Archive for the ‘Kisah Hikmah’ Category

Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya.

Anak: “Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.”

Ibu: “Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.”

Anak: “Benar, wahai ibu, akan tetapi ibu guru tidak menghendakinya.”

Ibu: “Baiklah, wahai putriku, guru itu tidak menghendaki, tetapi Allah meng­hendakinya. Lalu siapakah yang akan kamu taati? Apakah kamu akan mentaati Allah yang telah menciptakanmu dan membentukmu, serta yang telah mengaruniakan kenikmatan kepadamu? Ataukah kamu akan mentaati seorang makhluk yang tidak mampu memberikan manfaat dan madharat kepada dirinya?”

Anak: “Sesungguhnya saya akan taat kepada Allah.”

Ibu: “Bagus, wahai putriku, kamu tepat sekali.” Read the rest of this entry »

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah dibawakan daging. Lalu diberikan kepada beliau daging lengannya yang sangat beliau senangi. Beliau menggigitnya dengan sekali gigitan, kemudian bersabda, ‘Saya adalah penghulu manusia pada hari Kiamat. Apakah kalian tahu dalam hal apa itu?’

Pada hari Kiamat Allah mengumpulkan orang-orang yang pertama hingga terakhir di satu lembah. Mereka diperdengarkan panggilan. Mereka ditembus pandangan, dan matahari mendekat. Orang-orang sangat sedih dan menderita hingga tidak mampu memikulnya. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain.’ Tidakkah kalian melihat apa yang sedang terjadi pada kalian?’ Tidakkah anda melihat penderitaan kita yang sudah sampai begini? Tidakkah kalian memandang ada orang yang bisa memintakan syafaat kepada Allah ?’

Sebagian berkata kepada yang lainnya, ‘Datanglah kepada Adam!’ Maka mereka mendatangi Adam dan berkata, ‘Wahai Adam! Anda adalah bapaknya manusia. Allah menciptakanmu dengan Tangan-Nya dan meniupkan padamu ruh-Nya, lalu menyuruh malaikat untuk sujud kepadamu. Mintalah syafaat un­tuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini? Read the rest of this entry »

Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..

Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.

Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya…

Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu….. Read the rest of this entry »

pesawat

Wanita itu berkata, “Di kala itu aku adalah seorang gadis remaja. Aku menyukai kehidupan dan tidak suka mengingat mati!!

Aku segera meninggalkan majelis teman-teman wanitaku ketika salah seorang di antara mereka berbicara tentang kejadian yang menyedihkan atau kematian yang tiba-tiba, atau penyakit yang kronis!!

Aku selalu mengikuti perkembangan mode dengan kecintaan yang meluap-luap dan penuh kerinduan. Aku bersemangat supaya aku dapat mengejarnya dan tidak ketinggalan beritanya sehingga jubahku yang hitam tidak ketinggalan tren mode pada saat itu.

Aku telah terperdaya oleh kecintaan terhadap sesuatu yang baru. Aku mengikuti berbagai gaya dan cara berpakaian. Maka kadang-kadang aku meletakkan kerudung di atas pundakku agar aku dapat menampakkan perhiasanku dan sedikit leherku…. Read the rest of this entry »

Ini adalah sebuah tulisan kepada wanita-wanita penggenggam bara api dimana Nabi pernah bersabda tentang mereka,”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)

Tulisan bagi wanita shalihah lagi bertaqwa yang mengutamakan cinta dan perintah Allah Ta’ala dibanding mengekor Fulanah dan Fulanah, sehingga ia pun terasing di antara wanita lainnya.

Rasulullah bersabda,” Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana ia datang. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Sahabat bertanya,” Siapakah orang-orang asing itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,” Yaitu orang-orang yang tetap shalih ketika manusia telah rusak.”(Silsilah ash Shahihah 1273).

Wanita-wanita yang meninggalkan kelezatan hidupnya dan mengemban cita agama, sehingga Allah melipatgandakan kebaikan mereka, menghapus keburukan mereka, mengangkat derajat mereka.

Dialah ratu yang duduk di singgasananya,diatas dipan-dipan yang terbujur dan permadani-permadani, Hidup di antara keluarga yang mencintai dan menghormati, dengan pelayan-pelayan yang siap mengabdi.

Akan tetapi ia adalah wanita mukminah yang menyembunyikan imannya. Dialah Asiyah, permaisuri Fir’aun. Ia hidup dalam kenikmatan yang tak terhingga. Seorang permaisuri yang berada di antara semerbak parfum dan wewangian , cantik, ceria dan bahagia. Dengan gaun-gaun panjang dan dikelilingi para dayang. Read the rest of this entry »

Dialah wanita shalihah itu, yang hidup bersama sang suami dalam naungan kerajaan Fir’aun. Suaminya adalah orang dekat Fir’aun, sedangkan ia sendiri adalah pembantu dan pengasuh puteri – puteri Fir’aun.
Allah Ta’ala mengaruniakan keimanan kepada keduanya. Sang suami tidak sabar memberitahukan kepada Fir’aun, sehingga Fir’aun pun membunuhnya.

Sang isteri tetap bekerja di rumah Fir’aun sebagai penyisir rambut puteri – puteri Fir’aun. Ia menafkahi anak – anaknya dan memberi mereka makan sebagaimana kasih sayang seorang induk burung yang memberi makan anak – anaknya.

Suatu hari…, ketika ia menyisir rambut seorang puteri Fir’aun, terjatuhlah sisir dari genggamannya.
“Bismillah.” ucapnya.
“Allah,,,??? Kenapa bukan ayahku?” sergah sang puteri Fir’aun.
“Tidak, tetapi Allah!” Rabb-ku, Rabb-mu dan Rabb ayahmu.” jawab sang penyisir kepada puteri Fir’aun.

Namun sang puteri tidak rela apabila ada yang disembah selain ayahnya. Dan segera ia kabarkan hal itu kepada ayahnya. Fir’aun merasa heran ada orang di dalam istananya yang menyembah selainnya. Fir’aun pun memanggil sang penyisir rambut.
“Siapa rabb-mu?” tanyanya.
“Rabb-ku dan Rabb-mu adalah Allah.” jawabnya.
Dia pun menyuruhnya untuk segera murtad dari agamanya. Fir’aun kemudian mengurung dan memukuli sang penyisir, namun usaha Fir’aun tersebut tak juga membuat sang penyisir murtad. Fir’aun minta disediakan tungku/panci dari tembaga yang dipenuhi minyak lalu dibakar hingga mendidih. Read the rest of this entry »

Saudariku tampak pucat dan kurus. Namun sebagaimana kebiasaannya, ia tetap membaca Al-Qur’ an…

Jika Engkau mencarinya, pasti akan mendapatinya di tempat shalatnya, sedang rukuk, sujud dan mengangkat kedua tangannya ke atas langit… Demikianlah setiap pagi dan petang, juga di tengah malam buta, tak pernah berhenti dan tak pernah merasa bosan.

Sementara aku amat gemar membaca majalah-majalah seni dan buku-buku yang berisi cerita-cerita. Saya juga biasa menonton video, sampai aku dikenal sebagai orang yang keranjingan nonton.

Orang yang banyak melakukan satu hal, pasti akan ditandai dengan perbuatan itu. Aku tidak menjalankan kewajibanku dengan sempurna. Aku juga bukan orang yang melakukan shalat dengan rutin.

Setelah aku mematikan Video Player, setelah selama tiga jam aku menonton berbagai macam film berturut-turut, terdengarlah adzan dari masjid sebelah.

Akupun kembali ke pembaringanku. Wanita itu memanggilku dari arah mushallanya. “Apa yang engkau inginkan wahai Nurah?” Tanyaku. Dengan suara tajam saudariku itu berkata kepadaku: “Janganlah engkau tidur sebelum engkau menunaikan shalat Shubuh!” “Ah, masih tersisa satu jam lagi, yang engkau dengar tadi itu baru adzan pertama … ” Read the rest of this entry »

September 2010
M T W T F S S
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Donasi