<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raudhah Al Ilmi &#187; Muslimah</title>
	<atom:link href="http://oryza.or.id/tag/muslimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oryza.or.id</link>
	<description>Berilmu untuk Meraih Jannah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 13:37:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Larangan Syariat Bagi Muslimah</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/10/larangan-syariat-bagi-muslimah/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/10/larangan-syariat-bagi-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 13:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Transkrip Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kufur]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mencukur Alis]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Kewajiban setiap muslim dan muslimah adalah meninggalkan setiap perkara-perkara yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena setiap sesuatu yang dilarang dalam syariat, tentulah mempunyai dampak serta akibat baik di dunia maupun di akhirat. Setiap umat Islam, laki-laki dan wanita wajib mentaati perintah Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang.
Perintah untuk Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kewajiban setiap muslim dan muslimah adalah meninggalkan setiap perkara-perkara yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena setiap sesuatu yang dilarang dalam syariat, tentulah mempunyai dampak serta akibat baik di dunia maupun di akhirat. Setiap umat Islam, laki-laki dan wanita wajib mentaati perintah Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang.</p>
<p><strong>Perintah untuk Taat kepada Allah dan Rasul-Nya</strong><br />
Dalam Al-Quran disebutkan secara jelas tentang perintah-perintah untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya. Hal ini merupakan kewajiban setiap mukmin agar mentaati apa yang telah dibawa oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Karena mentaati Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sama halnya mentaati Allah. Seperti yang telah disebutkan dalam surat An Nisaa&#8217; ayat 80 </p>
<p><em>Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka </em></p>
<p>Selain kewajiban mentaati perintah-perintah Allah yang dibawa oleh Rasulullah, Juga merupakan kewajiban setiap mukmin untuk menjauhi larangan yang telah ditetapkan. Firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 7<br />
<span id="more-452"></span><br />
<em>Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.</em></p>
<p>Bagi yang melanggar perintah maupun larangan dari Allah, tentunya mendapat acaman dan azab yang pedih. Allah berfirman dalam surat An Nuur ayat 63</p>
<p><em>maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. </em></p>
<p><strong>Sikap Taslim dan Tidak Memilih-milih</strong><br />
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa setiap umat Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam akan masuk syurga kecuali yang enggan, yaitu orang yang durhaka dan tidak taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang melanggar perintah dan larangan Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu wajib kaum muslim untuk taslim (tunduk) dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan/putuskan.</p>
<p>Tidak patut bagi seorang mukmin memilih-milih dalam mengerjakan syariat. Hal ini diterangkan dalam surat Al Ahzab ayat 36</p>
<p><em>Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. </em></p>
<p><strong>Larangan-larangan Syariat Bagi Muslimah</strong><br />
<strong>1. Larangan Berbuat Syirik</strong><br />
Syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar. Karena akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka jahanam. Larangan ini berlaku baik muslim dan muslimah.</p>
<p><strong>2.  Mendatangi dukun, ahli nujum, para normal, orang pintar</strong><br />
Termasuk hal yang dilarang dalam syariat. Dalam sebuah hadits disebutkan <em>&#8220;Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam.&#8221;</em> (Riwayat Muslim)</p>
<p><strong>3. Larangan menyambung rambut</strong><br />
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa ada seorang datang kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dan mengatakan bahwa anaknya hendak menikah tetapi rambutnya rontok. Orang tersebut bertanya bolehkah anaknya menyambung rambut dengan rambut lain? Lalu beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkata. &#8220;<em>Allah melaknat wanita yang menyambung rambut, dan yang minta disambung rambutnya</em>&#8221;</p>
<p><strong>4. Larangan membuat tato, mencukur alis, merenggangkan gigi</strong><br />
Dalilnya adalah sebagai berikut</p>
<p><em>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, wanita yang mentato (kulitnya) dan wanita yang meminta dibuatkan tato”</em>. (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih).</p>
<p>“<em>Allah melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Allah</em>”. (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih).</p>
<p><strong>5. Larangan menampakkan perhiasan</strong> Yang dimaksud di sini adalah seorang wanita muslimah keluar dengan tidak memakai busana muslimah. Karena hal ini menyelesihi perintah Allah dalam surat Al Ahzab (33) ayat 59, yang artinya <em>&#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.</em></p>
<p>Pakaian yang dikenakan muslimah ketika hendak keluar rumah mempunyai beberapa syarat seperti yang disebutkan oleh syaikh Al-Albani dalam bukunya Jilbab Wanita Muslimah, yaitu sebagai berikut :<br />
- Menutupi seluruh tubuh, tebal<br />
- Longgar, tidak boleh sempit/ketat<br />
- Tidak boleh menyerupai laki-laki<br />
- Bukan bentuk perhiasan/mencolok<br />
- Tidak boleh memakai wangi-wangian</p>
<p><strong>6. Larangan keluar rumah dengan menggunakan wangi-wangian/parfum</strong><br />
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sangat keras mamperingatkan masalah tersebut. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)</p>
<p>Kemudian dalam hadits lain disebutkan Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”<em>Siapa saja perempuan yang memakai parfum maka janganlah ia menghadiri shalat isya di masjid bersama kami</em>” (Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)</p>
<p><strong>7. Kufur kepada kebaikan suami</strong><br />
Dalilnya adalah sebagai berikut, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:<br />
“<em>…dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’</em>” (HR. Bukhari)</p>
<p><strong>8. Mengganggu tetangga</strong><br />
Seorang muslimah yang ahli ibadah dan ahli sedekah dapat terjerumus dalam neraka diakibatkan perilaku yang sering mengganggu tetangganya baik berupa ucapan lisan maupun perbuatan. Hal ini disebutkan dalam hadits,</p>
<p><em>Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ada seseorang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah malam dan berpuasa sunnah di siang hari. Dia juga berbuat baik dan bersedekah, tetapi lidahnya sering mengganggu tetangganya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan dia adalah penduduk neraka.”<br />
</em></p>
<p>Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita, sesungguhnya Dia adalah Maha Pemberi Petunjuk, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</p>
<p>=======</p>
<p>Larangan Syariat Bagi Muslimah Ditranskrip oleh Oryza dari rekaman Kajian 7 Larangan Syariat Bagi Wanita oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Kajian tersebut dapat didownload di <a title="Tujuh Larangan Syariat bagi Wanita" href="http://audio.assunnah.web.id/2009/05/tujuh-larangan-syariat-bagi-wanita.html" target="_blank">website Audio Assunnah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/10/larangan-syariat-bagi-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Berharga dari Gadis Kecil</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/09/pelajaran-berharga-dari-gadis-kecil/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/09/pelajaran-berharga-dari-gadis-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 05:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Shalihah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya.
Anak: &#8220;Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.&#8221;
Ibu: &#8220;Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.&#8221;
Anak: &#8220;Benar, wahai ibu, akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya.</p>
<p>Anak: &#8220;Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.&#8221;</p>
<p>Ibu: &#8220;Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.&#8221;</p>
<p>Anak: &#8220;Benar, wahai ibu, akan tetapi ibu guru tidak menghendakinya.&#8221;</p>
<p>Ibu: &#8220;Baiklah, wahai putriku, guru itu tidak menghendaki, tetapi Allah meng­hendakinya. Lalu siapakah yang akan kamu taati? Apakah kamu akan mentaati Allah yang telah menciptakanmu dan membentukmu, serta yang telah mengaruniakan kenikmatan kepadamu? Ataukah kamu akan mentaati seorang makhluk yang tidak mampu memberikan manfaat dan madharat kepada dirinya?&#8221;</p>
<p>Anak: &#8220;Sesungguhnya saya akan taat kepada Allah.&#8221;</p>
<p>Ibu: &#8220;Bagus, wahai putriku, kamu tepat sekali.&#8221; <span id="more-394"></span></p>
<p>Pada hari berikutnya, gadis kecil itu pergi dengan mengenakan baju yang panjang. Tatkala ibu guru melihatnya, ia langsung mencela dan memarahinya dengan keras. Gadis kecil itu tidak mampu memikul amarah tersebut, ditambah lagi oleh pandangan teman-teman perempuannya yang mengarah kepadanya.</p>
<p>Tidak ada yang ia lakukan selain berteriak menangis. Kemudian, gadis kecil itu mengeluarkan kata-kata yang besar maknanya meski sedikit jumlahnya, &#8220;Demi Allah, saya tidak tahu siapa yang akan saya taati, anda ataukah Dia?&#8221;</p>
<p>Ibu guru itu pun bertanya, &#8220;Siapakah Dia itu?&#8221;</p>
<p>Anak itu menjawab, &#8220;Allah. Apakah saya harus taat kepada anda, sehingga saya mesti memakai pakaian seperti yang engkau kehendaki, tetapi saya berbuat maksiat kepada-Nya. Ataukah saya mentaati-Nya dan tidak mentaati engkau? Ah, biarlah saya akan mentaati-Nya saja, dan apa yang terjadi terjadilah.&#8221;</p>
<p>Aduhai, betapa agungnya kalimat yang keluar dari mulut si kecil itu. Sebuah kalimat yang menampakkan wald (ketaatan) yang mutlak kepada Allah M. Gadis kecil itu bertekad untuk berpegang kuat dan taat ke­pada perintah Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa</p>
<p>Akan tetapi&#8230;.apakah bu guru itu hanya berdiam saja darinya?</p>
<p>Ibu guru itu meminta dipanggilkan ibu si anak kecil tersebut. Apa yang ia inginkan darinya?</p>
<p>Maka datanglah si ibu itu&#8230;</p>
<p>Ibu guru berkata kepada ibu anak kecil itu, &#8220;Sesungguhnya putri anda telah menasihatiku dengan nasihat paling besar yang pernah aku dengar di sepanjang hidupku.&#8221;</p>
<p>Benar, ibu guru telah mengambil pelajaran dan nasihat dari murid kecilnya. Ibu guru yang mengajarkan pendidikan dan telah mengambil bagian yang besar dari ilmu.</p>
<p>Seorang guru yang ilmunya tidak dapat menghalanginya untuk mengambil nasihat dari seorang gadis kecil yang mungkin seusia dengan putrinya.</p>
<p>Salam penghormatan, semoga terlimpahkan kepada guru ini. Salam peng­hormatan juga untuk gadis kecil yang telah memberikan pendidikan Islamiyah dan telah berpegang kepadanya.</p>
<p>Salam penghormatan untuk sang ibu yang telah menanamkan dalam diri putrinya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Seorang ibu yang yang telah mengajarkan kepada putrinya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Wahai ibu-ibu muslimah, di depan anda lah anak-anak anda. Mereka seperti adonan tepung. Anda bisa membentuknya sebagai-mana yang anda kehendaki, maka bersegera-lah untuk membentuk mereka dengan bentuk yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Ajarkanlah shalat kepada mereka<br />
Ajari mereka ketaatan kepada Allah<br />
Ajari mereka untuk bisa tetap tegar dan kokoh di atas kebenaran<br />
Ajarkanlah semua itu kepada mereka, sebelum mereka menginjak usia baligh.</p>
<p>Karena jika pada saat mereka masih kecil tidak mendapatkan pendidikan yang baik, maka sesungguhnya anda sekalian akan menyesal dengan penyesalan yang besar, karena mereka akan menjadi anak-anak yang menyimpang pada saat mereka telah dewasa.</p>
<p>Gadis kecil ini tidak hidup pada zaman Sahabat dan juga Tabi&#8217;in. Sesungguhnya ia hidup pada zaman modern sekarang ini.</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa, kita bisa menciptakan generasi-generasi semisal gadis kecil tersebut dengan izin Allah. Seorang gadis kecil yang bertakwa lagi berani untuk menampakkan kebenaran serta tidak takut akan cemoohan dan ejekan orang-orang, demi membela agama Allah.</p>
<p>Wahai saudariku yang beriman, inilah putrimu. Ia berada di hadapanmu. Berilah ia minum dengan air takwa dan keshalihan.</p>
<p>Perbaikilah lingkungannya dengan cara menjauhkannya dari air yang kotor serta bakteri yang membahayakan.</p>
<p>Hari-hari telah berada di hadapan anda— Perhatikanlah apa yang akan anda perbuat terhadap amanah yang telah dititipkan kepada anda oleh Allah Tuhan Pemilik langit dan bumi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/09/pelajaran-berharga-dari-gadis-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Mati di Lantai Dansa</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 02:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul Khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu&#8230;..
Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.
Di sanalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).</p>
<p>Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu&#8230;..</p>
<p>Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.</p>
<p>Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya&#8230;</p>
<p>Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu&#8230;.. <span id="more-386"></span></p>
<p>Wanita itu terus berdansa dan menari hingga akhirnya dia jatuh pingsan di atas panggung sebelum kedua mempelai itu datang.</p>
<p>Para undangan wanita berusaha keras untuk menyadarkannya, akan tetapi tidak ada faedahnya. Lalu salah seorang teman perempuan pedansa yang diundang itu maju ke panggung dan berkata, &#8220;Aku tahu bagaimana menyadarkannya. Tambahkanlah musik dan gendang di sekitar kedua telinganya, maka ia akan bangkit dan sadar&#8230;&#8221;</p>
<p>Maka mereka pun menambah suara musik di sekitarnya selama beberapa menit, akan tetapi tetap saja tidak berguna&#8230;</p>
<p>Lalu sebagian undangan wanita memeriksanya, dan mereka mendapatinya telah mati!!!</p>
<p>Mereka pun segera menutupinya. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan yang belum pernah dibayangkan oleh seorang pun&#8230;</p>
<p>Aduhai, betapa dahsyatnya&#8230;.</p>
<p>Mayat itu tersingkap!!</p>
<p>Kain penutup yang digunakan untuk menutupinya tidak dapat menyelimuti tubuhnya. Kain penutup itu terbang setiap kali mereka berusaha untuk menutupi jasadnya, kain itu tersingkap naik ke atas dari salah satu sisinya. Sesekali kain penutup itu tersingkap dari arah dada, dan sesekali dari arah kedua paha, dan sesekali pula dari arah kepala dan kaki. Demikianlah seterusnya&#8230;..</p>
<p>Di tengah-tengah kejadian itu sebagian undangan wanita mengutus seseorang untuk memanggil suami wanita tersebut&#8230;</p>
<p>Mereka berusaha untuk menutupinya dengan kain penutup, akan tetapi tidak ada manfaatnya. Setiap kali mereka menutupinya, maka terbanglah kain penutup itu dari atasnya. Keadaan seperti itu terus berlangsung di tengah-tengah ketakutan para pengunjung wanita.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, suaminya pun hadir dan dengan segera berusaha menutupi tubuh istrinya dengan kain mantelnya. Dia memegang satu ujung kain penutup itu, tetapi terangkatlah ujung yang lainnya. Ia memegang ujung yang lain, lalu ujung yang keempatnya terangkat. Keadaan seperti itu terus berlangsung sampai mereka meng-angkat wanita tersebut untuk dimandikan dan dikubur.</p>
<p>Kejadian yang mengejutkan kedua terjadi ketika mayat wanita itu dimandikan.</p>
<p>Demikianlah, hal itu terjadi pula pada kain kafan. Tatkala mereka meletakkan kain kafan di atasnya, maka terangkatlah ia dan menyingkap. Mereka berusaha berulang kali, namun tanpa faedah&#8230;..</p>
<p>Kerabat-kerabatnya yang hadir pada saat itu bertanya kepada salah seorang undangan tentang masalah ini dan dijawab,</p>
<p>&#8220;Dia dikubur sebagaimana adanya&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Itulah bagiannya, dan itulah dunia yang ia usahakan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Maka ia pun dikubur sebagaimana halnya&#8230;&#8230;. dengan telanjang.</p>
<p>Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali).</p>
<p>DiSalin dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008</p>
<p>Ilustrasi Gambar : flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di atas Kursi Pesawat</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/di-atas-kursi-pesawat/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/di-atas-kursi-pesawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 02:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[
Wanita itu berkata, &#8220;Di kala itu aku adalah seorang gadis remaja. Aku menyukai kehidupan dan tidak suka mengingat mati!!
Aku segera meninggalkan majelis teman-teman wanitaku ketika salah seorang di antara mereka berbicara tentang kejadian yang menyedihkan atau kematian yang tiba-tiba, atau penyakit yang kronis!!
Aku selalu mengikuti perkembangan mode dengan kecintaan yang meluap-luap dan penuh kerinduan. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-401" title="pesawat" src="http://oryza.or.id/wp-content/uploads/2009/07/pesawat.jpg" alt="pesawat" width="240" height="154" /></p>
<p>Wanita itu berkata, &#8220;Di kala itu aku adalah seorang gadis remaja. Aku menyukai kehidupan dan tidak suka mengingat mati!!</p>
<p>Aku segera meninggalkan majelis teman-teman wanitaku ketika salah seorang di antara mereka berbicara tentang kejadian yang menyedihkan atau kematian yang tiba-tiba, atau penyakit yang kronis!!</p>
<p>Aku selalu mengikuti perkembangan mode dengan kecintaan yang meluap-luap dan penuh kerinduan. Aku bersemangat supaya aku dapat mengejarnya dan tidak ketinggalan beritanya sehingga jubahku yang hitam tidak ketinggalan tren mode pada saat itu.</p>
<p>Aku telah terperdaya oleh kecintaan terhadap sesuatu yang baru. Aku mengikuti berbagai gaya dan cara berpakaian. Maka kadang-kadang aku meletakkan kerudung di atas pundakku agar aku dapat menampakkan perhiasanku dan sedikit leherku&#8230;. <span id="more-383"></span></p>
<p>Cadarku, bahkan katakanlah cadar fitnah. Sesungguhnya aku mulai mengenakannya seiring dengan perkembangan mode dengan alasan aku tidak bisa melihat dari balik cadar. Maka kedua mataku aku perlihatkan bercelak dari sela-sela lubang cadarku, dan aku berjalan seraya mengikuti pandangan mata orang-orang yang ada di sekitarku.</p>
<p>Kelalaianku menjadikanku menyanyi senang ketika aku melihat mata wanita yang lewat dan orang-orang yang lemah memandang sekilas kepadaku dengan kagum dan menganggap asing!</p>
<p>Pada suatu hari aku pergi ke sebuah negara Barat. Aku tidak hanya memperindah jilbabku saja, akan tetapi aku mencampakkannya di atas kursi pesawat yang membawaku terbang berkelana!</p>
<p>Di negeri itu mataku terbelalak melihat seorang wanita berjilbab yang tidak tampak darinya sedikit pun. Baju luarnya panjang dan tebal. Kerudungnya panjang sekali. Aku mendekatinya, aku mendengar ia berbicara dengan logat bahasa asing!!</p>
<p>Aku kagum dan bertanya-tanya. Apakah dia seorang wanita Arab yang tinggal lama di Barat yang biasa bercakap-cakap dengan bahasa asing, sehingga memiliki kemampuan berbicara dengan bahasa asing secara mengagumkan ?!</p>
<p>Rasa ingin tahuku mendorongku untuk bertanya kepadanya, &#8220;Orang Arabkah anda?&#8221; &#8220;Bukan, aku adalah orang Kanada yang muslimah. Aku masuk Islam satu setengah tahun yang lalu, dan sejak itu aku adalah sebagaimana apa yang anda lihat. Aku mengenakan jilbabku. Aku berjalan, sementara kemulian dan kebanggaanku terhadap agamaku yang baru, keduanya berjalan mengiringiku&#8230;.&#8221;, jawabnya.</p>
<p>Aku meletakkan tanganku di atas kepalaku. Aku mencari jilbabku! Aku tidak menemukannya! Aku teringat bahwa aku telah membuangnya di atas kursi pesawat!</p>
<p>Aku mengulang-ulang kalimat-kalimat yang panas antara aku dan diriku, &#8220;Ya Allah &#8230;.wahai Tuhanku&#8230;. apakah wanita yang bukan keturunan Arab, yang belum pernah mengenal dan belum pernah beriman kepada-Mu kecuali sejak satu setengah tahun yang lalu, sedangkan aku&#8230;</p>
<p>Kakekku seorang muslim, ayahku seorang muslim. Ibuku, saudaraku, bahkan kaumku semuanya adalah muslim!! Aku tumbuh dan dibesarkan di atas ketaatan kepada-Mu. Aku terdidik di dalam lingkungan yang penduduknya beriman kepada-Mu, lalu bagaimana aku bisa lepas dari jilbabku dengan semudah ini, sedangkan dia berpegang teguh kepadanya?!!&#8221;</p>
<p>Seindah-indah kalung yang pertama kali dan yang paling murni adalah kalung ibadah. Maka jilbab itu termasuk salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebuah ayat yang merasuk ke dalam hati. Pembicaraan itu ditujukan kepada para istri Rasul dan putri-putrinya, serta kepada anda,</p>
<p>&#8220;Hai Nabi, katakanhh kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengu-lurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221; (QS.Al-Ahzab:59)</p>
<p>Ibnu Abbas berkata, &#8220;Allah memerintahkan kepada wanita-wanita mukminah jika mereka keluar rumah untuk suatu keperluan, agar mereka menutupi wajah mereka dari atas kepala mereka dengan jilbab.&#8221;</p>
<p>Maka taatkala anda menjadikan jilbab secara syar&#8217;i itu di atas kepala anda dan anda mengulurkan kain penutup itu pada wajah anda sehingga tidak tampak dari diri anda sedikit pun, ketahuilah bahwa anda sedang berada di dalam ketaatan dan ibadah!</p>
<p>Hal itu akan semakin bertambah tatkala anda lebih banyak berpegang kepadanya, tetapi itu akan berkurang tatkala anda berlaku teledor dan lalai.</p>
<p>Disalin dengan sedikit perubahan dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008</p>
<p>Ilustrasi gambar : flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/di-atas-kursi-pesawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Tetap Berpegang kepada jilbabnya, Walaupun Kapal akan Tenggelam</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/dia-tetap-berpegang-kepada-jilbabnya-walaupun-kapal-akan-tenggelam/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/dia-tetap-berpegang-kepada-jilbabnya-walaupun-kapal-akan-tenggelam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 13:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah tentang wanita Mesir yang bersama suaminya akan menunaikan ibadah haji. Mereka datang melalui jalan laut. Mereka tiba dan menunaikan manasik haji.
Mereka thawaf di Ka&#8217;bah, melakukan sa&#8217;i, meminum air zam-zam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Mereka tiada henti-hentinya meneteskan air mata, hingga kembali pulang menuju negeri mereka melalui jalan laut. Suaminya berkata, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kisah tentang wanita Mesir yang bersama suaminya akan menunaikan ibadah haji. Mereka datang melalui jalan laut. Mereka tiba dan menunaikan manasik haji.</p>
<p>Mereka thawaf di Ka&#8217;bah, melakukan sa&#8217;i, meminum air zam-zam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Mereka tiada henti-hentinya meneteskan air mata, hingga kembali pulang menuju negeri mereka melalui jalan laut. Suaminya berkata, &#8220;Kami berada di dalam sebuah ruangan kamar kapal laut. Ada saya, istri dan anak-anak saya.&#8221;</p>
<p>Ketika itu kami sedang bercengkerama, tiba-tiba terdengar teriakan keras dan hentakan telapak kaki. Saya pun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata semua orang berteriak dengan keras, &#8220;Kapal akan tenggelam. Kapal akan tenggelam!&#8221;</p>
<p>Dengan penuh ketakutan, saya secepatnya kembali ke kamar dan berkata kepada istri saya, &#8220;Kita harus segera keluar, kapal ini akan tenggelam, kapal ini akan tenggelam!&#8221; Tapi istri saya menolak, &#8220;Tidak, aku tidak akan keluar.&#8221; <span id="more-374"></span></p>
<p>&#8220;Apa yang kamu katakan? Apa kamu sudah gila? Apa akalmu telah hilang? Kapal ini akan tenggelam, kamu ingin mati?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab, &#8220;Aku tidak akan keluar sebelum aku mengenakan jilbabku dengan sempurna.&#8221;</p>
<p>Saya berusaha menjelaskan kepadanya bahwa orang-orang saat ini tidak akan sempat memandang wanita, karena sedang berada dalam bencana yang besar.</p>
<p>Istriku menjawab, &#8220;Aku tidak akan berdebat dalam perkara ini dan janganlah engkau mendebatku dalam masalah ini. Demi Allah, aku tidak akan keluar dari kamar ini kecuali aku telah mengenakan jilbabku dengan sempurna, jilbab yang diperintahkan oleh Allah kepadaku.&#8221;</p>
<p>Aku pasrah dengan realita yang terjadi. Maka dia mengenakan jilbabnya. Saat itu orang-orang saling mendorong ingin menye-lamatkan diri mereka masing-masing.</p>
<p>Lalu dia mengenakan jilbabnya yang mengagumkan. Saat itu istriku tampak sangat tenang. Tidak terlihat tanda-tanda gelisah, takut, dan bersedih. Kemudian kami keluar dan ia telah mengenakan jilbabnya dengan sempurna. Aku memegang tangannya dan ia memegang erat tanganku.&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba istriku bertanya, &#8220;Wahai suamiku, apakah engkau ridha kepadaku?&#8221; Aku pun menjawab,&#8221;Ya.&#8221;</p>
<p>Sungguh aku merasa aneh dengan pertanyaannya. Apakah ini saat yang tepat dia bertanya begitu?&#8221;</p>
<p>Dengan jawabanku itu, istriku merasa gembira dan aman. Ia menyunggingkan senyuman. Lalu kami pergi untuk mencari keselamatan. Akan tetapi kami dipisahkan oleh ombak yang besar. Akhirnya kapal kami pun tenggelam.</p>
<p>Tak lama kemudian datanglah tim penyelamat. Mereka menyelamatkan orang-orang yang masih bisa diselamatkan dan tidak mampu menyelamatkan sisanya.</p>
<p>Saya termasuk orang yang selamat. Saya dan anak-anak mencari istri saya di tengah orang-orang yang selamat, namun saya tidak menemukannya. Lalu saya pergi ke tempat para jenazah korban yang tenggelam. Saya mendapatkannya dalam keadaan telah mati dalam jilbabnya.</p>
<p>Laa ilaaha illallah&#8230;<br />
Betapa jauhnya para wanita kita dibanding wanita ini. Salah seorang dari mere­ka keluar rumah dengan merasa aman, bebas, dan tenang. Dengan perasaan seperti itu, ia keluar ke pasar dengan memperlihatkan kepalanya, memakai wewangian, berdandan, dan menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.</p>
<p>Sebaliknya, wanita yang dalam bahaya dan bencana besar ini tetap berpegang kepada jilbabnya. Saya tidak ingin mengomentari sikap ini. Akan tetapi saya ingin menyerukan kepada saudari-saudari yang beriman, &#8220;Bertakwalah (takutlah) kepada Allah dalam jilbab anda. Manakah yang anda pilih, jilbab anda atau Neraka? Bertakwalah kepada Allah tentang simbol kesucian dan kehormatan ini.</p>
<p>Janganlah meninggalkan bagaimanapun keadaan dan perihal anda. Takut terhadap su&#8217;ul khatimah (akhir hidup yang jelek) adalah kebiasaan para ulama dan merupakan sesuatu yang mengejutkan orang-orang shalih.</p>
<p>Sahl bin Abdullah At-Tustury berkata, &#8220;jilbabmu atau Neraka? Bertakwalah kepada Allah dalam masalah simbol kesucian dan kehormatan. Jangan melepaskannya bagai­manapun kondisi dan keadaanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Takut terhadap su&#8217;ul khatimah (akhir hidup yang jelek) adalah kebiasaan para ulama dan sesuatu yang mengejutkan orang-orang shalih.</p>
<p>Sahl bin Abdullah At-Tustury berkata, &#8220;Takutnya Shiddiqin terhadap su&#8217;ul khatimah ini terjadi pada setiap detak jantungnya dan setiap gerakan. Mereka itulah yang disifati oleh Allah subhanahu wa ta`ala dengan firman-Nya, &#8220;Dengan hati yang takut&#8221;. (QS. Al-Mukminun: 60)</p>
<p>Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, &#8220;Sesungguhnya rasa takut terhadap khatimah (akhir hayat) telah menggagalkan tampilnya orang-orang yang bertakwa, dan seakan-akan orang-orang yang berbuat dosa lagi zhalim telah menandatangani kontrak keamanan.</p>
<p>Orang-orang yang bertakwa takut kepada su&#8217;ul khatimah, sedangkan orang-orang yang banyak dosa seakan-akan pada diri mereka terdapat jaminan keamanan. Sufyan menangis pada suatu malam dan dia semakin banyak menangis. Lalu ditanyakan kepadanya, &#8220;Semua ini karena anda takut terhadap dosa?&#8221;</p>
<p>Beliau mengambil sebuah piring besar di tangannya lalu berkata, &#8220;Demi Allah, dosa itu terasa lebih ringan bagiku daripada ini, akan tetapi saya menangis karena takut terhadap su&#8217;ul khatimah.&#8221;</p>
<p>Maka hendaknya kita takut terhadap su&#8217;ul khatimah. Nabi Shalallahu Alayhi wa Sallam di dalam hadits yang shahih bersabda, &#8220;Sesungguhnya salah seorang di antara kalian benar-benar mengerjakan pekerjaan ahli Surga, sehingga tidak ada (jarak) antara dia dan Surga itu kecuali sehasta saja. Namun ia telah di dahului oleh ketentuan (takdir) Allah atasnya. Lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli Neraka, maka ia pun masuk Neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian mengerjakan pekerjaan ahli Neraka, sehingga tak ada (jarak) antara dia dan Neraka, kecuali sehasta saja, maka ia didahului oleh ketentuan (takdir) Allah atasnya. Lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli Surga, maka ia pun masuk ke dalam Surga.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya. &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, &#8216;Tuhan kami ialah Allah,&#8217; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu me­rasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.&#8221; (QS. Fushshilat: 30)</p>
<p>Dicopy dengan sedikit perubahan dari buku Saudariku Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?</p>
<p>Ilustrasi gambar : flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/dia-tetap-berpegang-kepada-jilbabnya-walaupun-kapal-akan-tenggelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Wanita Munafik</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/07/karakteristik-wanita-munafik/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/07/karakteristik-wanita-munafik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 11:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerai]]></category>
		<category><![CDATA[Khulu']]></category>
		<category><![CDATA[Munafik]]></category>
		<category><![CDATA[Talak]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nashr
Diambil dari buku Al-Munafiqoon (hal. 79-80) [Buku ini tersedia dalam bahasa Inggris]
1. Mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh
Tabarruj atau mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh pada siapa saja (non Mahram) adalah tanda wanita munafik
Sangat menyedihkan melihat wanita-wanita mempertontonkan aurat di depan khalayak umum seolah-olah mereka adalah ongokan daging yang menjajakan diri kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nashr</p>
<p>Diambil dari buku Al-Munafiqoon (hal. 79-80) [Buku ini tersedia dalam bahasa Inggris]</p>
<p><strong>1. Mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh</strong><br />
Tabarruj atau mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh pada siapa saja (non Mahram) adalah tanda wanita munafik</p>
<p>Sangat menyedihkan melihat wanita-wanita mempertontonkan aurat di depan khalayak umum seolah-olah mereka adalah ongokan daging yang menjajakan diri kepada orang-orang yang hanya ingin menikmatinya.</p>
<p>Perilaku yang mudah ditemui saat ini adalah kecantikan fisik wanita menjadi komoditas murah yang ditampilkan/dijajakan di pasar-pasar. Bahkan fisik wanita dianggap sebagai alat jual produk dan layanan.</p>
<p>Wanita yang tidak menjaga kehormatan dan tidak memakai jilbab adalah wanita yang tidak mentaati Allah dan Rasul-Nya. Perilakunya menunjukkan ketaatnya kepada iblis dan bala tentaranya. Perbuatannya adalah perbuatan wanita yang tidak punya keimanan dan pakaiannya adalah pakaian kesesatan meski ia mengaku mempunyai iman dan ketaqwaan. <span id="more-363"></span></p>
<p>Allah subhanahu wa Taala berfirman,</p>
<p>&#8220;Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup &#8216;auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.&#8221; [Al-A‘raaf: 26]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, &#8220;wanita pesolek (tabarruj) adalah wanita munafik.</p>
<p>Lihat pembahasannya dalam buku jilbab wanita muslimah karya syaikh albani.</p>
<p><strong>2. Al-Mukhtali&#8217;aat : Wanita/istri yang meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan</strong></p>
<p>Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa&#8217;i dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah dan Tsauban radhiyallaahu ‘anhu. Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda,</p>
<p>&#8220;Al-Mukhtali&#8217;aat (istri yang meminta cerai) adalah orang-orang munafik.&#8221;</p>
<p>Khul&#8217; maknanya melepas pakaian. Lalu digunakan untuk istilah wanita yang meminta kepada suaminya untuk melepas dirinya dari ikatan pernikahan yang dijelaskan Allah sebagai pakaian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka” [Al-Baqarah : 187]</p>
<p>Dalam upaya meminta cerai (khulu&#8217;), istri harus membayar sejumlah uang kepada suaminya untuk mengakhiri ikatan pernikahan mereka. Jika uang (harta benda) tidak dipenuhi maka gugatan cerai tidak dapat diajukan.</p>
<p>Meminta cerai diperbolehkan dalam hukum islam apabila dilakukan dengan alasan yang tepat dan benar. Alasan mengajukan khulu&#8217; bermacam-macam, tergantung kondisi. Tetapi secara umum mengajukan khulu&#8217; adalah karena sebab-sebab berikut</p>
<p>1. Suami berperangai keras (temperamental)<br />
2. Melecehkan (menyia-yiakan) istri<br />
3. Istri khawatir tidak dapat menunaikan hak suaminya tersebut dan tidak dapat menegakkan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ketaatan kepadanya</p>
<p>Tidak boleh meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan. Karena hal ini menggiring wanita mempeoleh gelar nifaaq (kemunafikan), dikarenakan tidak taat dan mematuhi hukum Allah.</p>
<p>Untuk penjelas lebih lanjut mengenai hukum-hukum khulu&#8217;, dapat dilihat pada buku-buku fiqih dan meminta nasehat ulama untuk perkara-perkara yang tidak diketahui.</p>
<p>Diterjemahkan oleh Oryza, dari website<br />
- http://www.calgaryislam.com/imembers/Sections+index-req-viewarticle-artid-191-page-1.html<br />
- http://www.calgaryislam.com/imembers/Sections+index-req-viewarticle-artid-191-page-2.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/07/karakteristik-wanita-munafik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua</title>
		<link>http://oryza.or.id/2008/08/haramnya-durhaka-kepada-kedua-orang-tua/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2008/08/haramnya-durhaka-kepada-kedua-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 06:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Birrul Walidain]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Bina Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Birul walidain]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Shalihah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu &#8216;anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.
&#8220;Artinya : Sukakah saya beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, &#8216;Baiklah, ya Rasulullah&#8217;, bersabda Nabi. &#8220;Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu &#8216;anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sukakah saya beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, &#8216;Baiklah, ya Rasulullah&#8217;, bersabda Nabi. &#8220;Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong&#8221;. Maka Nabi selalu megulangi, &#8220;Dan persaksian palsu&#8221;, sehingga kami berkata, &#8220;semoga Nabi diam&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]</p>
<p>Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa dosa besar yang paling besar setelah syirik adalah uququl walidain (durhaka kepda kedua orang tua). Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda bahwa diantara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu [Riwayat Bukhari dalam Fathul Baari 11/555]. Kemudian diantara dosa-dosa besar yang paling besar adalah seorang melaknat kedua orang tuanya [Hadits Riwayat Imam Bukhari]<span id="more-449"></span></p>
<p>Dari Mughirah bin Syu&#8217;bah Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 10/405 No. 5975) Muslim No. 1715 912)]</p>
<p>Hadits ini adalah salah satu hadits yang melarang seorang anak berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. Seorang anak yang berbuat durhaka berarti dia tidak masuk surga dengan sebab durhaka kepada kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abu Darda bahwasanya Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Tidak masuk surga anak yang durhaka, pe,imu, khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar&#8221; [Hadits Riwayat Ahmad 6/441 dan di Hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahihnya 675]</p>
<p>Diantara bentuk durhaka (uquq) adalah :</p>
<p>[1] Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih dan sakit hati.</p>
<p>[2] Berkata &#8216;ah&#8217; dan tidak memenuhi panggilan orang tua.</p>
<p>[3] Membentak atau menghardik orang tua.</p>
<p>[4] Bakhil, tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.</p>
<p>[5] Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, &#8216;kolot&#8217; dan lain-lain.</p>
<p>[6] Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika &#8216;Si Ibu&#8221; melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri maka tidak mengapa dan karena itu anak harus berterima kasih.</p>
<p>[7] Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.</p>
<p>[8] Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misalnya alat musik, mengisap rokok, dll.</p>
<p>[9] Mendahulukan taat kepada istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Na&#8217;udzubillah.</p>
<p>[10] Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.</p>
<p>Semuanya itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan membedakan dalam berkata dan berbuat kepada kedua orang tua dengan kepada orang lain.</p>
<p>Akibat dari durhaka kepada kedua orang tua akan dirasakan di dunia. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Daud dan Tirmidzi dari sahabat Abi Bakrah dikatakan.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abi Bakrah Radhiyallahu &#8216;anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkata, &#8220;Tidak ada dosa yang Allah cepatkan adzabnya kepada pelakunya di dunia ini dan Allah juga akan mengadzabnya di akhirat yang pertama adalah berlaku zhalim, kedua memutuskan silaturahmi&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 23), Abu Dawud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Ahmad 5/36 &amp; 38, Hakim 2/356 &amp; 4/162-163, Tirmidzi berkata, "Hadits Hasan Shahih", kata Al-Hakim, 'Shahih Sanadnya", Imam Dzahabi menyetujuinya]</p>
<p>Dalam hadits lain dikatakan.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dua perbuatan dosa yang Allah cepatkan adzabnya (siksanya) di dunia yaitu berbuat zhalim dan al&#8217;uquq (durhaka kepdada orang tua)&#8221; [Hadits Riwayat Hakim 4/177 dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu] [1]</p>
<p>Keridlaan orang tua harus kita dahulukan dari pada keridlaan istri dan anak. Karena Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengatakan anak yang durhaka akan diadzab di dunia dan di akhirat serta tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.</p>
<p>Sedangkan dalam lafadz yang lain diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Hakim, Ahmad dan juga yang lainnya, dikatakan :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu &#8216;anhu berkata, &#8216;Telah berkata Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, &#8216;Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yakni anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki dan kepala rumah tangga yang membiarkan adanya kejelekan (zina) dalam rumah tangganya&#8221; [Hadits Riwayat Hakim, Baihaqi, Ahmad 2/134]</p>
<p>Jadi, salah satu yang menyebabkan seseorang tidak masuk surga adalah durhaka kepada kedua orang tuanya.</p>
<p>Dapat kita lihat bahwa orang yang durhaka kepada orang tuanya hidupnya tidak berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan. Kalaupun orang tersebut kaya maka kekayaannya tidak akan menjadikannya bahagia.</p>
<p>Seandainya ada seorang anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya kemudian kedua orang tuanya tersebut mendo&#8217;akan kejelekan, maka do&#8217;a kedua orang tua tersebut bisa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Sebab dalam hadits yang shahih Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, &#8216;Telah berkata Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, &#8216;Ada tiga do&#8217;a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala -yang tidak diragukan tentang do&#8217;a ini-, yang pertama yaitu do&#8217;a kedua orang tua terhadap anaknya yang kedua do&#8217;a orang yang musafir -yang sedang dalam perjalanan-, yang ketiga do&#8217;a orang yang dizhalimi&#8221; [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabaul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi] [2]</p>
<p>Banyak sekali riwayat yang shahih yang menjelaskan tentang akibat buruk dari durhaka kepada orang tua di dunia maupun di akhirat. Ada juga kisah-kisah nyata tentang adzab (siksa) dari anak yang durhaka, dari kisah tersebut ada yang shahih ada juga yang dla&#8217;if (lemah). Diantara kisah yang dla&#8217;if yang sering dibawakan oleh para khatib (penceramah) yaitu kisah Al-Qamah yang durhaka kepada ibunya sampai mau dibakar oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam hingga ibunya mema&#8217;afkannya. Akan tetapi kisah ini dla&#8217;if dilemahkan oleh para ulama ahli hadits [3].</p>
<p>[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta]<br />
_________<br />
Foote Note.<br />
[1] Hadits Riwayat Bukhari dalam tarikh dan Thabrani dalam Mu&#8217;jam Kabir dari Abu Bakrah. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Kitabnya Al-Mustadrak dari sahabat Anas. Lihat Silsilah Shahihah No. 1120 dan Shahih Jami&#8217;us Shagir No. 137 dan 2810.<br />
[2] Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 24, 372), Abu Dawud 1536, Tirmidzi 1905, 3448, Ibnu Majah 3826, Ibnu Hibban 2406, At-Thayalishi 2517 dan Ahmad 2/258, 348, 478, 517, 523. Lihat Silsilah Hadits As-Shahihah No. 596<br />
[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Ahmad dengan ringkas dalam sanadnya ada Fayid Abul Warqa&#8217; dia matruk (Majmuz Zawaaid 8/148), kata Ibnul Jauzi, &#8220;Hadits ini tidak shah dari Rasulullah karena dalam sanadnya ada Fayid Abu Warqa&#8221; Imam Ahmad berkata, &#8220;Ia matrukul hadits&#8221;, Ibnu Hibban berkata, &#8220;Tidak boleh berhujjah dengannya&#8221;. Kata Imam Abu Hatim, &#8220;Ia sering dusta&#8221; [Lihat Al-Maudluu'at, Ibnul Jauzi juz 3 hal 87]</p>
<p>Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/544/slash/0</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2008/08/haramnya-durhaka-kepada-kedua-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemungkaran-kemungkaran Wanita</title>
		<link>http://oryza.or.id/2008/07/kemungkaran-kemungkaran-wanita/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2008/07/kemungkaran-kemungkaran-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 05:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Shalihah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[(Tulisan ini diterjemahkan secara ringkas, bebas Oleh Abu Ubaidah Al Atsari dan Ibnu Yusuf As-Salafi dari risalah &#8220;Mukhalafatan taqa&#8217;lu Fiiha Nisa&#8221; koreksi Syeikh Abdullah Ibnu Abdirrahman Al jibrin, Dar Wathan Cetakan 1 th 1420 H)
Allah Subhanahu wa Taala telah menggariskan undang-undang dan syaria-Nya demi kebahagiaan hamba didunia dan akhirat. Apabila mereka menjalankan syari&#8217;at Allah itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Tulisan ini diterjemahkan secara ringkas, bebas Oleh Abu Ubaidah Al Atsari dan Ibnu Yusuf As-Salafi dari risalah &#8220;Mukhalafatan taqa&#8217;lu Fiiha Nisa&#8221; koreksi Syeikh Abdullah Ibnu Abdirrahman Al jibrin, Dar Wathan Cetakan 1 th 1420 H)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Taala telah menggariskan undang-undang dan syaria-Nya demi kebahagiaan hamba didunia dan akhirat. Apabila mereka menjalankan syari&#8217;at Allah itu niscaya mereka akan memperoleh ketentraman dan kesucian dari segala dosa dan kekejian. Allah Subhanahu wa Taala berfirman : &#8220;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya (Al-Ahzab :33)</p>
<p>Tulisan ini berisi kemungkaran-kemungkaran yang sering dilakukan oleh kaum wanita, sebagai nasehat dan peringatan terhadap mereka agar waspada dan menjauhinya. Juga agar mereka segera bertaubat jika memang telah melakukannya. Kemudian medakwahkannya kepada saudari-saudari mereka yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Taala memperbaiki niat dan amal kita. <span id="more-370"></span></p>
<p><strong>Kemungkaran Aqidah</strong><br />
1. Mendatangi para peramal, dukun atau orang (yang dianggap) pintar, baik karena sakit, pelet atau untuk melepaskan sihir. Padahal Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam telah memperingatkan hal ini dalam sabdanya : &#8220;Barang siapa yang mendatangi tukang dukun lalu membenarkan apa yang ia katakan maka dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shalallahu Alayhi Wasallam  ( HR Muslim).</p>
<p>2. Sering ziarah kubur dan bepergian ke kuburan, khususnya kuburan Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam, padahal nabi Shalallahu Alayhi Wasallam  bersabda : &#8220;Allah melaknat para wanita yang sering ziara kubur (HR Ahmad )</p>
<p>3. Memberikan Ucapan selamat kepada wanita kafir seperti disaat ulang tahun, tahun baru dan sejenisnya, padahal ini semua hukumnya haram sebab termasuk kedalam loyal kepada mereka. Al-Hafizh Ibnu Qoyyim berkada dalam Ahkam Ali Dhimmah 1/105 : &#8220;Mengucapkan selamat kepada orang kafir adalah haram dengan kesepakatan pada ulama&#8217; seperti mengatakan &#8220;Selamat Hari Raya&#8221; dan lainnya, kalaulah bukan kufur minimal adalah haram. Karena hal ini seperti memberi ucapan selamat kepada mereka atas sujud mereka terhadap salib&#8221;.</p>
<p>4. Bodoh dengan hukum-hukum agama islam khususnya tentang hukum kewanitaan, padahal Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim ( HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani). Adapun yang masyhur pada zaman ini dengan tambahan &#8220;Muslimatun&#8221; maka tambahan itu tidak ada asalnya, sebagaimana yang ditegaskan Al-afizh As-Syakhawi dalam &#8220;Al-Maqhshidul Hasanah hal 277 walaupun maknanya benar. Lihat pula &#8220;Takhrijul Muskilatil Faqr &#8221; hal 62 oleh Al-Albani.</p>
<p>5. Meratapi mayat dengan memukul wajah dan merobek pakaian, padahal Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Tidaklah termasuk golongan kami orang yang menampar pipi dan merobek pakaian serta menyeruh dengan seruan jahiliyah ( Muttafaqun &#8216;Alaihi).<br />
&#8221; Perempuan yang meratapi apabila belum bertaubat sebelum wafatnya, akan dibangkitkan dihari kiamat sedang pada dirinya pakaian dari tembaga dan baju besi yang berkarat (HR Muslim).</p>
<p>6. Bepergian ke negeri kafir tanpa keperluan secara syar&#8217;i baik dengan alasan belajar, rekreasi atau berbulan madu, padahal para ulama&#8217; telah menjelaskan bahwa tidak boleh bepergian kenegeri kafir melainka dengan alasan yang syar&#8217;i, sedangkan rekreasi bukanlah alasan yang syar&#8217;i (lihat : fatwa Lajnah Daimah 2/68&#8243; dan Syarah Tsalatsatul Ushul hal 131-138 oleh Ibnu Utsaimin. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah lingkungan yang kafir ( HR Abu Daud, Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani).</p>
<p>7. Menuntut kepada suami untuk dicarikan pembantu atau guru pribadi yang non muslim, padahal ini sangat berbahaya sekali bagi aqidah dan akhlaq anak-anak.</p>
<p>8. Mencela kaum muslimin dan kaum muslimat khususnya wanita-wanita muslim yang konsekwen terhadap agama, mereka lupa perbuatan mereka ini merupakan salah satu pembatal keislaman mereka . Allah Subhanahu wa Taala berfirman : &#8220;katakanlah apakah dengan Allah, ayat-ayat serta rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah minta maaf, kamu sudah kafir sebelum kamu beriman ( At-Taubah 65-66).</p>
<p>9. Putus harapan ketika tertimpa musibah atau berdoa untuk mati, padahal Nabi bersabda : &#8220;Janganlah seorang diantara kalian mengharap mati karena musibah yang menimpa, apabila ia memang harus mengharap mati,hendaklah ia mengatakan &#8220;Ya Allah hidupkanlah hamba jika hidup itu lebih baik bagiku, wafatkanlah hamba jika wafat itu lebih baik bagiku (Muttfaqun &#8216;alaih).</p>
<p><strong>KEMUNGKARAN DALAM RUKUN ISLAM</strong><br />
1. Mengundur-ungur waktu sholat, baik disebabkan ngerumpi atau begadang sampai larut malam sehingga menyebabkan terlambat tidur atau ketiduran sampai pagi.</p>
<p>2. Tidak mengeluarkan zakat mal atau perhiasan yang dimiliki wanita padahal sudah sampai haul dan nishabnya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman : &#8220;Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, makaberitahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih (9:34).</p>
<p>3. Tidak menasehati suami atau anak-anak yang melalaikan sholat</p>
<p>4. Kurangnya perhatian seorang ibu terhadap putri-putrinya, sehingga ia tidak tahu apakah putrinya sudah baligh atau belum?</p>
<p>5. Mengkhususkan warna tertentu ketika ihram dalam haji, seperti warna hijau atau sebeliknya, demikian juga memakai cadar dan kaos tangan ketika ihrom, padahal nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8221; Jangalah seorang wanita yang tengah berihram memakai cadar dan kaos tangan (HR Muslim ).</p>
<p><strong>KEMUNGKARAN RUMAH TANGGA</strong><br />
1. Menggunakan bejana emas dan perak untuk makan dan minum, padahal telah di larang oleh Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam dengan sabda beliau : &#8220;Janganlah kalian minum dibejana emas dan perak dan jangan pula makan dari piring emas dan perak karena sesungguhnya diperuntukkan untuk orang-orang kafir di dunia, sedangkan untuk kalian ( orang mukmin) diakhirat kelak ( Muttafaqun alaih).</p>
<p>2. Memasang gambar-gambar bernyawa didinding-dinding padahal hukumnya haram.</p>
<p>3. Berpaling dan memerangi poligami, seperti ada yang mengatakan :&#8221;Wanita mana yang mau dimadu? Padahal Allah Subhanahu wa Taala berfirman : &#8220;Dan tidaklah patut bagi laki laki mu;min dan tidak (pula) bagi perempuan mu;min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata ( Luqman :36).</p>
<p>Sungguh benar, apa yang dikatakan Al-Allamah As-Sanqhithi &#8221; Tidak ragu lagi bahwa petunjuk Islam yang memperbolehkan poligami merupakan syari&#8217;at yang paling adil karena beberapa sebab yang telah diketahui oleh orang-orang yang berakal :</p>
<p>a. Seorang wanita terkadang mempunyai halangan seperti haid, nifas, dan lainnya padahal sang suami ingin menunaikan syahwatnya (dari sinilah sering timbul perselingkuhan .pent).</p>
<p>b. Jumlah wanita lebih banyak ketimbang laki-laki, seandainya dicukupkan hanya satu, entah berapa wanita yang tidak dapat menikah sehingga dari sinilah mereka menjadi koran para hidung belang.</p>
<p>c. Adapun persangkaan musuh-musuh islam bahwa poligami membuat pertikaian rumah tangga, ini merupakan perkataan yang bathil. Ditambah lagi bahwa manfaat poligami kembali kepada sang suami dan sang istri juga bagi umat islam sehingga jumlah mereka menjadi banyak yang dapat mengalahkan musuh-musuh mereka, inilah sebenarnya yang dikhawatirkan musuh-musuh kita &#8221; ( lihat Adwa&#8217;ul Bayan, Surat An-Nisaa ayat 9).</p>
<p>Seorang kafir pernah membuat kesaksiannya :&#8221;Seandainya kita mau menimbang dengan adil antara poligami Islam dengan kebebasan barat yang menjadikan wanita sebagai alat pemuas nafsu lelaki, kapan saja ia diinginkan ia lakukan walaupun di jalan, sungguh islam jauh lebih baik (liat : Majmu&#8217;ah Taujihat Islamiah 3/240)</p>
<p>4. Tidak mentaati suami bahkan membantahnya, membentaknnya, mengingkari kebaikannya dan sering mengeluh, baik karena ada sebab atau tidak ada sebab. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8220;Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, sungguh akan aku perintahkan kepada istri unjuk sujud kepada suaminya (HR Tirmidzi dan Ahmad).</p>
<p>5. Membatasi keturunan tanpa ada kepentingan yang mendesak, sehingga dapat memperkecil bilangan umat islam. Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8220;Nikahilah wanita yang penuh kasih dan banyak anak, sesungguhnya aku berlomba-lomba untuk memperbanyak umat ( HR Abu Daud, dan Nasa&#8217;i).</p>
<p>6. Persangkaan kaum wanita bahwa mereka tidak dimintai pertanggung jawaban disisi Allah Subhanahu wa Taala tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya dalam rumah tangga. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8220;Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan dan seorang istri bertanggung jawab dirumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya (Muttafaqun &#8216;alaih).</p>
<p>7. Kurang perhatian terhadap pendidikan anak dengan pendidikan yang islami, seperti mendidik anak dengan hari ulang tahun, memberikan pakaian yang bergambar ( gambar yang bernyawa ), gambar salib, mengajari anak bernyanyi, tidak menganjurkan anak-anak untuk sholat di masjid, tidak menganjurkan menghafal al-Qur;an serta tidak menanamkan pada jiwa mereka cinta Islam.</p>
<p>8. Sebagian wanita meremehkan kewajiban rumah tangga, seperti menyapu, mencuci, memasak dan hak-hak suami lainnya seperti berhias dan berdandan untuk suami.</p>
<p>9. Menuntut cerai kepada suami tanpa sebab yang syar&#8217;i. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8220;Wanita manapun yang menuntut cerai kepada suaminya tanpa ada seabb yang syar&#8217;I maka haram baginya bau syuga ( HR Abu Daud dan Ibnu Majah ).</p>
<p>10. Menuntut suami untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan sekunder yang diluar kemampuannya seperti pakaian yang mahal, hadiah dan<br />
lain-lain.</p>
<p>11. Menyebarkan kejadian-kejadian yang terjadi antara suami istri, seperti omongan-omongan perselisihan dan rahasia rumah tangga, khususnya yang berkatitan dengan hubungan suami istri.</p>
<p>12. Berpuasa sunnah tanpa izin suami. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sunnah sedangkan suaminya berada dirumah kecuali seizinnya ( HR Bukhari).</p>
<p><strong>KEMUNGKARAN DALAM PERKAWINAN</strong><br />
1. Membujang atau menunda nikah dengan alasan belajar atau yang lainnya, sehingga teman-temannya sudah menikah sedang dirinya belum, ketika itulah tidak ada lagi yang ingin menikahinya karena usianya sudah tua.</p>
<p>2. Tidak memilih suami yang baik agamanya, tetapi hanya melihat kedudukan dan martabatnya dalam masyarakat, pekerjaannya, ijazah dan hartanya sehingga dia mendapatkan seoarang suami yang fasik, ahli maksiat dan meninggalkan sholat. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhai akhlaq dan agamanya maka nikahkanlah dengannya, karena jika tidak maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di bumi (HR Tirmidzi).</p>
<p>3. Menuntut mahar yang sangat tinggi, padahal pernikahan yang barokah adalah yang paling ringan biayanya, dalam disebutkan : &#8220;Sebaik-baik mahar ialah yang paling ringan (HR Hakim dalam Al-Mustadrok no 2796 dan tercantum dalam Shohih jami&#8217; Shoghir wa Ziyadatuhu 2/322.</p>
<p>Adapun kisah yang masyur tentang seoarang wanita yang menegur Umar bin Khattab ketika melarang memahalkan mahar lalu beliau menerima nasehat wanita tersebut dan kembali dari pendapatnya, kisah ini lemah &#8220;Lihat Irwa&#8217;ul Ghalil 6/349).</p>
<p>4. Tukar Cincin. Hal ini sering dilakukan oleh calon suami terhadap calon istrinya saat bertunangan padahal ini tasyabbuh dengan kuffar (menyerupai orang-orang kafir).</p>
<p>5. Menjadikan acara pernikahan di istana atau di hotel (masjid yang megah) padahal ini termasuk pemborosan yang dilarang . Allah Subhanahu wa Taala berfirman : &#8220;makan dan minumlah dan janganlah berlebihan! Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan ( Al-A&#8217;raf 31).</p>
<p>6. Memakai gaun pengantin yang berwarna putih, panjang dan mahal harganya, dilengkapi dengan kaos kaki dan tangan yang berwarna putih pula, padahal ini termasuk adat orang-orang nasrani dan termasuk pemborosan.</p>
<p>7. Meramaikan acara pernikahan dengan alat musik, joget, disko dan sejenisnya. Bahkan kadang mengundang artis atau para biduan untuk bernyanyi dan meramaikan acara pernikahan.</p>
<p><strong>KEMUNGKARAN KETIKA KELUAR DAN BEPERGIAN.</strong><br />
1. Memakai parfum ketika keluar rumah, sehingga tercium baunya oleh kaum lelaki. Sungguh ini termasuk kemungkaran dan doas yang sering dilanggar kaum wanita. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8220;Wanita mana saja yang memakai minyak wangi kemudian keluar rumah maka sholatnya tidak diterima hingga ia mandi ( HR Ibnu Majah ). Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam juga bersabda : &#8220;Wanita mana saja yang memakai minyak wangi kemudian keluar melewati kaum laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah pezinah (HR Abu daud dan Nasa&#8217;i)</p>
<p>2. Menaiki kendaraan dengan sopirnya ( yang bukan mahramnya ), berdua-duaan dan bersepi-sepi dengannya, padahal Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Janganlah salah seorang diantara kalian bersepi-sepi dengan wanita kecuali dengan bersama mahramnya (Muttafaqun &#8216;alaihi).</p>
<p>3. Bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahramnya, ngobrol, senda gurau, tidak berjilbab dihadapan, mereka, berjabat tangan dengan mereka, serta menampakkan perhiasan dihadapan mereka. Padahal Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam telah bersabda: &#8220;Janganlah kamu sembarang masuk kepada kaum wanita! Seoarang sahabat bertanya :&#8221;:bagaimana dengan saudara ipar? Beliau menjawab : &#8220;Saudara ipar adalah bencana (maut) (Muttafaqun &#8216;alaih).</p>
<p>4. Sering keluar rumah baik kepasar atau yang lainnya tanpa ada kebutuhan, sehingga mengakibatkan banyak bicara dengan para pedagan, penjahit, banyak tertawa dan senda gurau dengan teman-temannya. Padahal Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda : &#8220;Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syetan menganggapnya indah ( Muttafaqun &#8216;alaih).</p>
<p>5. Bepergian tanpa dengan mahram baik dengan mobil atau pesawat atau lainnya. Padahal ini telah dilarang oleh nabi Shalallahu Alayhi Wasallam dalam hadits nya: &#8220;Janganlah seoarang wanita bepergian kecuali dengan mahramnya (Muttafaqun &#8216;alaih).</p>
<p>6. Sebagian meraka meremehkan berobat kepada dokter laki-laki. Padahal ini tidak diperbolehkan kecuali memang mendesak sekali.<br />
Para ahli ilmu membolehkan sorang wanita berobat kepada dokter laki-laki dengan beberapa syarat-syarat yang jarang sekali di peraktikkan</p>
<p>pada zaman sekarang ini yaitu :<br />
a. Tidak ada dokter perempuan yang bisa menanganinya<br />
b. Adanya mahram atau tidak menyendiri antara pasien dan dokter saja<br />
c. Membuka anggota badan yang di butuhkan saja<br />
d. Sangat mendesak sekali</p>
<p>( Lihat Fatawa Syeikh Muhammad ibnu Sholeh utsaimin 2/846-847)</p>
<p><strong>KEMUNGKARAN KEMUNGKARAN UMUM LAINNYA</strong><br />
1. Durhaka kepada kedua orang tua, membentak, membantahnya dan tiadk menuruti perintahnya yang baik, cukuplah sebagai peringatan mereka ayat dibawah ini : &#8220;Dan Rabbmu telah memerintahakn supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduannya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia ( Al-Israa&#8217; :23).</p>
<p>2. Meninggalkan kewajiban amar ma;ruf nahi mungkar ditengah-tenah mereka entah karena rasa takut atau segan. Cukuplah sebagai peringatan firman Allah Subhanahu wa Taala : &#8220;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma;ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan di beri rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi maha bijaksana (At-Taubah :71).</p>
<p>3. Sering mengucapkan ucapan-ucapan haram seperti : fatwa tanpa ilmu, bohong , ghibah, namimah dan lain-lain.</p>
<p>4. Tidak menjaga pandangan terhadap kaum lelaki, seakan-akan mereka menyangka bahwa perintah menundukkan pandangan khusus bagi orang laki-laki, padahal Allah Subhanahu wa Taala berfirman: &#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman : &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka &#8221; (An-Nuur 31).</p>
<p>5. Sebagian wanita menceritakan kepada suaminya akan kecantikan sahabat perempuannya, padahal tidak ada keperluan syar&#8217;i seperti menikah, Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Janganlah seoarang wanita melihat kulit wanita yang lain lalu ia menceritakan kepada suaminya (sehingga) seakan-akan suaminya melihat wanita tersebut ( HR Abu Daud).</p>
<p>6. Menyerupai model dan gaya hidup lelaki, baik dalam pakaian, gerakan, gaya bicara. Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: &#8220;Allah melaknat seorang lelaki yang memakai pakaian wanita and Allah melaknat kaum wanita yang memakai pakaian lelaki ( HR Abu Daud).</p>
<p>7. Sering menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sampai-sampai seorang jika bertemu dengan temannya, mereka akan<br />
menghabiskan waktu yang banyak untuk mengobrol dan sejenisnya.</p>
<p>8. Melembutkan perkataan ketika berbicara dengan orang lelaki yang bukan mahramnya. Khususnya dalam telepon. Hal-hal seperti inilah yang mengakibatkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.</p>
<p>9. Sangat asyik dan sangat peduli dengan video, kaset, nyanyian serta tidak pernah absen mengikuti acara sinema, pertandingan dan perlombaan lewat TV, video atau VCD</p>
<p>10. Berteman dengan wanita-wanita yang jelek akhlaqnya sehingga dapat menyeret untuk melalaikan kewajiban-kewajiban Allah dan menerjang larang Allah Subhanahu wa Taala.</p>
<p>Dari Postingan Ummi Dedeh Hasanah di Room</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2008/07/kemungkaran-kemungkaran-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita yang Mendapat Pujian Dan Wanita yang Dilaknat Allah</title>
		<link>http://oryza.or.id/2008/07/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita-yang-dilaknat-allah/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2008/07/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita-yang-dilaknat-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 05:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Shalilah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.
Wanita Yang Beriman
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.</p>
<p><strong>Wanita Yang Beriman</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p><span style="color: #3366ff;">1. Khadijah binti Khuwailid</span><br />
Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).</p>
<p>Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur,dan membela Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau.</p>
<p>Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya. <span id="more-368"></span></p>
<p>Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya.</p>
<p>Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.</p>
<p>Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: &#8220;Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.&#8221; (HR. Al-Bukhari).</p>
<p>Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat.</p>
<p>Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: &#8220;Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.&#8221;</p>
<p><span style="color: #3366ff;">2. Fatimah</span><br />
Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib. Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: &#8220;Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.&#8221;</p>
<p>Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami. Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.</p>
<p><span style="color: #3366ff;">3. Maryam binti Imran</span><br />
Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.</p>
<p><span style="color: #3366ff;">4. Asiyah binti Muzahim</span><br />
Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir&#8217;aun laknatullah &#8216;alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya.</p>
<p>Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir&#8217;aun.</p>
<p>Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata: &#8220;Fir&#8217;aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir&#8217;aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.&#8221;</p>
<p><strong>Wanita yang durhaka</strong><br />
1. Istri Nabi Nuh<br />
2. Istri Nabi Luth</p>
<p>Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya.</p>
<p>Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya.</p>
<p>Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual).</p>
<p>Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: &#8220;Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya): Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).</p>
<p>Dan Allah membuat istri Fir&#8217;aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir&#8217;aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim.</p>
<p>Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.&#8221;</p>
<p>Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?</p>
<p>Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian merupakan harta yang paling berharga.</p>
<p>Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya.</p>
<p>Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul &#8216;alamin.</p>
<p>Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Aamiin.</p>
<p>Maraji&#8217;:<br />
Ahkamun Nisa&#8217;, Ibnul Jauzi.<br />
Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.<br />
Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.<br />
Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin</p>
<p>== diambil dari postingan ummi (dedeh hasanah) ==</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2008/07/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita-yang-dilaknat-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
