Archive for the ‘Haji’ Category
Haji : Panduan Umum
Oleh : Kerajaan Arab Saudi Kementerian Haji

Ibadah Haji
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh dan berakal sekali saja seumur hidup.
Syarat-syarat wajib haji
Selain baligh dan berakal, syarat wajib haji yang terpenting ialah memiliki kemampuan untuk menunaikannya, sesuai dengan firman Allah:
“mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (Q.S. Al Imraan: 97).
Yang dimaksud dengan mampu di sini ialah: sehat jasmani dan memiliki harta untuk biaya selama perjalanan haji dan untuk nafkah keluarga yang menjadi tanggungjawabnya selama ditinggalkan.
Langkah-langkah dan prosedur
1. Berihram di miqat dan berniat haji samada ifrad, qiran atau tamattu’ serta mulai menghindari larangan-larangan ihram.
2. Thawaf qudum.
3. Berada di Mina pada hari Tarwiyah (hari kedelapan bulan Dzulhijjah) atau Arafat (tergantung kondisi jamaah haji atau mana yang lebih mudah dilakukan) sambil tetap mengumandangkan talbiyah.
4. Berada di Arafat pada hari kesembilan Dzulhijjah (berada dalam batas Arafat), karena inti ibadah haji adalah wukuf di Arafat. Selama berada di Arafat disunahkan banyak berdo’a.
5. Setelah matahari tenggelam pada hari kesembilan Dzulhijjah, bertolak menuju Muzdalifah. Sesampainya di Muzdalifah menunaikan shalat Maghrib dan Isya dijamak qashar dan menetap di sana (sesuai kondisi), sekalian memungut tujuh butir kerikil bila memungkinkan. Kalau tidak memungkinkan, boleh mengambilnya di Mina. Bagi yang berhalangan memasuki Muzdalifah seperti penuh sesak atau sebab lainnya, tidak dikenakan sanksi apapun.
6. Menuju perkemahan di Mina.
7. Kegiatan pada Hari Raya Qurban ada empat: Read the rest of this entry »
Nada dering atau ringtone, penanda handphone sedang berbunyi. Banyak orang yang hobi menghias nada deringnya dengan beraneka macam bunyi-bunyian. Mulai dari suara lagu terbaru, suara hewan-hewan atau bahkan lantunan ayat-ayat suci Al Quran.
Kisah ini terjadi di toilet wanita masjid nabawi. Kala itu aku baru saja keluar dari kamar mandi nomer 314 dan hendak mengambil sabun untuk cuci tangan yang ditempel di tembok. Tiba-tiba di salah satu kamar mandi terdengar suara ringtone… Ironisnya suara Syaikh Sudais sedang membawakan Al Baqarah 255 atau ayat Kursi.
Beberapa wanita baik yang bercadar hitam maupun tidak, ribut-ribut mencari asal suara, kemudian menggedor-gedor pintu kamar mandi yang bersuara Syaikh Sudais. Mereka berkerumun di depan pintu. Kurang lebih ada 5 orang. Aku yang saat itu, tadinya hendak mengambil sabun, ikut bergabung dengan kerumunan.
Sepertinya yang di dalam kamar mandi sedang panik. Mungkin dia nyari handphonenya yang tidak ketemu-temu (terbukti dengan suara syaikh Sudais yang masih bunyi), ditambah gedoran pintu kamar mandi. Sementara yang di luar kamar mandi, tetap ribut-ribut berkomentar. Termasuk wanita Arab disebelahku. Aku cuma menangkap beberapa kata saja. Tapi Kurang lebih artinya, “ayat-ayat Quran seharusnya tidak dibawa ke kamar mandi” Aku mengangguk mengiyakan.
Akhirnya kamar mandi pun dibuka, seorang wanita muda berjas warna hijau telur asin keluar. “Aaahh…. orang Indonesiaaaa…” Batinku miris sekaligus gregetan. Salah satu dari wanita yang berkerumun itu memarahi wanita tersebut. Tepatnya mungkin menasehati tapi dengan nada yang keras. Sementara yang dinasehatin, wallahualam sepertinya juga nampak kesal. Entah kesal karena apa. Dia pun cepat-cepat pergi menerobos kerumunan.
Muzdhalifah, 7 – 8 Desember 2008 / 9 – 10 Dzulhijjah 1429
Mungkin jarang-jarang jamaah haji plus bisa mabit di muzdhalifah. Mabit yang benar-benar mabit, bukan menginap di bus yang terjebak macet.
Turun di kawasan muzdhalifah, menginap beratapkan langit dan beralas tikar. Sungguh pada saat itu terasa sekali bagaimana menjadi orang yang tak memiliki apa-apa. Seorang hamba yang lemah, tak berdaya, tak berharta. Yang dimiliki hanya bekal iman, takwa serta tawakal kepada Allah.
Segalanya yang tadinya dimiliki seakan hilang tak pernah ada. Rumah yang besar, hangat dan nyaman, tempat tidur dan bantal yang empuk, makanan minuman yang banyak, enak dan lezat. Dinding kokoh yang melindungi dari sengatan dingin. Semua menguap. Bak fatamorgana di tengah padang pasir. Yang ada hanyalah sebuah tikar terbentang di atas tanah pasir. Aku pun duduk, berbaring dan tidur di atasnya, memandang pekatnya malam yang berhias bintang-bintang serta bulan.
Di antara kami tidak ada yang mengeluh. Sibuk termenung dalam pikiran masing-masing. Ada yang berdzikir, ada yang bengong, ada yang sibuk mengais-ais pasir mencari batu, ada pula yang tidur. Yang kutau mereka tadinya dari kalangan berada bahkan bisa dibilang lebih dalam harta. Tapi kali ini, di sini… di Muzdhalifah. Semua sama.
“Artinya : Mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [Ali-Imran : 97]
Allah memerintahkan manusia yang mampu untuk menjalankan ibadah haji. Tetapi sayangnya ibadah yang agung dan mulia untuk menggapai ridho Allah terkadang, atau bahkan sering, harus dipersulit oleh manusia itu sendiri.
Mulai pendaftaran, pemeriksaan kesehatan dan lain-lainnya yang cukup ribet.
Untuk tahun ini salah satu persyaratan haji adalah medical check up komplit. Mulai tes urin, tes darah, foto paru2, imunisasi meningitis. Yah lumayan ribet.

ZamZam Tower Hotel
On behalf of the Custodian of the Two Holy Mosques, His Royal Highness Prince Abdullah Bin Abdul Aziz laid down the cornerstone for this project on November 28, 2002, announcing the commencement of the construction work which is estimated to be handed over, Allah willing, in 2006.
This project is constructed on a plot of land belonging to the late King Abdul Aziz endowments whose properties are invested for the sake of the Holy Mosques in Mecca. Being constructed as B.O.T. (Building Operating Turning over), Zamzam Tower will be first project in Mecca to be executed as B.O.T. This project will be available for utilization for a period of 24 years.
Features and Facilities:
Residential suites elegantly furnished according to international 5 star standards.
Engineered with an architectural concept matching the religious environment of Mecca.
Direct connection to the Holy Mosque open space.
Close view to the Holy Mosques of Mecca.
36 elevators to serve the residents and visitor efficiently.
High-tech heating & air-conditioning systems.
Grand shopping center on 70000 square meters including a wide range of brand restaurants and shops.
Customized audio system transmitting Azan and prayers from the Holy Mosque direct to the residential suites.
Praying space inside the complex and neighboring areas accommodating 50,000 worshippers.
Parking lot with a capacity of 1400 cars.
Ring roads easily linking the complex to the rest of the Mecca area.
Flexible interior design dividing the tower suites into five different types.
Round-the-clock security system.
Tower run by an international hotel management company.
http://www.youtube.com/watch?v=ZaCtx7OrhZs
http://www.youtube.com/watch?v=hy4z766Hk5w
http://www.youtube.com/watch?v=gvSzzBWXyIQ
http://www.darelsalam.com/zamzamtower.aspx
http://www.tripadvisor.com/Hotel_Review-g293993-d677296-Reviews-Zam_Zam_Grand_Suites-Mecca.html
