saja mereka juga tahu tentang perang besar menjelang akhir zaman. Oleh karena itulah dipersiapkan apa-apa yang kiranya bermanfaat bagi mereka.
Dr. Muhammad Al-Arifi (Saudi) beberapa waktu lalu juga mengatakan bahwa orang-orang Yahudi saat ini sedang sibuk menanam pohon gharqad di sekeliling rumah mereka. seakan-akan pohon tersebut menjadi benteng kokoh yang melindungi rumah dan keluarga. Video di bawah ini adalah penyataan Dr. Al-Arifi tentang penanaman pohon gharqad di tanah Yahudi.
