<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raudhah Al Ilmi</title>
	<atom:link href="http://oryza.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oryza.or.id</link>
	<description>Berilmu untuk Meraih Jannah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 13:37:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Larangan Syariat Bagi Muslimah</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/10/larangan-syariat-bagi-muslimah/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/10/larangan-syariat-bagi-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 13:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Transkrip Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kufur]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mencukur Alis]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Kewajiban setiap muslim dan muslimah adalah meninggalkan setiap perkara-perkara yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena setiap sesuatu yang dilarang dalam syariat, tentulah mempunyai dampak serta akibat baik di dunia maupun di akhirat. Setiap umat Islam, laki-laki dan wanita wajib mentaati perintah Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang.
Perintah untuk Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kewajiban setiap muslim dan muslimah adalah meninggalkan setiap perkara-perkara yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena setiap sesuatu yang dilarang dalam syariat, tentulah mempunyai dampak serta akibat baik di dunia maupun di akhirat. Setiap umat Islam, laki-laki dan wanita wajib mentaati perintah Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang.</p>
<p><strong>Perintah untuk Taat kepada Allah dan Rasul-Nya</strong><br />
Dalam Al-Quran disebutkan secara jelas tentang perintah-perintah untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya. Hal ini merupakan kewajiban setiap mukmin agar mentaati apa yang telah dibawa oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Karena mentaati Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sama halnya mentaati Allah. Seperti yang telah disebutkan dalam surat An Nisaa&#8217; ayat 80 </p>
<p><em>Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka </em></p>
<p>Selain kewajiban mentaati perintah-perintah Allah yang dibawa oleh Rasulullah, Juga merupakan kewajiban setiap mukmin untuk menjauhi larangan yang telah ditetapkan. Firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 7<br />
<span id="more-452"></span><br />
<em>Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.</em></p>
<p>Bagi yang melanggar perintah maupun larangan dari Allah, tentunya mendapat acaman dan azab yang pedih. Allah berfirman dalam surat An Nuur ayat 63</p>
<p><em>maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. </em></p>
<p><strong>Sikap Taslim dan Tidak Memilih-milih</strong><br />
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa setiap umat Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam akan masuk syurga kecuali yang enggan, yaitu orang yang durhaka dan tidak taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang melanggar perintah dan larangan Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu wajib kaum muslim untuk taslim (tunduk) dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan/putuskan.</p>
<p>Tidak patut bagi seorang mukmin memilih-milih dalam mengerjakan syariat. Hal ini diterangkan dalam surat Al Ahzab ayat 36</p>
<p><em>Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. </em></p>
<p><strong>Larangan-larangan Syariat Bagi Muslimah</strong><br />
<strong>1. Larangan Berbuat Syirik</strong><br />
Syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar. Karena akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka jahanam. Larangan ini berlaku baik muslim dan muslimah.</p>
<p><strong>2.  Mendatangi dukun, ahli nujum, para normal, orang pintar</strong><br />
Termasuk hal yang dilarang dalam syariat. Dalam sebuah hadits disebutkan <em>&#8220;Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam.&#8221;</em> (Riwayat Muslim)</p>
<p><strong>3. Larangan menyambung rambut</strong><br />
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa ada seorang datang kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dan mengatakan bahwa anaknya hendak menikah tetapi rambutnya rontok. Orang tersebut bertanya bolehkah anaknya menyambung rambut dengan rambut lain? Lalu beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkata. &#8220;<em>Allah melaknat wanita yang menyambung rambut, dan yang minta disambung rambutnya</em>&#8221;</p>
<p><strong>4. Larangan membuat tato, mencukur alis, merenggangkan gigi</strong><br />
Dalilnya adalah sebagai berikut</p>
<p><em>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, wanita yang mentato (kulitnya) dan wanita yang meminta dibuatkan tato”</em>. (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih).</p>
<p>“<em>Allah melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Allah</em>”. (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih).</p>
<p><strong>5. Larangan menampakkan perhiasan</strong> Yang dimaksud di sini adalah seorang wanita muslimah keluar dengan tidak memakai busana muslimah. Karena hal ini menyelesihi perintah Allah dalam surat Al Ahzab (33) ayat 59, yang artinya <em>&#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.</em></p>
<p>Pakaian yang dikenakan muslimah ketika hendak keluar rumah mempunyai beberapa syarat seperti yang disebutkan oleh syaikh Al-Albani dalam bukunya Jilbab Wanita Muslimah, yaitu sebagai berikut :<br />
- Menutupi seluruh tubuh, tebal<br />
- Longgar, tidak boleh sempit/ketat<br />
- Tidak boleh menyerupai laki-laki<br />
- Bukan bentuk perhiasan/mencolok<br />
- Tidak boleh memakai wangi-wangian</p>
<p><strong>6. Larangan keluar rumah dengan menggunakan wangi-wangian/parfum</strong><br />
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sangat keras mamperingatkan masalah tersebut. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)</p>
<p>Kemudian dalam hadits lain disebutkan Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”<em>Siapa saja perempuan yang memakai parfum maka janganlah ia menghadiri shalat isya di masjid bersama kami</em>” (Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)</p>
<p><strong>7. Kufur kepada kebaikan suami</strong><br />
Dalilnya adalah sebagai berikut, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:<br />
“<em>…dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’</em>” (HR. Bukhari)</p>
<p><strong>8. Mengganggu tetangga</strong><br />
Seorang muslimah yang ahli ibadah dan ahli sedekah dapat terjerumus dalam neraka diakibatkan perilaku yang sering mengganggu tetangganya baik berupa ucapan lisan maupun perbuatan. Hal ini disebutkan dalam hadits,</p>
<p><em>Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ada seseorang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah malam dan berpuasa sunnah di siang hari. Dia juga berbuat baik dan bersedekah, tetapi lidahnya sering mengganggu tetangganya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan dia adalah penduduk neraka.”<br />
</em></p>
<p>Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita, sesungguhnya Dia adalah Maha Pemberi Petunjuk, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</p>
<p>=======</p>
<p>Larangan Syariat Bagi Muslimah Ditranskrip oleh Oryza dari rekaman Kajian 7 Larangan Syariat Bagi Wanita oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Kajian tersebut dapat didownload di <a title="Tujuh Larangan Syariat bagi Wanita" href="http://audio.assunnah.web.id/2009/05/tujuh-larangan-syariat-bagi-wanita.html" target="_blank">website Audio Assunnah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/10/larangan-syariat-bagi-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Berharga dari Gadis Kecil</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/09/pelajaran-berharga-dari-gadis-kecil/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/09/pelajaran-berharga-dari-gadis-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 05:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Shalihah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya.
Anak: &#8220;Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.&#8221;
Ibu: &#8220;Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.&#8221;
Anak: &#8220;Benar, wahai ibu, akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya.</p>
<p>Anak: &#8220;Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.&#8221;</p>
<p>Ibu: &#8220;Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.&#8221;</p>
<p>Anak: &#8220;Benar, wahai ibu, akan tetapi ibu guru tidak menghendakinya.&#8221;</p>
<p>Ibu: &#8220;Baiklah, wahai putriku, guru itu tidak menghendaki, tetapi Allah meng­hendakinya. Lalu siapakah yang akan kamu taati? Apakah kamu akan mentaati Allah yang telah menciptakanmu dan membentukmu, serta yang telah mengaruniakan kenikmatan kepadamu? Ataukah kamu akan mentaati seorang makhluk yang tidak mampu memberikan manfaat dan madharat kepada dirinya?&#8221;</p>
<p>Anak: &#8220;Sesungguhnya saya akan taat kepada Allah.&#8221;</p>
<p>Ibu: &#8220;Bagus, wahai putriku, kamu tepat sekali.&#8221; <span id="more-394"></span></p>
<p>Pada hari berikutnya, gadis kecil itu pergi dengan mengenakan baju yang panjang. Tatkala ibu guru melihatnya, ia langsung mencela dan memarahinya dengan keras. Gadis kecil itu tidak mampu memikul amarah tersebut, ditambah lagi oleh pandangan teman-teman perempuannya yang mengarah kepadanya.</p>
<p>Tidak ada yang ia lakukan selain berteriak menangis. Kemudian, gadis kecil itu mengeluarkan kata-kata yang besar maknanya meski sedikit jumlahnya, &#8220;Demi Allah, saya tidak tahu siapa yang akan saya taati, anda ataukah Dia?&#8221;</p>
<p>Ibu guru itu pun bertanya, &#8220;Siapakah Dia itu?&#8221;</p>
<p>Anak itu menjawab, &#8220;Allah. Apakah saya harus taat kepada anda, sehingga saya mesti memakai pakaian seperti yang engkau kehendaki, tetapi saya berbuat maksiat kepada-Nya. Ataukah saya mentaati-Nya dan tidak mentaati engkau? Ah, biarlah saya akan mentaati-Nya saja, dan apa yang terjadi terjadilah.&#8221;</p>
<p>Aduhai, betapa agungnya kalimat yang keluar dari mulut si kecil itu. Sebuah kalimat yang menampakkan wald (ketaatan) yang mutlak kepada Allah M. Gadis kecil itu bertekad untuk berpegang kuat dan taat ke­pada perintah Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa</p>
<p>Akan tetapi&#8230;.apakah bu guru itu hanya berdiam saja darinya?</p>
<p>Ibu guru itu meminta dipanggilkan ibu si anak kecil tersebut. Apa yang ia inginkan darinya?</p>
<p>Maka datanglah si ibu itu&#8230;</p>
<p>Ibu guru berkata kepada ibu anak kecil itu, &#8220;Sesungguhnya putri anda telah menasihatiku dengan nasihat paling besar yang pernah aku dengar di sepanjang hidupku.&#8221;</p>
<p>Benar, ibu guru telah mengambil pelajaran dan nasihat dari murid kecilnya. Ibu guru yang mengajarkan pendidikan dan telah mengambil bagian yang besar dari ilmu.</p>
<p>Seorang guru yang ilmunya tidak dapat menghalanginya untuk mengambil nasihat dari seorang gadis kecil yang mungkin seusia dengan putrinya.</p>
<p>Salam penghormatan, semoga terlimpahkan kepada guru ini. Salam peng­hormatan juga untuk gadis kecil yang telah memberikan pendidikan Islamiyah dan telah berpegang kepadanya.</p>
<p>Salam penghormatan untuk sang ibu yang telah menanamkan dalam diri putrinya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Seorang ibu yang yang telah mengajarkan kepada putrinya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Wahai ibu-ibu muslimah, di depan anda lah anak-anak anda. Mereka seperti adonan tepung. Anda bisa membentuknya sebagai-mana yang anda kehendaki, maka bersegera-lah untuk membentuk mereka dengan bentuk yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Ajarkanlah shalat kepada mereka<br />
Ajari mereka ketaatan kepada Allah<br />
Ajari mereka untuk bisa tetap tegar dan kokoh di atas kebenaran<br />
Ajarkanlah semua itu kepada mereka, sebelum mereka menginjak usia baligh.</p>
<p>Karena jika pada saat mereka masih kecil tidak mendapatkan pendidikan yang baik, maka sesungguhnya anda sekalian akan menyesal dengan penyesalan yang besar, karena mereka akan menjadi anak-anak yang menyimpang pada saat mereka telah dewasa.</p>
<p>Gadis kecil ini tidak hidup pada zaman Sahabat dan juga Tabi&#8217;in. Sesungguhnya ia hidup pada zaman modern sekarang ini.</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa, kita bisa menciptakan generasi-generasi semisal gadis kecil tersebut dengan izin Allah. Seorang gadis kecil yang bertakwa lagi berani untuk menampakkan kebenaran serta tidak takut akan cemoohan dan ejekan orang-orang, demi membela agama Allah.</p>
<p>Wahai saudariku yang beriman, inilah putrimu. Ia berada di hadapanmu. Berilah ia minum dengan air takwa dan keshalihan.</p>
<p>Perbaikilah lingkungannya dengan cara menjauhkannya dari air yang kotor serta bakteri yang membahayakan.</p>
<p>Hari-hari telah berada di hadapan anda— Perhatikanlah apa yang akan anda perbuat terhadap amanah yang telah dititipkan kepada anda oleh Allah Tuhan Pemilik langit dan bumi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/09/pelajaran-berharga-dari-gadis-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syafa&#8217;at Kubra</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/09/syafaat-kubra/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/09/syafaat-kubra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sirah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[syafaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, &#8220;Suatu hari Rasulullah dibawakan daging. Lalu diberikan kepada beliau daging lengannya yang sangat beliau senangi. Beliau menggigitnya dengan sekali gigitan, kemudian bersabda, &#8216;Saya adalah penghulu manusia pada hari Kiamat. Apakah kalian tahu dalam hal apa itu?&#8217;
Pada hari Kiamat Allah mengumpulkan orang-orang yang pertama hingga terakhir di satu lembah. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, &#8220;Suatu hari Rasulullah dibawakan daging. Lalu diberikan kepada beliau daging lengannya yang sangat beliau senangi. Beliau menggigitnya dengan sekali gigitan, kemudian bersabda, &#8216;Saya adalah penghulu manusia pada hari Kiamat. Apakah kalian tahu dalam hal apa itu?&#8217;</p>
<p>Pada hari Kiamat Allah mengumpulkan orang-orang yang pertama hingga terakhir di satu lembah. Mereka diperdengarkan panggilan. Mereka ditembus pandangan, dan matahari mendekat. Orang-orang sangat sedih dan menderita hingga tidak mampu memikulnya. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain.&#8217; Tidakkah kalian melihat apa yang sedang terjadi pada kalian?&#8217; Tidakkah anda melihat penderitaan kita yang sudah sampai begini? Tidakkah kalian memandang ada orang yang bisa memintakan syafaat kepada Allah ?&#8217;</p>
<p>Sebagian berkata kepada yang lainnya, &#8216;Datanglah kepada Adam!&#8217; Maka mereka mendatangi Adam dan berkata, &#8216;Wahai Adam! Anda adalah bapaknya manusia. Allah menciptakanmu dengan Tangan-Nya dan meniupkan padamu ruh-Nya, lalu menyuruh malaikat untuk sujud kepadamu. Mintalah syafaat un­tuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?<span id="more-426"></span></p>
<p>Adam berkata, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Dia melarangku dari pohon, tetapi aku melanggarnya. Diriku, diriku (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada selainku! Pergilah kepada Nuh.</p>
<p>Mereka mendatangi Nuh dan berkata, &#8216;Wahai Nuh! Anda adalah Rasul yang pertama di bumi. Allah menyebutmu hamba yang bersyukur. Mohonlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Nuh berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Dulu, saya berdoa untuk kebinasaan kaumku. Diriku, diriku (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada Ibrahim.</p>
<p>Mereka mendatangi Ibrahim dan berkata, Wahai Ibrahim! Anda adalah nabiyullah dan khalil-Nya (kekasih-Nya) dari penduduk bumi. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Ibrahim berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Beliau menyebutkan beberapa kebohongannya. Diriku, diriku (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada Musa! Maka mereka pergi kepada Musa.</p>
<p>Mereka mendatangi Musa dan berkata, Wahai Musa! Anda adalah Rasulullah, Allah telah melebihkan anda dengan risalah-Nya dan dengan Kalam-Nya atas manusia. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Musa berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Saya telah membunuh seseorang yang saya tidak pernah diperintahkan untuk membunuhnya. Diriku, diriku, (jangan dimintai syafaat). Pergilah ke Isa! Maka mereka pergi ke Isa.</p>
<p>Mereka mendatangi Isa dan berkata, Wahai Isa! Anda adalah Rasulullah, anda bisa berbicara dengan orang-orang sejak masih dalam buaian, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan Ruh dari-Nya. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Isa berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Beliau tidak menyebutkan kesalahannya. Diriku, diriku, (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada selainku! Pergilah ke Muhammad!&#8217;</p>
<p>Mereka mendatangiku, Muhammad dan berkata, Wahai Muhammad! Anda adalah Rasulullah, penutup para Nabi, Allah telah memaafkan kesalahanmu yang sudah lewat atau yang akan da tang. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang kami rasakan sekarang? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Saya pergi ke bawah Arsy dan bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membukakan hijab bagiku dan mengilhamiku dengan kalimat pujian-Nya dan sanjungan yang baik kepada-Nya, yang tidak pernah dibukakan untuk seorangpun sebelumnya.</p>
<p>Allah berfirman,,Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu! Mintalah, kamu akan diberi. Mintalah syafaat akan diberikan.&#8217; Saya mengangkat kepalaku, kemudian saya berkata, Ya Allah, umatku, umatku!</p>
<p>Allah berfirman, Wahai Muhammad, masukkan ke Surga dari umatmu yang tidak dihisab lewat pintu sebelah kanan dari pintu-pintu Surga, dan yang lainnya secara bersama-sama dari pintu-pintu yang lain.&#8217;</p>
<p>Demi jiwa Muhammad yang berada di Tangan-Nya, sesungguhnya antara dua pintu Surga seperti antara Makkah dan Madinah, atau seperti antara Makkah dan Bashrah.&#8221; (HR.Bukhari no. 3342 dan Muslim no. 194).</p>
<p>Disalin dari : 60 Kisah Shahih, Penerbit Elba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/09/syafaat-kubra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daurah Ramadhan 1430 H (12-19 September 2009) di Masjid Darul Hijrah Surabaya</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/09/daurah-ramadhan-1430-h-12-19-september-2009-di-masjid-darul-hijrah-surabaya/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/09/daurah-ramadhan-1430-h-12-19-september-2009-di-masjid-darul-hijrah-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakaatuh
STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Ali bin Abi Thalib Surabaya Insya Allah akan mengadakan daurah Ramadhan 1430 H (12-19 September 2009) di Masjid Darul Hijrah, Komp. STAI Ali bin Abi Thalib, Jln Sidotopo Kidul no. 51 Surabaya. Bersama asatidz pengajar STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Pemateri
- Ustadz Mubarak Bamualim, Lc.
- Ustadz Salim Ghanim, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Assalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakaatuh</p>
<p>STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Ali bin Abi Thalib Surabaya Insya Allah akan mengadakan daurah Ramadhan 1430 H (12-19 September 2009) di Masjid Darul Hijrah, Komp. STAI Ali bin Abi Thalib, Jln Sidotopo Kidul no. 51 Surabaya. Bersama asatidz pengajar STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.</p>
<p>Pemateri<br />
- Ustadz Mubarak Bamualim, Lc.<br />
- Ustadz Salim Ghanim, Lc.<br />
- Ustadz Abdurrahman Thayib, Lc.<br />
- Ustadz Imam Wahyudi, Lc.<br />
- Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc.</p>
<p>Pembahasan/Materi<br />
* Aqidah<br />
* Manhaj<br />
* Tafsir<br />
* Hadits<br />
* Fiqih<br />
* dll<span id="more-422"></span></p>
<p>Jadwal pelaksanaan daurah<br />
- Sesi I : 09.00 &#8211; 10.15<br />
- Sesi II : 10.30 &#8211; 11.45<br />
- Sesi III : 15.45 &#8211; 17.00</p>
<p>Infaq sebesar Rp. 35.000,-</p>
<p>Pendaftaran dan Informasi<br />
* Masjid Darul Hijrah, Komp. STAI Ali bin Abi Thalib, Jln Sidotopo Kidul no. 51 Surabaya (Lokasi Daurah)<br />
* Contact Person : 08121747606, 081540851703, 081318560548</p>
<p>Informasi tambahan<br />
Daurah insya Allah akan disiarkan melalui internet (live streaming, Yahoo messenger &amp; Paltalk)<br />
- http://dzakhirah.sytes.net:8028/listen.pls<br />
- http://dzakhirah.co.cc/</p>
<p><img class="aligncenter" title="Brosur" src="http://dzakhirah.co.cc/wp-content/uploads/2009/09/brosur-ramadhan-187x300.jpg" alt="" width="187" height="300" /></p>
<p>Jangan lupa ikuti juga Qiyam Ramadhan 10 hari terakhir Ramadhan bersama Ustadz Mubarak Bamualim, Lc. yang dimulai pada pukul 00.00 WIB.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakaatuh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/09/daurah-ramadhan-1430-h-12-19-september-2009-di-masjid-darul-hijrah-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Playlist Radio Sunnah</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/08/playlist-radio-sunnah/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/08/playlist-radio-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 13:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini file playlist radio sunnah terbaru. Terdapat 10 radio streaming sunnah online dalam playlist, di antaranya yaitu Radio Rodja, Radio Hang106, Radio Muslim, Radio Assunnah, Radio Arroyyan dan lain sebagainya.
Cara pemakaiannya mudah, cukup download filenya dan putar di media player favorit. File ini juga dapat diputar di audio player pada PDA berbasis windows mobile.
Link [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini file playlist radio sunnah terbaru. Terdapat 10 radio streaming sunnah online dalam playlist, di antaranya yaitu Radio Rodja, Radio Hang106, Radio Muslim, Radio Assunnah, Radio Arroyyan dan lain sebagainya.</p>
<p>Cara pemakaiannya mudah, cukup download filenya dan putar di media player favorit. File ini juga dapat diputar di audio player pada PDA berbasis windows mobile.</p>
<p>Link downloadnya : <strong><span style="color: #000080;"><a href="http://oryza.or.id/wp-content/uploads/2009/08/radiosunnah.m3u">Playlist Radio Sunnah</a></span></strong><br />
http://oryza.or.id/wp-content/uploads/2009/08/radiosunnah.m3u</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/08/playlist-radio-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://oryza.or.id/wp-content/uploads/2009/08/radiosunnah.m3u" length="713" type="audio/x-mpegurl" />
		</item>
		<item>
		<title>Dia Mati di Lantai Dansa</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 02:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul Khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu&#8230;..
Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.
Di sanalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).</p>
<p>Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu&#8230;..</p>
<p>Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.</p>
<p>Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya&#8230;</p>
<p>Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu&#8230;.. <span id="more-386"></span></p>
<p>Wanita itu terus berdansa dan menari hingga akhirnya dia jatuh pingsan di atas panggung sebelum kedua mempelai itu datang.</p>
<p>Para undangan wanita berusaha keras untuk menyadarkannya, akan tetapi tidak ada faedahnya. Lalu salah seorang teman perempuan pedansa yang diundang itu maju ke panggung dan berkata, &#8220;Aku tahu bagaimana menyadarkannya. Tambahkanlah musik dan gendang di sekitar kedua telinganya, maka ia akan bangkit dan sadar&#8230;&#8221;</p>
<p>Maka mereka pun menambah suara musik di sekitarnya selama beberapa menit, akan tetapi tetap saja tidak berguna&#8230;</p>
<p>Lalu sebagian undangan wanita memeriksanya, dan mereka mendapatinya telah mati!!!</p>
<p>Mereka pun segera menutupinya. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan yang belum pernah dibayangkan oleh seorang pun&#8230;</p>
<p>Aduhai, betapa dahsyatnya&#8230;.</p>
<p>Mayat itu tersingkap!!</p>
<p>Kain penutup yang digunakan untuk menutupinya tidak dapat menyelimuti tubuhnya. Kain penutup itu terbang setiap kali mereka berusaha untuk menutupi jasadnya, kain itu tersingkap naik ke atas dari salah satu sisinya. Sesekali kain penutup itu tersingkap dari arah dada, dan sesekali dari arah kedua paha, dan sesekali pula dari arah kepala dan kaki. Demikianlah seterusnya&#8230;..</p>
<p>Di tengah-tengah kejadian itu sebagian undangan wanita mengutus seseorang untuk memanggil suami wanita tersebut&#8230;</p>
<p>Mereka berusaha untuk menutupinya dengan kain penutup, akan tetapi tidak ada manfaatnya. Setiap kali mereka menutupinya, maka terbanglah kain penutup itu dari atasnya. Keadaan seperti itu terus berlangsung di tengah-tengah ketakutan para pengunjung wanita.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, suaminya pun hadir dan dengan segera berusaha menutupi tubuh istrinya dengan kain mantelnya. Dia memegang satu ujung kain penutup itu, tetapi terangkatlah ujung yang lainnya. Ia memegang ujung yang lain, lalu ujung yang keempatnya terangkat. Keadaan seperti itu terus berlangsung sampai mereka meng-angkat wanita tersebut untuk dimandikan dan dikubur.</p>
<p>Kejadian yang mengejutkan kedua terjadi ketika mayat wanita itu dimandikan.</p>
<p>Demikianlah, hal itu terjadi pula pada kain kafan. Tatkala mereka meletakkan kain kafan di atasnya, maka terangkatlah ia dan menyingkap. Mereka berusaha berulang kali, namun tanpa faedah&#8230;..</p>
<p>Kerabat-kerabatnya yang hadir pada saat itu bertanya kepada salah seorang undangan tentang masalah ini dan dijawab,</p>
<p>&#8220;Dia dikubur sebagaimana adanya&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Itulah bagiannya, dan itulah dunia yang ia usahakan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Maka ia pun dikubur sebagaimana halnya&#8230;&#8230;. dengan telanjang.</p>
<p>Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali).</p>
<p>DiSalin dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008</p>
<p>Ilustrasi Gambar : flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di atas Kursi Pesawat</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/di-atas-kursi-pesawat/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/di-atas-kursi-pesawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 02:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[
Wanita itu berkata, &#8220;Di kala itu aku adalah seorang gadis remaja. Aku menyukai kehidupan dan tidak suka mengingat mati!!
Aku segera meninggalkan majelis teman-teman wanitaku ketika salah seorang di antara mereka berbicara tentang kejadian yang menyedihkan atau kematian yang tiba-tiba, atau penyakit yang kronis!!
Aku selalu mengikuti perkembangan mode dengan kecintaan yang meluap-luap dan penuh kerinduan. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-401" title="pesawat" src="http://oryza.or.id/wp-content/uploads/2009/07/pesawat.jpg" alt="pesawat" width="240" height="154" /></p>
<p>Wanita itu berkata, &#8220;Di kala itu aku adalah seorang gadis remaja. Aku menyukai kehidupan dan tidak suka mengingat mati!!</p>
<p>Aku segera meninggalkan majelis teman-teman wanitaku ketika salah seorang di antara mereka berbicara tentang kejadian yang menyedihkan atau kematian yang tiba-tiba, atau penyakit yang kronis!!</p>
<p>Aku selalu mengikuti perkembangan mode dengan kecintaan yang meluap-luap dan penuh kerinduan. Aku bersemangat supaya aku dapat mengejarnya dan tidak ketinggalan beritanya sehingga jubahku yang hitam tidak ketinggalan tren mode pada saat itu.</p>
<p>Aku telah terperdaya oleh kecintaan terhadap sesuatu yang baru. Aku mengikuti berbagai gaya dan cara berpakaian. Maka kadang-kadang aku meletakkan kerudung di atas pundakku agar aku dapat menampakkan perhiasanku dan sedikit leherku&#8230;. <span id="more-383"></span></p>
<p>Cadarku, bahkan katakanlah cadar fitnah. Sesungguhnya aku mulai mengenakannya seiring dengan perkembangan mode dengan alasan aku tidak bisa melihat dari balik cadar. Maka kedua mataku aku perlihatkan bercelak dari sela-sela lubang cadarku, dan aku berjalan seraya mengikuti pandangan mata orang-orang yang ada di sekitarku.</p>
<p>Kelalaianku menjadikanku menyanyi senang ketika aku melihat mata wanita yang lewat dan orang-orang yang lemah memandang sekilas kepadaku dengan kagum dan menganggap asing!</p>
<p>Pada suatu hari aku pergi ke sebuah negara Barat. Aku tidak hanya memperindah jilbabku saja, akan tetapi aku mencampakkannya di atas kursi pesawat yang membawaku terbang berkelana!</p>
<p>Di negeri itu mataku terbelalak melihat seorang wanita berjilbab yang tidak tampak darinya sedikit pun. Baju luarnya panjang dan tebal. Kerudungnya panjang sekali. Aku mendekatinya, aku mendengar ia berbicara dengan logat bahasa asing!!</p>
<p>Aku kagum dan bertanya-tanya. Apakah dia seorang wanita Arab yang tinggal lama di Barat yang biasa bercakap-cakap dengan bahasa asing, sehingga memiliki kemampuan berbicara dengan bahasa asing secara mengagumkan ?!</p>
<p>Rasa ingin tahuku mendorongku untuk bertanya kepadanya, &#8220;Orang Arabkah anda?&#8221; &#8220;Bukan, aku adalah orang Kanada yang muslimah. Aku masuk Islam satu setengah tahun yang lalu, dan sejak itu aku adalah sebagaimana apa yang anda lihat. Aku mengenakan jilbabku. Aku berjalan, sementara kemulian dan kebanggaanku terhadap agamaku yang baru, keduanya berjalan mengiringiku&#8230;.&#8221;, jawabnya.</p>
<p>Aku meletakkan tanganku di atas kepalaku. Aku mencari jilbabku! Aku tidak menemukannya! Aku teringat bahwa aku telah membuangnya di atas kursi pesawat!</p>
<p>Aku mengulang-ulang kalimat-kalimat yang panas antara aku dan diriku, &#8220;Ya Allah &#8230;.wahai Tuhanku&#8230;. apakah wanita yang bukan keturunan Arab, yang belum pernah mengenal dan belum pernah beriman kepada-Mu kecuali sejak satu setengah tahun yang lalu, sedangkan aku&#8230;</p>
<p>Kakekku seorang muslim, ayahku seorang muslim. Ibuku, saudaraku, bahkan kaumku semuanya adalah muslim!! Aku tumbuh dan dibesarkan di atas ketaatan kepada-Mu. Aku terdidik di dalam lingkungan yang penduduknya beriman kepada-Mu, lalu bagaimana aku bisa lepas dari jilbabku dengan semudah ini, sedangkan dia berpegang teguh kepadanya?!!&#8221;</p>
<p>Seindah-indah kalung yang pertama kali dan yang paling murni adalah kalung ibadah. Maka jilbab itu termasuk salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebuah ayat yang merasuk ke dalam hati. Pembicaraan itu ditujukan kepada para istri Rasul dan putri-putrinya, serta kepada anda,</p>
<p>&#8220;Hai Nabi, katakanhh kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengu-lurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221; (QS.Al-Ahzab:59)</p>
<p>Ibnu Abbas berkata, &#8220;Allah memerintahkan kepada wanita-wanita mukminah jika mereka keluar rumah untuk suatu keperluan, agar mereka menutupi wajah mereka dari atas kepala mereka dengan jilbab.&#8221;</p>
<p>Maka taatkala anda menjadikan jilbab secara syar&#8217;i itu di atas kepala anda dan anda mengulurkan kain penutup itu pada wajah anda sehingga tidak tampak dari diri anda sedikit pun, ketahuilah bahwa anda sedang berada di dalam ketaatan dan ibadah!</p>
<p>Hal itu akan semakin bertambah tatkala anda lebih banyak berpegang kepadanya, tetapi itu akan berkurang tatkala anda berlaku teledor dan lalai.</p>
<p>Disalin dengan sedikit perubahan dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008</p>
<p>Ilustrasi gambar : flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/di-atas-kursi-pesawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Tetap Berpegang kepada jilbabnya, Walaupun Kapal akan Tenggelam</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/dia-tetap-berpegang-kepada-jilbabnya-walaupun-kapal-akan-tenggelam/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/dia-tetap-berpegang-kepada-jilbabnya-walaupun-kapal-akan-tenggelam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 13:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah tentang wanita Mesir yang bersama suaminya akan menunaikan ibadah haji. Mereka datang melalui jalan laut. Mereka tiba dan menunaikan manasik haji.
Mereka thawaf di Ka&#8217;bah, melakukan sa&#8217;i, meminum air zam-zam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Mereka tiada henti-hentinya meneteskan air mata, hingga kembali pulang menuju negeri mereka melalui jalan laut. Suaminya berkata, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kisah tentang wanita Mesir yang bersama suaminya akan menunaikan ibadah haji. Mereka datang melalui jalan laut. Mereka tiba dan menunaikan manasik haji.</p>
<p>Mereka thawaf di Ka&#8217;bah, melakukan sa&#8217;i, meminum air zam-zam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Mereka tiada henti-hentinya meneteskan air mata, hingga kembali pulang menuju negeri mereka melalui jalan laut. Suaminya berkata, &#8220;Kami berada di dalam sebuah ruangan kamar kapal laut. Ada saya, istri dan anak-anak saya.&#8221;</p>
<p>Ketika itu kami sedang bercengkerama, tiba-tiba terdengar teriakan keras dan hentakan telapak kaki. Saya pun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata semua orang berteriak dengan keras, &#8220;Kapal akan tenggelam. Kapal akan tenggelam!&#8221;</p>
<p>Dengan penuh ketakutan, saya secepatnya kembali ke kamar dan berkata kepada istri saya, &#8220;Kita harus segera keluar, kapal ini akan tenggelam, kapal ini akan tenggelam!&#8221; Tapi istri saya menolak, &#8220;Tidak, aku tidak akan keluar.&#8221; <span id="more-374"></span></p>
<p>&#8220;Apa yang kamu katakan? Apa kamu sudah gila? Apa akalmu telah hilang? Kapal ini akan tenggelam, kamu ingin mati?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab, &#8220;Aku tidak akan keluar sebelum aku mengenakan jilbabku dengan sempurna.&#8221;</p>
<p>Saya berusaha menjelaskan kepadanya bahwa orang-orang saat ini tidak akan sempat memandang wanita, karena sedang berada dalam bencana yang besar.</p>
<p>Istriku menjawab, &#8220;Aku tidak akan berdebat dalam perkara ini dan janganlah engkau mendebatku dalam masalah ini. Demi Allah, aku tidak akan keluar dari kamar ini kecuali aku telah mengenakan jilbabku dengan sempurna, jilbab yang diperintahkan oleh Allah kepadaku.&#8221;</p>
<p>Aku pasrah dengan realita yang terjadi. Maka dia mengenakan jilbabnya. Saat itu orang-orang saling mendorong ingin menye-lamatkan diri mereka masing-masing.</p>
<p>Lalu dia mengenakan jilbabnya yang mengagumkan. Saat itu istriku tampak sangat tenang. Tidak terlihat tanda-tanda gelisah, takut, dan bersedih. Kemudian kami keluar dan ia telah mengenakan jilbabnya dengan sempurna. Aku memegang tangannya dan ia memegang erat tanganku.&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba istriku bertanya, &#8220;Wahai suamiku, apakah engkau ridha kepadaku?&#8221; Aku pun menjawab,&#8221;Ya.&#8221;</p>
<p>Sungguh aku merasa aneh dengan pertanyaannya. Apakah ini saat yang tepat dia bertanya begitu?&#8221;</p>
<p>Dengan jawabanku itu, istriku merasa gembira dan aman. Ia menyunggingkan senyuman. Lalu kami pergi untuk mencari keselamatan. Akan tetapi kami dipisahkan oleh ombak yang besar. Akhirnya kapal kami pun tenggelam.</p>
<p>Tak lama kemudian datanglah tim penyelamat. Mereka menyelamatkan orang-orang yang masih bisa diselamatkan dan tidak mampu menyelamatkan sisanya.</p>
<p>Saya termasuk orang yang selamat. Saya dan anak-anak mencari istri saya di tengah orang-orang yang selamat, namun saya tidak menemukannya. Lalu saya pergi ke tempat para jenazah korban yang tenggelam. Saya mendapatkannya dalam keadaan telah mati dalam jilbabnya.</p>
<p>Laa ilaaha illallah&#8230;<br />
Betapa jauhnya para wanita kita dibanding wanita ini. Salah seorang dari mere­ka keluar rumah dengan merasa aman, bebas, dan tenang. Dengan perasaan seperti itu, ia keluar ke pasar dengan memperlihatkan kepalanya, memakai wewangian, berdandan, dan menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.</p>
<p>Sebaliknya, wanita yang dalam bahaya dan bencana besar ini tetap berpegang kepada jilbabnya. Saya tidak ingin mengomentari sikap ini. Akan tetapi saya ingin menyerukan kepada saudari-saudari yang beriman, &#8220;Bertakwalah (takutlah) kepada Allah dalam jilbab anda. Manakah yang anda pilih, jilbab anda atau Neraka? Bertakwalah kepada Allah tentang simbol kesucian dan kehormatan ini.</p>
<p>Janganlah meninggalkan bagaimanapun keadaan dan perihal anda. Takut terhadap su&#8217;ul khatimah (akhir hidup yang jelek) adalah kebiasaan para ulama dan merupakan sesuatu yang mengejutkan orang-orang shalih.</p>
<p>Sahl bin Abdullah At-Tustury berkata, &#8220;jilbabmu atau Neraka? Bertakwalah kepada Allah dalam masalah simbol kesucian dan kehormatan. Jangan melepaskannya bagai­manapun kondisi dan keadaanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Takut terhadap su&#8217;ul khatimah (akhir hidup yang jelek) adalah kebiasaan para ulama dan sesuatu yang mengejutkan orang-orang shalih.</p>
<p>Sahl bin Abdullah At-Tustury berkata, &#8220;Takutnya Shiddiqin terhadap su&#8217;ul khatimah ini terjadi pada setiap detak jantungnya dan setiap gerakan. Mereka itulah yang disifati oleh Allah subhanahu wa ta`ala dengan firman-Nya, &#8220;Dengan hati yang takut&#8221;. (QS. Al-Mukminun: 60)</p>
<p>Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, &#8220;Sesungguhnya rasa takut terhadap khatimah (akhir hayat) telah menggagalkan tampilnya orang-orang yang bertakwa, dan seakan-akan orang-orang yang berbuat dosa lagi zhalim telah menandatangani kontrak keamanan.</p>
<p>Orang-orang yang bertakwa takut kepada su&#8217;ul khatimah, sedangkan orang-orang yang banyak dosa seakan-akan pada diri mereka terdapat jaminan keamanan. Sufyan menangis pada suatu malam dan dia semakin banyak menangis. Lalu ditanyakan kepadanya, &#8220;Semua ini karena anda takut terhadap dosa?&#8221;</p>
<p>Beliau mengambil sebuah piring besar di tangannya lalu berkata, &#8220;Demi Allah, dosa itu terasa lebih ringan bagiku daripada ini, akan tetapi saya menangis karena takut terhadap su&#8217;ul khatimah.&#8221;</p>
<p>Maka hendaknya kita takut terhadap su&#8217;ul khatimah. Nabi Shalallahu Alayhi wa Sallam di dalam hadits yang shahih bersabda, &#8220;Sesungguhnya salah seorang di antara kalian benar-benar mengerjakan pekerjaan ahli Surga, sehingga tidak ada (jarak) antara dia dan Surga itu kecuali sehasta saja. Namun ia telah di dahului oleh ketentuan (takdir) Allah atasnya. Lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli Neraka, maka ia pun masuk Neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian mengerjakan pekerjaan ahli Neraka, sehingga tak ada (jarak) antara dia dan Neraka, kecuali sehasta saja, maka ia didahului oleh ketentuan (takdir) Allah atasnya. Lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli Surga, maka ia pun masuk ke dalam Surga.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya. &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, &#8216;Tuhan kami ialah Allah,&#8217; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu me­rasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.&#8221; (QS. Fushshilat: 30)</p>
<p>Dicopy dengan sedikit perubahan dari buku Saudariku Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?</p>
<p>Ilustrasi gambar : flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/dia-tetap-berpegang-kepada-jilbabnya-walaupun-kapal-akan-tenggelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Wanita Munafik</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/karakteristik-wanita-munafik/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/karakteristik-wanita-munafik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 11:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerai]]></category>
		<category><![CDATA[Khulu']]></category>
		<category><![CDATA[Munafik]]></category>
		<category><![CDATA[Talak]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nashr
Diambil dari buku Al-Munafiqoon (hal. 79-80) [Buku ini tersedia dalam bahasa Inggris]
1. Mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh
Tabarruj atau mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh pada siapa saja (non Mahram) adalah tanda wanita munafik
Sangat menyedihkan melihat wanita-wanita mempertontonkan aurat di depan khalayak umum seolah-olah mereka adalah ongokan daging yang menjajakan diri kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nashr</p>
<p>Diambil dari buku Al-Munafiqoon (hal. 79-80) [Buku ini tersedia dalam bahasa Inggris]</p>
<p><strong>1. Mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh</strong><br />
Tabarruj atau mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh pada siapa saja (non Mahram) adalah tanda wanita munafik</p>
<p>Sangat menyedihkan melihat wanita-wanita mempertontonkan aurat di depan khalayak umum seolah-olah mereka adalah ongokan daging yang menjajakan diri kepada orang-orang yang hanya ingin menikmatinya.</p>
<p>Perilaku yang mudah ditemui saat ini adalah kecantikan fisik wanita menjadi komoditas murah yang ditampilkan/dijajakan di pasar-pasar. Bahkan fisik wanita dianggap sebagai alat jual produk dan layanan.</p>
<p>Wanita yang tidak menjaga kehormatan dan tidak memakai jilbab adalah wanita yang tidak mentaati Allah dan Rasul-Nya. Perilakunya menunjukkan ketaatnya kepada iblis dan bala tentaranya. Perbuatannya adalah perbuatan wanita yang tidak punya keimanan dan pakaiannya adalah pakaian kesesatan meski ia mengaku mempunyai iman dan ketaqwaan. <span id="more-363"></span></p>
<p>Allah subhanahu wa Taala berfirman,</p>
<p>&#8220;Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup &#8216;auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.&#8221; [Al-A‘raaf: 26]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, &#8220;wanita pesolek (tabarruj) adalah wanita munafik.</p>
<p>Lihat pembahasannya dalam buku jilbab wanita muslimah karya syaikh albani.</p>
<p><strong>2. Al-Mukhtali&#8217;aat : Wanita/istri yang meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan</strong></p>
<p>Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa&#8217;i dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah dan Tsauban radhiyallaahu ‘anhu. Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda,</p>
<p>&#8220;Al-Mukhtali&#8217;aat (istri yang meminta cerai) adalah orang-orang munafik.&#8221;</p>
<p>Khul&#8217; maknanya melepas pakaian. Lalu digunakan untuk istilah wanita yang meminta kepada suaminya untuk melepas dirinya dari ikatan pernikahan yang dijelaskan Allah sebagai pakaian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka” [Al-Baqarah : 187]</p>
<p>Dalam upaya meminta cerai (khulu&#8217;), istri harus membayar sejumlah uang kepada suaminya untuk mengakhiri ikatan pernikahan mereka. Jika uang (harta benda) tidak dipenuhi maka gugatan cerai tidak dapat diajukan.</p>
<p>Meminta cerai diperbolehkan dalam hukum islam apabila dilakukan dengan alasan yang tepat dan benar. Alasan mengajukan khulu&#8217; bermacam-macam, tergantung kondisi. Tetapi secara umum mengajukan khulu&#8217; adalah karena sebab-sebab berikut</p>
<p>1. Suami berperangai keras (temperamental)<br />
2. Melecehkan (menyia-yiakan) istri<br />
3. Istri khawatir tidak dapat menunaikan hak suaminya tersebut dan tidak dapat menegakkan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ketaatan kepadanya</p>
<p>Tidak boleh meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan. Karena hal ini menggiring wanita mempeoleh gelar nifaaq (kemunafikan), dikarenakan tidak taat dan mematuhi hukum Allah.</p>
<p>Untuk penjelas lebih lanjut mengenai hukum-hukum khulu&#8217;, dapat dilihat pada buku-buku fiqih dan meminta nasehat ulama untuk perkara-perkara yang tidak diketahui.</p>
<p>Diterjemahkan oleh Oryza, dari website<br />
- http://www.calgaryislam.com/imembers/Sections+index-req-viewarticle-artid-191-page-1.html<br />
- http://www.calgaryislam.com/imembers/Sections+index-req-viewarticle-artid-191-page-2.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/karakteristik-wanita-munafik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikah atau Menuntut Ilmu?</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/menikah-atau-menuntut-ilmu/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/menikah-atau-menuntut-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 06:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soal Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Menuntut Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan
Manakah yang harus didahulukan, Menuntut ilmu atau menikah? yang menjadi pertimbangan adalah, karena saya sudah tidak sabar ingin segera menikah.
Jawaban
Jika anda dapat bersabar, pilihlah menuntut ilmu dan bersabarlah. Seperti perkataan Umar RadhiAllahuanhu, &#8220;Carilah ilmu sebelum datang masa lemah&#8221;.
Dikarenakan, pernikahan dapat menjadi penghalang seseorang untuk menuntut ilmu. Setelah menikah, kebanyakan dari mereka berhenti menuntut ilmu serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan<br />
Manakah yang harus didahulukan, Menuntut ilmu atau menikah? yang menjadi pertimbangan adalah, karena saya sudah tidak sabar ingin segera menikah.</p>
<p>Jawaban<br />
Jika anda dapat bersabar, pilihlah menuntut ilmu dan bersabarlah. Seperti perkataan Umar RadhiAllahuanhu, &#8220;Carilah ilmu sebelum datang masa lemah&#8221;.</p>
<p>Dikarenakan, pernikahan dapat menjadi penghalang seseorang untuk menuntut ilmu. Setelah menikah, kebanyakan dari mereka berhenti menuntut ilmu serta ketekunannya berkurang.</p>
<p>Namun, jika Anda memiliki kemampuan (sanggup) untuk menggabungkan antara kedua hal yang bermanfaat tersebut, maka lakukanlah: Apabila anda takut terjatuh ke dalam perbuatan keji, zina, dll, maka menikahlah dengan tujuan mengharap ridho Allah. Supaya lebih menjaga diri, karena hal inilah yang lebih utama.</p>
<p>Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali<br />
Sumber : www.rabee.net<br />
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Abu Abdis Salaam Siddiq Al-Juyaanee<br />
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Oryza.</p>
<p>Sumber : http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=29&#038;Topic=8566</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/menikah-atau-menuntut-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
