Archive for the ‘Curhat’ Category
Nada dering atau ringtone, penanda handphone sedang berbunyi. Banyak orang yang hobi menghias nada deringnya dengan beraneka macam bunyi-bunyian. Mulai dari suara lagu terbaru, suara hewan-hewan atau bahkan lantunan ayat-ayat suci Al Quran.
Kisah ini terjadi di toilet wanita masjid nabawi. Kala itu aku baru saja keluar dari kamar mandi nomer 314 dan hendak mengambil sabun untuk cuci tangan yang ditempel di tembok. Tiba-tiba di salah satu kamar mandi terdengar suara ringtone… Ironisnya suara Syaikh Sudais sedang membawakan Al Baqarah 255 atau ayat Kursi.
Beberapa wanita baik yang bercadar hitam maupun tidak, ribut-ribut mencari asal suara, kemudian menggedor-gedor pintu kamar mandi yang bersuara Syaikh Sudais. Mereka berkerumun di depan pintu. Kurang lebih ada 5 orang. Aku yang saat itu, tadinya hendak mengambil sabun, ikut bergabung dengan kerumunan.
Sepertinya yang di dalam kamar mandi sedang panik. Mungkin dia nyari handphonenya yang tidak ketemu-temu (terbukti dengan suara syaikh Sudais yang masih bunyi), ditambah gedoran pintu kamar mandi. Sementara yang di luar kamar mandi, tetap ribut-ribut berkomentar. Termasuk wanita Arab disebelahku. Aku cuma menangkap beberapa kata saja. Tapi Kurang lebih artinya, “ayat-ayat Quran seharusnya tidak dibawa ke kamar mandi” Aku mengangguk mengiyakan.
Akhirnya kamar mandi pun dibuka, seorang wanita muda berjas warna hijau telur asin keluar. “Aaahh…. orang Indonesiaaaa…” Batinku miris sekaligus gregetan. Salah satu dari wanita yang berkerumun itu memarahi wanita tersebut. Tepatnya mungkin menasehati tapi dengan nada yang keras. Sementara yang dinasehatin, wallahualam sepertinya juga nampak kesal. Entah kesal karena apa. Dia pun cepat-cepat pergi menerobos kerumunan.
Nabawi – Magrib, 24 November 2008 – 27 Dzulkaidah 1429
Surat Ar-Rahmaan adalah salah satu surat favoritku. Sampai-sampai dulu pengen dapat mahar hapalan surat ini. Hamdulillah… Saat shalat Magrib imam Masjid Nabawi Syaikh Al Budair membacakan surat ini di rakaat yang pertama dan kedua. Bacaannya begitu syahdu dan menyentuh Qalbu. Tak terasa air mata meleleh sampai sesenggukan mendengar bacaan surat Ar-Rahmaan. Apalagi saat syaikh Budair membaca ayat
????? ???? ????????? ?????
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
yang diulang sampai 3x. Masya Allah…
Meski syaikh hanya membaca sampai di ayat 28 saja tetapi cucuran air mata dan getaran di hati tak dapat dibendung.
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Muzdhalifah, 7 – 8 Desember 2008 / 9 – 10 Dzulhijjah 1429
Mungkin jarang-jarang jamaah haji plus bisa mabit di muzdhalifah. Mabit yang benar-benar mabit, bukan menginap di bus yang terjebak macet.
Turun di kawasan muzdhalifah, menginap beratapkan langit dan beralas tikar. Sungguh pada saat itu terasa sekali bagaimana menjadi orang yang tak memiliki apa-apa. Seorang hamba yang lemah, tak berdaya, tak berharta. Yang dimiliki hanya bekal iman, takwa serta tawakal kepada Allah.
Segalanya yang tadinya dimiliki seakan hilang tak pernah ada. Rumah yang besar, hangat dan nyaman, tempat tidur dan bantal yang empuk, makanan minuman yang banyak, enak dan lezat. Dinding kokoh yang melindungi dari sengatan dingin. Semua menguap. Bak fatamorgana di tengah padang pasir. Yang ada hanyalah sebuah tikar terbentang di atas tanah pasir. Aku pun duduk, berbaring dan tidur di atasnya, memandang pekatnya malam yang berhias bintang-bintang serta bulan.
Di antara kami tidak ada yang mengeluh. Sibuk termenung dalam pikiran masing-masing. Ada yang berdzikir, ada yang bengong, ada yang sibuk mengais-ais pasir mencari batu, ada pula yang tidur. Yang kutau mereka tadinya dari kalangan berada bahkan bisa dibilang lebih dalam harta. Tapi kali ini, di sini… di Muzdhalifah. Semua sama.
Apa kau tak ingin pulang?
Satu pertanyaan yang cukup membuat tercekat tenggorokan ini. Aku hanya mengangguk pelan, antara terlihat dan tak terlihat.
Seperti biasa dengan bijak, ia menatapku… lalu melanjutkan
“Pulang atau tak pulang…. yakinlah itu adalah pilihan yang terbaik dari Allah. Tanah Makkah dan tanah Madinah begitu membius, seakan hati engkau terpaut dan tak ingin berpisah dengannya. Namun yakinlah, Allah memilihkan tempat tinggal yang terbaik untukmu”
Meski ada satu bagian dari yang seakan hilang, meski hati terasa sempit dan hampa… Tapi aku di sini… aku pulang….
Waktu….
Begitu cepat berlalu….
Kini tiba saatnya aku akan pergi…
Ya Allah… Jagalah hatiku ini
Supaya senantiasa terpaut kepada-Mu
Ya Allah… luruskan lah jalanku
Agar selalu mengharapkan Ridho-Mu
Ya Allah… Jauhkanlah aku dari perbuatan riya
Ya Allah… Jauhkanlah aku dari apa-apa yang menjadi larangan-Mu
Ya Allah… hanya kepada-Mu lah diri yang lemah ini mengharap pertolongan
=======
Sebentar lagi aku akan pergi… Sebentar lagi aku akan meninggalkan rumah… Sebentar lagi aku akan meninggalkan kamarku yang nyaman….
Sebulan, aku akan bolos taklim… Sebulan aku absen dari majelis-majelis ilmu… Sebulan aku akan meninggalkan buku-buku tercinta….
Perasaan ini… bercampur… antara sedih dan bahagia…. Ya Allah… Jagalah hatiku ini, untuk senantiasa istiqomah berjalan sesuai tuntunan agama-Mu.
Ini obrolanku dengan seorang sahabat beberapa waktu lalu, Sambil termenung… kutatap layar di hadapanku.
teman (11/12/2008 9:46:38 PM): assalaamualaykum, nduk durng turu toh, ora siap2?
zha^^v (11/12/2008 9:48:06 PM): wa’alaykumussalam
zha^^v (11/12/2008 9:48:14 PM): durung
teman (11/12/2008 9:50:37 PM): koq wis bengi koyo iki masih durung turu?
zha^^v (11/12/2008 9:51:12 PM): td kan denger kajian
teman (11/12/2008 9:52:02 PM): ooooooooooooooooooo? ndak lagi nglamun toh?
zha^^v (11/12/2008 9:53:16 PM): dikit
teman (11/12/2008 9:53:54 PM): wah mau safar masih suka nglamun nanti piye toh?
zha^^v (11/12/2008 9:54:11 PM): hehehe
teman (11/12/2008 9:54:35 PM):
zha^^v (11/12/2008 9:55:03 PM): ga tau akhir2 ini kyk kekurangan waktu belajar
teman (11/12/2008 9:57:23 PM): mau nam,bah berapa lagi sdh diksh 24 jam mau brp lagi?
zha^^v (11/12/2008 9:57:42 PM): hehehehe
zha^^v (11/12/2008 9:58:07 PM): iyah yah
zha^^v (11/12/2008 9:59:03 PM): takut pas di sana ilmu kurang
teman (11/12/2008 10:00:53 PM): baguslah,trus belajar yah jangan pake nglamun
zha^^v (11/12/2008 10:01:04 PM): insya Allah
zha^^v (11/12/2008 10:02:46 PM): nanti di sana belajar ke siapa yah?
zha^^v (11/12/2008 10:03:16 PM): di sini bisa denger kajian2 ust
zha^^v (11/12/2008 10:03:25 PM):
zha^^v (11/12/2008 10:04:36 PM): takut ga bisa belajar ajah
teman (11/12/2008 10:05:08 PM): banyaklah ada mhsswa2 madinah,ada ust ***** dll
Hampir saja mimpi itu terlupakan. Sebuah mimpi yang indah, Alhamdulillah. Anugerah dari Allah. Mungkin kalau ingat dan diceritakan bikin mata selalu berkaca-kaca, hadiah mimpi terindah dari Allah.
Awal mulanya, seperti biasa. Ngobrol-ngobrol sama teman. Lalu bahasan beralih pada rangkaian nasehat-nasehat yang diberikannya. Agar selalu sabar, agar selalu tawakal, pasrahkan semua kepada Allah, bahwa hidup adalah ujian.
Kuceritakan padanya tentang mimpiku. Entah gimana awalnya, di mimpi itu aku melihat diriku sedang berada di Masjidil Haram, bersama seorang laki-laki. Ia mengenakan baju ihram dan aku pun juga tengah berihram dengan baju favoritku. Kala itu kami berdua baru saja selesai thawaf dan hendak menuju shafa untuk menunaikan sa’i. Ia menggandeng tanganku… terkadang memindahkan lengannya untuk merangkul bahuku. Masya Allah…
Selalu saja timbul pertanyaan tentang laki-laki di sampingku… apakah ia yang akan menjadi pendampingku kelak? apakah ia suamiku kelak? Dan sungguh, mimpi itu tak cuma sekali saja datangnya.
Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
——————-
Jika… dan berandai-andainya terpaksa dicoret. Karena berandai-andai tidak baik.
NB : Sumbernya googling ajah. Karena udah berantai panjang jadi gak jelas siapa penulis asliny
Alhamdulillah ahad lalu kebeli juga kitab yang diidam-idamkan selama ini yaitu kitab Tafsir ibnu katsir jilid lengkap 1-8. Edisi HardCover. Lumayan berat hahaha…. Buat nambahin barisan koleksi kitab terjemahan di rumah. Investasi ilmu dunia akhirat.
Selain kitab ibnu Katsir dateng barengan juga dengan Al Wajiz. Beberapa kitab masih jadi incaran. Mudah-mudah ada rezeki dan bisa segera menghadirkan mereka di rumah.
Tinggal beberapa jam lagi temen chat yang asyik dan copo ono akan pergi. Perginya bukan kemana-mana tapi pulang ke kampung halaman. Gak terasa udah lama kenal sama dia. Dari sekitar 2004-2005an. Penghuni kerajaan malam pun habislah sudah.
Empty room. Ruang yang kosong. Sebenarnya sudah terasa sejak satu persatu dari kami pergi. Saat menatap id kawan-kawan yang tiap malam selalu nyala kuning lalu tiba-tiba menjadi gelap dan kelabu. Suram. Ah… yah… mungkin memang sudah saatnya.
Sempat terpikir juga. The Last friend pun akan segera pergi. Siapa yang akan jadi tempat berbagi? Siapa yang akan memberi nasehat? Siapa yang mengingatkan jika alpa? Siapa yang akan jadi teman bercanda tawa? Menertawai hidup dan kehidupan yang serba aneh. Dan terutama… siapa yang kemudian akan menasehati dan mengingatkan agar selalu istiqomah di atas Quran dan Sunnah. Agar selalu teguh di atas agama Allah, beraqidah lurus dan mentauhidkan Allah.
Temanku inilah yang dulu pernah membantu memilihkan judul buku. Sebuah buku yang Insya Allah akan menjadi pondasi yang kokoh terhadap peng-Esa-an Allah, yaitu Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi. Kitab ini layaknya memang harus dihapal oleh setiap kaum muslim, agar senantiasa lurus di jalan Allah.
Dia yang, dengan ijin Allah, selalu mengingatkan bahwa Life is Test. Sabar n Tawakkal. Serahkan semua kepada Allah. Berdoa kemudian ikhtiar. Selalu berdoa dengan yakin bahwa Allah akan mengabulkan.
Dan yang terakhir, jangan banyak-banyak tidur. Lakukan sesuatu yang bermanfaat misalnya bersihin got, menyapu jalan raya, menyemprot genting saat hari panas, yah… pokoknya sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. So simple… dia bilang, manusia ada yang bermanfaat bagi orang lain, ada yang bermanfaat bagi dirinya sendiri ajah, ada yang tidak bermanfaat bagi orang lain maupun sendiri.
Dia pun akan segera pergi. Sungguh akan sangat kehilangan seorang teman baik. Pernah aku katakan padanya, “gimana yah kalau nt jadi pulang, nanti curhat sama siapa.” Dia bilang, “gampang kan ada sms.”
Yah tentu susah nyari teman asyik, yang sama-sama suka ngerjain orang, yang sama-sama suka isengin orang. hahaha… ini salah satu obrolan yang mungkin layak dikenang
zha (10/11/2008 10:13:42 PM): ntar bulan depan ga bisa ngerjain
temanku (10/11/2008 10:14:08 PM): kenapa emang bulan depan
zha (10/11/2008 10:14:20 PM): kan ke *****
zha (10/11/2008 10:14:46 PM): di sana ga mau ah gangguin
temanku (10/11/2008 10:14:49 PM): owh iya
temanku (10/11/2008 10:14:56 PM):
temanku (10/11/2008 10:15:03 PM): dikira mau ke rahmatullah
zha (10/11/2008 10:15:10 PM): asyik tuh
temanku (10/11/2008 10:15:31 PM):
temanku (10/11/2008 10:15:41 PM): entar di sana bisa ceting ga
zha (10/11/2008 10:15:57 PM): kadang rindu banget pengen ketemu Allah tuh
zha (10/11/2008 10:16:05 PM): bisa kayaknya
temanku (10/11/2008 10:16:12 PM): inshaAllah
zha (10/11/2008 10:16:25 PM): kan masuk surga segalanya diturutin yah minta laptop
temanku (10/11/2008 10:16:26 PM): entar kumpulin tuh yang suka ceting
zha (10/11/2008 10:16:31 PM): iyah
zha (10/11/2008 10:16:43 PM): asyik tuh
temanku (10/11/2008 10:17:31 PM): langsung ada
temanku (10/11/2008 10:17:31 PM):
temanku (10/11/2008 10:17:31 PM): ada kan tuh di surat apaan
temanku (10/11/2008 10:17:31 PM): di albaqarah klw ga salah
zha (10/11/2008 10:17:47 PM): yupz
Alhamdulillah setelah cukup lama hunting token Mandiri, akhirnya dapat juga tokennya pada tanggal 9 oktober 2008. Token Mandiri ini cukup langka dan susah didapatkan. Bolak-balik saya harus tanya ke Bank Mandiri Sidoarjo tapi ternyata jawabannya selalu belum ada. Kurang lebih setahun nanyain, sampai CSnya hapal. “Mohon maaf mbak. Tokennya belum ada. Kami sudah mengajukan permintaan tapi belum dikirim.”
Hampir saja saya hopeless dan berkesimpulan bahwa token mandiri tidak akan pernah ada. Akhirnya dengan berat hati saya memutuskan menutup rekening pribadi di Mandiri. Rencana awal mau pindah ke BCA yang sama-sama menyediakan internet Banking. Kemungkinan alternatif berikutnya menyatukan rekening bank milik ibu. Jadi one single account at Mandiri.
Jadilah alternatif kedua yang dipilih. Buku tabungan dibawa bunda, ATM-nya saya yang pegang. Alhamdulillah penyatuan rekening benar-benar praktis. Dan ternyata di Bank Mandiri tempat ibunda membuka rekening, token Mandiri masih ada. Benar-benar bersyukur sekali. Meski demikian, token dan internet banking tidak dapat langsung digunakan. Hari jumat, 9 oktober 2008 internet banking tercatat belum aktif. Hari sabtu, minggu, sampai senin pagi belum aktif juga. Akhirnya senin malam, kembali saya cek website Mandiri ternyata sudah aktif dan dapat digunakan untuk transaksi. Alhamdulillah. Padahal kalau belum aktif, rencananya selasa mau komplain ke CS Mandiri. Hehehe….
Meski begitu, baru hari ini rekeningnya dipakai transaksi. Sebagai ujicoba, transaksi pertama transfer ke PANDI, yaitu untuk memperpanjang domain oryza.or.id. Sekalian diperpanjang 2 tahun. Biar praktis. Alhamdulillah sukses. Kurang dari 30 menit prosesnya selesai. Cukup cepat untuk ukuran transfer, konfirmasi pembayaran serta pengaktifan domain. Dari Pandi juga cukup memuaskan dalam hal konfirmasi pembayaran. Salut deh. Andai semua fasilitas publik seperti ini. Pasti memuaskan. Tidak perlu antri, keluar rumah, ninggalin kerjaan dll.
So far so good lah. Meski harus berhati-hati agar token Mandiri tidak kepencet-pencet. Soalnya 3 kali salah masukin PIN bisa keblokir deh.
