<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raudhah Al Ilmi &#187; Sirah Nabi</title>
	<atom:link href="http://oryza.or.id/tag/sirah-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oryza.or.id</link>
	<description>Berilmu untuk Meraih Jannah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 13:37:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Syafa&#8217;at Kubra</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/09/syafaat-kubra/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/09/syafaat-kubra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sirah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[syafaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, &#8220;Suatu hari Rasulullah dibawakan daging. Lalu diberikan kepada beliau daging lengannya yang sangat beliau senangi. Beliau menggigitnya dengan sekali gigitan, kemudian bersabda, &#8216;Saya adalah penghulu manusia pada hari Kiamat. Apakah kalian tahu dalam hal apa itu?&#8217;
Pada hari Kiamat Allah mengumpulkan orang-orang yang pertama hingga terakhir di satu lembah. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, &#8220;Suatu hari Rasulullah dibawakan daging. Lalu diberikan kepada beliau daging lengannya yang sangat beliau senangi. Beliau menggigitnya dengan sekali gigitan, kemudian bersabda, &#8216;Saya adalah penghulu manusia pada hari Kiamat. Apakah kalian tahu dalam hal apa itu?&#8217;</p>
<p>Pada hari Kiamat Allah mengumpulkan orang-orang yang pertama hingga terakhir di satu lembah. Mereka diperdengarkan panggilan. Mereka ditembus pandangan, dan matahari mendekat. Orang-orang sangat sedih dan menderita hingga tidak mampu memikulnya. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain.&#8217; Tidakkah kalian melihat apa yang sedang terjadi pada kalian?&#8217; Tidakkah anda melihat penderitaan kita yang sudah sampai begini? Tidakkah kalian memandang ada orang yang bisa memintakan syafaat kepada Allah ?&#8217;</p>
<p>Sebagian berkata kepada yang lainnya, &#8216;Datanglah kepada Adam!&#8217; Maka mereka mendatangi Adam dan berkata, &#8216;Wahai Adam! Anda adalah bapaknya manusia. Allah menciptakanmu dengan Tangan-Nya dan meniupkan padamu ruh-Nya, lalu menyuruh malaikat untuk sujud kepadamu. Mintalah syafaat un­tuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?<span id="more-426"></span></p>
<p>Adam berkata, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Dia melarangku dari pohon, tetapi aku melanggarnya. Diriku, diriku (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada selainku! Pergilah kepada Nuh.</p>
<p>Mereka mendatangi Nuh dan berkata, &#8216;Wahai Nuh! Anda adalah Rasul yang pertama di bumi. Allah menyebutmu hamba yang bersyukur. Mohonlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Nuh berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Dulu, saya berdoa untuk kebinasaan kaumku. Diriku, diriku (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada Ibrahim.</p>
<p>Mereka mendatangi Ibrahim dan berkata, Wahai Ibrahim! Anda adalah nabiyullah dan khalil-Nya (kekasih-Nya) dari penduduk bumi. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Ibrahim berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Beliau menyebutkan beberapa kebohongannya. Diriku, diriku (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada Musa! Maka mereka pergi kepada Musa.</p>
<p>Mereka mendatangi Musa dan berkata, Wahai Musa! Anda adalah Rasulullah, Allah telah melebihkan anda dengan risalah-Nya dan dengan Kalam-Nya atas manusia. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Musa berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Saya telah membunuh seseorang yang saya tidak pernah diperintahkan untuk membunuhnya. Diriku, diriku, (jangan dimintai syafaat). Pergilah ke Isa! Maka mereka pergi ke Isa.</p>
<p>Mereka mendatangi Isa dan berkata, Wahai Isa! Anda adalah Rasulullah, anda bisa berbicara dengan orang-orang sejak masih dalam buaian, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan Ruh dari-Nya. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang terjadi pada kami semuanya? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Isa berkata kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku hari ini murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan murka seperti itu sesudahnya. Beliau tidak menyebutkan kesalahannya. Diriku, diriku, (jangan dimintai syafaat). Pergilah kepada selainku! Pergilah ke Muhammad!&#8217;</p>
<p>Mereka mendatangiku, Muhammad dan berkata, Wahai Muhammad! Anda adalah Rasulullah, penutup para Nabi, Allah telah memaafkan kesalahanmu yang sudah lewat atau yang akan da tang. Mintalah syafaat bagi kami dari Tuhanmu. Tidakkah anda melihat apa yang sedang kami rasakan sekarang? Tidakkah anda melihat (penderitaan kami) yang sudah sampai begini?</p>
<p>Saya pergi ke bawah Arsy dan bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membukakan hijab bagiku dan mengilhamiku dengan kalimat pujian-Nya dan sanjungan yang baik kepada-Nya, yang tidak pernah dibukakan untuk seorangpun sebelumnya.</p>
<p>Allah berfirman,,Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu! Mintalah, kamu akan diberi. Mintalah syafaat akan diberikan.&#8217; Saya mengangkat kepalaku, kemudian saya berkata, Ya Allah, umatku, umatku!</p>
<p>Allah berfirman, Wahai Muhammad, masukkan ke Surga dari umatmu yang tidak dihisab lewat pintu sebelah kanan dari pintu-pintu Surga, dan yang lainnya secara bersama-sama dari pintu-pintu yang lain.&#8217;</p>
<p>Demi jiwa Muhammad yang berada di Tangan-Nya, sesungguhnya antara dua pintu Surga seperti antara Makkah dan Madinah, atau seperti antara Makkah dan Bashrah.&#8221; (HR.Bukhari no. 3342 dan Muslim no. 194).</p>
<p>Disalin dari : 60 Kisah Shahih, Penerbit Elba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/09/syafaat-kubra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mata Pencaharian dan Ekonomi Quraisy</title>
		<link>http://oryza.or.id/2009/04/mata-pencaharian-dan-ekonomi-quraisy/</link>
		<comments>http://oryza.or.id/2009/04/mata-pencaharian-dan-ekonomi-quraisy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 11:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Quraisy]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sirah Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oryza.or.id/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Quraisy merupakan penduduk terbesar kota Mekah. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Namun sebagian juga sebagai peternak dan pemburu. Di antara mereka terdapat pembesar-pembesar yang di kemudian hari menjadi penentang utama dakwah Rasulullah. Kiranya tidak salah bila kita sedikit mengenal suku Quraisy ini, khususnya yang berkaitan dengan mata pencaharian dan ekonomi mereka.
Perekonomian orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaum Quraisy merupakan penduduk terbesar kota Mekah. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Namun sebagian juga sebagai peternak dan pemburu. Di antara mereka terdapat pembesar-pembesar yang di kemudian hari menjadi penentang utama dakwah Rasulullah. Kiranya tidak salah bila kita sedikit mengenal suku Quraisy ini, khususnya yang berkaitan dengan mata pencaharian dan ekonomi mereka.</p>
<p>Perekonomian orang Quraisy dibangun di atas perdagangan, sedangkan industri waktu itu sangat sedikit seperti pembuatan senjata perang (tombak, pedang, baju besi, busur dan panah), pisau-pisau, industri tembikar, dan perkayuan untuk kebutuhan rumah tangga serta pembuatan ranjang dan kursi. Sebagian lagi peternak dan pemburu. Dalam perdagangan <em>ielaf</em> menjadi sistem mereka. <em>Ielaf</em> ini pertama kali dicetuskan oleh Hasyim bin Abdi Manaf. Prinsipnya, kaum Quraisy membayar uang keamanan sejumlah tertentu dan menjadikan ikon kabilah tersebut sebagai sarikat dalam perdagangan. Atas dasar <em>ielaf</em> ini menjadikan sebab kemajuan kota Mekah.</p>
<p>Sistem perdagangan yang tadinya berorientasi dalam negeri pun berubah menjadi perdagangan internasional. Hal ini dipicu pula oleh adanya perseteruan antara Romawi dan Persi yang kemudian mengembangkan jalan perdagangan laut sebagai ganti jalur perdagangan darat antara Irak dan Syam. Dengan sebab ini pulalah terbentuk kafilah besar yang dibangun sejumlah besar orang Mekah dengan sistem saham, bertambah dan berkurang sesuai kemampuan harta mereka. <span id="more-343"></span></p>
<p>Demikianlah perdagangan berperan besar dalam pembentukan masyarakat Mekah. Namun kondisi tersebut menyebabkan kesenjangan sosial, sehingga muncul kemudian tingkatan orang kaya raya, menengah, dan miskin. Jurang antara si kaya dan si miskin pun semakin besar karena modal besar hanya dipegang oleh mereka yang kaya.</p>
<p><strong>ARMADA DAGANG</strong><br />
Perdagangan Mekah kadang-kadang menggunakan jalur laut juga, namun mereka tidak memiliki armada kapal dagang. Mereka hanya menyewa dan menggunakan armada kapal Habasyah dalam pengiriman ke Habasyah, sedangkan kapal Romawi hanya sampai di pelabuhan Al Sya&#8217;biyah sebelum digunakannya pelabuhan Jedah pada masa Khalifah Utsman. Kaum Quraisy mengambil dari Habasyah barang-barang seperti bukhur, minyak wangi, bulu binatang, kayu gaharu, kulit, rempah-rempah dan budak belian. Dari Syam mereka mengambil barang-barang seperti biji gandum, terigu, minyak dan khamr. Sedangkan dari India mengambil emas, batu permata, kayu gaharu, kayu sandal, rempah-rempah seperti cabai dan sejenisnya, kain tenun sutra, katun, Za&#8217;faran, bejana perak dan tembaga, dan besi.</p>
<p>Perdagangan seperti ini sangat membutuhkan keamanan, sehingga Quraisy menggunakan politik hilm dan lemah lembut dalam mendapatkan hasil dagangnya, juga dalam mengamankan jalur perdagangannya. Quraisy tidak ikut campur dalam peperangan sebelum datangnya Islam kecuali perang Al-Fijaar yangterjadi 4 kali. Di antara yang sangat membantu keamanan kafilah dagang mereka adalah Kabah yang menjadi tempat berhaji seluruh bangsa Arab. Sebagai pusat ibadah bangsa Arab, Mekah memberikan kehormatan kepada bangsa Quraisy. Juga memudahkan mereka untuk merealisasikan politik ielaf bersama para kabilah yang datang sehingga lebih menjamin keamanan perdagangannya.</p>
<p>Di samping dari perdagangan, kota Mekah semakin maju juga karena munculnya kebijakan penguasa saat itu, Qushaiy. Qushaiy mewajibkan pajak 10 % kepada pedagang asing yang datang ke Mekah, sehingga sumber kekayaan Mekah bertambah.</p>
<p><strong>QUSHAIY DAN ANAK-CUCUNYA</strong><br />
Qushaiy dan anak-cucunya merupakan pembesar-pembesar Quraisy saat itu. Mereka sangat menjunjung tinggi dan menjaga akidah, adat istiadat yang berlaku untuk menguatkan hak-hak dan kedudukan sosial serta kepentingan ekonomi mereka. Semua ini memunculkan persatuan dan kesatuan yang kuat antar penduduk Mekah yang pada kelanjutannya membuat mereka sangat menentang munculnya Islam, karena mereka pandang Islam menjadi ancaman serius terhadap kesatuan Quraisy.</p>
<p>Di sisi lain, anak dan cucu Qushaiy juga telah melakukan amalan besar sehingga mampu memajukan Mekah dan membuat kedudukan, keutamaan, kemulian mereka menjadi tinggi serta kepemimpinan mereka di Mekah semakin kokoh. Qushaiy adalah orang yang berhasil menyatukan bangsa Quraisy dan menempatkan mereka di Mekah dan mengatur seluruh perkara Mekah. Anak-anaknya sebagai pemegang jabatannya berikutnya setelah Qushaiy meninggal. Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushaiy juga berhasil menerapkan politik ielaf dan memperluas jalur perdagangan Mekah dari lokal menjadi internasional, juga telah menggali beberapa sumur air minum untuk melayani bangsa Quraisy dan para jamaah haji. Abdul Muthalib bin Hasyim dikenal pula oleh masyarakat Mekah sebagai Al-Fayadh karena kedermawanannya, juga Syaibah Al Hamd karena manusia banyak memujinya. Demikian juga beliau dikenal sebagai orang yang menggali ulang sumur Zam-zam yang kemudian airnya dapat mengalahkan seluruh air sumur di Mekah karena banyaknya, terus menerusnya, serta rasa airnya lebih baik dari yang lainnya.</p>
<p>Demikianlah perekonomian dan kondisi masyarakat Quraisy secara umum dan kondisi nasab Rasulullah menjelang kedatangan Islam. Khusus keluarga Rasulullah, pada saat itu walaupun mereka dari kalangan menengah ke bawah dalam perekonomian tapi mereka mendapatkan tempat khusus di Mekah. Kekayaan dan perekonomian waktu itu dipegang Bani Abdus Syams, Bani Naufal, dan Bani Makhzum. Wallahua&#8217;lam.</p>
<p>Disalin ulang dari Majalah Nikah Vol. 3 No. 9 &#8211; Desember 2004</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.or.id/2009/04/mata-pencaharian-dan-ekonomi-quraisy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
